Hello Juliette!! 2nd Act

Baru kami akan masuk terdengar jeritan Ahra

“KYUHYUN-AH!!!!!!!”

aku dan Donghae berpandangan sejenak dan kami bergegas masuk.

Di sana aku melihat tubuh Kyuhyun yang babak belur dan berlumuran darah.

Aku juga melihat seorang lelaki yang kukira berumur 40 tahun-an sedang berbicara cepat dengan leeteuk.

“kyuhyun-ah..kyuhyun-ah…wae….andwae…..kau tidak bisa begini…” bisik Ahra di sela tangisnya

Kyuhyun mengeluarkan suara batuk yang mengerikan disertai muncratan darah, Ahra memekik

“Ahra…jagiya….gwaencha…..” ujar kyuhyun sembari tersenyum, tangis Ahra semakin keras

“RYEOWOOK!!! KEMANA KAU?! CEPAT OBATI KYUHYUN BABO!!! ” teriak Ahra

Ryeowook hanya meringis maklum dan bergegas membawa p3k untuk memberi pertolongan pertama.

“ya! Donghae-ssi apa…” aku tidak jadi melanjutkan kalimatku melihat wajah Donghae yang mengeras dan tangannya terkepal.

Apa dia sedih dan marah melihat Kyuhyun terluka parah seperti itu?

Donghae berjalan menuju Ahra dan Kyuhyun yang tergeletak.

“kita harus bawa dia ke rumah sakit, cepat.” ujarnya

Siwon dan Kangin menggotong tubuh Kyuhyun menuju mobil Donghae yang ada di parkiran.

Donghae sudah akan masuk kursi kemudi ketika eunhyuk mencegahnya

“aniyo Donghae, kita sedang terburu-buru, nyawa Kyuhyun jadi taruhan, biar aku yang mengemudi.” ujar eunhyuk

Donghae seolah akan membantah tapi ia menurut, mangambil kunci mobil Eunhyuk dan berjalan menuju mobil Eunhyuk.

Aku mengikutinya.

Donghae membanting pintu kemudi lalu ia menelungkupkan wajahnya di balik setir, aku yang berencana masuk hanya bisa terpaku di luar menyaksikan keanehan tingkah laku aneh Donghae.

Setelah beberapa lama Donghae mengangkat wajahnya dan kaget melihatku tidak masuk.

“kenapa kau di luar? masuklah… kita juga harus menyusul mereka.” ujarnya

aku langsung masuk di samping kursi kemudi.

Donghae mengemudikan mobil dalam keadaan diam, aku pun tidak berniat mengusiknya.

Kami tiba di rumah sakit beberapa saat kemudian dan bergegas mencari ruangan dimana Kyuhyun sedang diperiksa.

Ternyata Kyuhyun langsung masuk ruang ICU, di depan pintunya Ahra memandang kosong seolah ia bisa melihat menembus pintu itu.

Donghae baru akan bergerak ke arahnya tiba-tiba ada yang berteriak

“NOONA!” aku berbalik dan melihat Taemin bergegas menuju Ahra

Ahra melihat kedatangan Taemin dengan pandangan kosong, tapi tangisnya langsung tumpah di pelukan Taemin.

Sekali lagi aku melihat ekspresi wajah Donghae mengeras

Sekarang aku paham apa maksudnya, aku bingung harus tertawa atau menangis.

Ahra…kau benar-benar beruntung mereka mencintaimu…

aku tersenyum miris ketika Donghae mendekati Ahra.

“hei..” seseorang menepuk bahuku.

Aku berbalik dan terkesiap

CHOI MINHO!!!!!

aku menjerit dalam hati.

astaga…..apakah aku harus terus bisa menjaga diriku agar tetap sadar?

“neo neun nuguwa?” tanyanya

“ah..eh… naneun ahra-ssi chingu eyo..”

Minho mengernyit.

“siapa namamu?” tanyanya lagi

“ah… Kim Hyuna imnida..” ujarku sembari membungkuk.

“oh arraseo… teman Ahra-ssi dari indonesia?”

“ne…geuraeyo..”

Minho terdiam seperti menerawang.

“apa kau tahu apa yang terjadi pada Kyuhyun-hyung?”

Aku menggeleng

“aku hanya tahu dia pulang sudah babak belur.”

“ikut aku” ujarnya

aku mengikutinya dari belakang, menuju ketaman.

aku tidak tahu kenapa aku mau mengikutinya

aiiisshhh Kim Hyuna babo! kau terseret pesona Minho..

Ku pukul keningku dan tepat saat itu Minho berbalik.

“Kau kenapa?” tanyanya

“eh..itu..aku… gwaenchanayo.. tadi ada nyamuk..” jawabku sembari pura-pura menepuk nyamuk di udara.

Minho melengos dan melanjutkan langkahnya

aiiiish babo babo babo..

Tapi aku tidak cukup bodoh untuk menepuk kening lagi.

Di taman sangat sepi karena sudah malam, Minho duduk di sebuah bangku dan aku duduk di sampingnya tapi agak jauh.

Ia mengeluarkan ponselnya lalu memencet sesuatu dan menempelkannya di telinga kirinya.

*perhatian : telinga kanan lebih ringkih terhadap radiasi*

“yeoboseoyo? ?Teukie-hyung?”

oh rupanya dia menelepon Teukie, oh ya ngomong-ngomong Teukie dan Yesung tidak ada.

“ne… ottoeyo?”

beberapa saat ia diam.

“ah..arraseo…ne….ne… jebal teukie-hyung… ne… ” lalu ia menutup teleponnya dan mendesah

“err… Minho-ssi? ” tanyaku takut-takut

Ia menoleh, oh tidak jangan menoleh

Buru-buru aku menunduk

“ye? waeyo?” tanyanya

“err.. kalau blh aku tahu kenapa kau bisa di sini?”

Minho terdiam.

“Teukie-hyung meneleponku” jawabnya singkat.

Aku mengernyit, kenapa harus mereka?

Aku tidak pernah dengar hubungan Kyuhyun dan Minho dekat.

“Tapi kenapa kau? bukan Onew?”

“mwo? Kenapa harus …. ah arraseo…. Dia meneleponku bukan karena hubungan Suju-SHINee, Taemin menganggap Ahra itu noona nya.” jelasnya

aku mengangguk

“Dan telepon barusan?” tanyaku lagi

“ye? wae?”

“Teukie-ssi ada dimana?” tanyaku

Minho terdiam lagi seolah menimbang-nimbang harus memberitahuku atau tidak.

“Mereka sedang menyelidiki kasus ini.”

“Mereka siapa?” tanyaku

“tidak perlu tahu siapa saja”

omona…. namja ini dingin sekali… tapi aku tidak bisa menolak pesonanya, menyedihkan sekali aku ini.

kami terdiam cukup lama.

“Ternyata kasus ini berkaitan dengan kasus beberapa minggu yang lalu.”

“mwo? maksudmu?”

“Apa kau pernah dengar atau baca cerita tentang fans yang bunuh diri mendengar pernikahan Kyuhyun?”

Samar-samar aku teringat berita yang menghebohkan itu, tapi itu sebelum aku tahu bahwa Ahra lah calon pendamping Kyuhyun.

Aku mengangguk

“Sebelumnya fans itu berusaha membunuh Ahra-ssi”

Sontak aku melotot tapi tidak berusaha memotong ceritanya.

“Ketika berita kalau Kyuhyun-hyung akan menikah.. banyak fans nya yang mengirim teror ke rumah Ahra-ssi, kalau kau ingin tahu.. dia bahkan sampai pindah rumah sementara ke rumah temannya, aku lupa siapa namanya.”

Ingatannya parah

Aku tertawa kecil

“wae?” tanyanya

“gwaenchanayo.. lalu?”

“kemudian tindak anarkis fans bisa diredam, selanjutnya ada berita seorang gadis bunuh diri dengan membawa foto Kyuhyun-hyung. Polisi menganggapnya bunuh diri karena obsesi akut, tapi sepertinya tidak begitu dengan orangtua si gadis, tepatnya ayahnya. Kau tahu bukan kemarin Kyuhyun-hyung pergi?”

aku mengangguk.

“dia menemui ayah gadis itu. Sebelumnya ayah gadis itu meneleponnya ingin bertemu, Kyuhyun-hyung menyetujuinya entah kenapa. Dan sepertinya Kyuhyun-hyung dijebak. Untung ada Manajer Kim yang membuntutinya sehingga nyawa Kyuhyun-hyung bisa diselamatkan.” Aku menekapkan mulut

“lalu ayah gadis itu?”

“dia sedang dalam pengejaran polisi.”

aku menerawang, ngeri membayangkannya.

Obsesi Ahra terwujud dengan konsekuensi yang begitu besar, sampai-sampai nyawanya dan nyawa Kyuhyun terancam.

Aku merinding

“Kau kedinginan?” tanya Minho

“aniyo…” jawabku.

“Pakai jaketku, mianhae aku membawamu keluar.” ujarnya lalu melepas jaketnya dan memberikannya padaku.

Wajahku memerah

“tidak usah… ”

Tanpa banyak bicara Minho memakaikan jaketnya ke punggungku

“jeongmal gomawoyo ….. Minho-ssi” ucapku lirih Minho terdiam lagi.

Ya Tuhan seandainya aku bisa membaca pikiran namja ini, aku ingin tahu apa yang dia pikirkan.

“kau tidak jujur.” ujarnya tiba-tiba

“mianhae?” aku terkejut, apa maksudnya?

Minho menoleh, menatapku tajam

Oh tidak debaran jantungku mulai lagi.

“kenapa kau tidak mau mengutarakan apa yang ingin kau katakan?”

apa dia membaca pikiranku?

“kalau kau ingin mengatakan sesuatu katakan saja.”

ya tuhan kalau dia benar-benar bisa membaca pikranku mati aku

Minho terdiam lagi.

“ayo kita masuk, sudah semakin malam, lagipula aku harus menyeret Taemin pulang.”

Syukurlah sepertinya dia tidak bisa.

Aku mengangguk dan mengikutinya.

Ahra sudah tenang, Taemin masih memeluknya dan mengulurkan sebotol air mineral, sementara Donghae… Aku tidak bisa membaca ekspresinya.

“Min… kita harus pulang.” ujar Minho

Taemin melotot.

“aku mau disini.” ujarnya ketus.

Minho mendengus.

“pulanglah..” ucap Ahra lirih

“tapi noona…”

“kau dengar aku, pulanglah.” ujar Ahra yang sepertinya tidak bisa dibantah.

Taemin menggerutu sebal.

“kembalilah besok… aku membutuhkanmu.” ujar Ahra sembari tersenyum dan wajah Taemin berubah cerah.

“baik… noona jaga dirimu! telepon aku kalau ada apa-apa.. besok aku akan kembali secepatnya.” ujar Taemin yang berusaha mengejar Minho.

Aku berbalik menatap punggung Minho.

Aaah… dia bahkan tidak berpamitan padaku.

Ya! baboya! aku siapanya dia??? babo! babo! babo!

“hei..kembalikan jaeketku besok , Kim Hyuna.” teriak Minho

aku melongo

Dia ingat namaku??

Seketika hatiku terbang melayang, dan aku senyum senyum sendiri

Aku, Eunsung,Haerim dan Kyora bergantian dalam menjaga Ahra, dan hari pertama ini menjadi tugas berjagaku yang pertama. Awalnya Ahra ingin menolak, namun leeteuk berhasil meyakinkannya bahwa ia membutuhkan kami dan karena tidak setiap hari member super junior bisa menginap.

Ahra tertidur di tepi ranjang Kyuhyun, dengan tangannya yang masih menggenggam tangan Kyunyun, aku tahu ia tadi menangis, tapi Ahra tidak bicara apa-apa dan aku tidak mau mengganggunya *aduh pas nulis ini lg dgr hitomi wo tojite nya kyuhyun jadi pgn nangis*

Aku tidur di sofa, masih memakai jaket Minho

bau ini.. ah.. baru ku sadari seperti inilah bau Minho

entah kenapa aku berdebar.

Aku tidak tahu sejak kapan aku tertidur tapi aku terbangun mendengar suara di dekatku.

“kau sudah bangun?”

suara itu!!

aku terkesiap.

“Minho-ssi!”

“sst… ini rumah sakit..”

aigooo aku lupa…

“kenapa kau bisa disini? bukannya ini masih sangat pagi?”Minho menggerutu

“Taemin memaksaku ke sini, karena nanti kami ada rekaman.”

Aku berusaha mencari keberadaan Taemin dan Ahra tapi tidak berhasil,.

“Taemin mengajaknya ke kafetaria karena ia blm makan dari semalam.” ujar Minho seolah tahu apa yg sedang ku cari.

“apa aku mengganggu tidurmu?” tanyanya

buru-buru aku menggeleng

“kalau ingin tidur lagi tidur sajalah”

aku tidak menjawab hanya duduk diam di sampingnya

Tiba-tiba aku teringat sesuatu.

“ah minho-ssi, ini jaketmu harus ku kembalikan.”

ujarku sembari melepas jaketnya.

“kau memintaku memakai pakaian berlapis-lapis? hah, yang benar saja,… sudah bawa saja dulu.”

aiiiisshhh ketus sekali.

aku memakai lagi jaketnya.

lagi-lagi kami terdiam, hanya ada suara mesin dari tubuh Kyuhyun.

“apakah ia akan baik-baik saja?” gumamku tanpa sadar

Minho menoleh, aku merasa gugup ditatap begitu rupa

“Kyuhyun-hyung itu sering masuk rumah sakit, kurasa tidak apa-apa”

Aku menoleh tidak percaya, Minho ini berusaha membuat lelucon atau apa?

“kenapa memandangku seperti itu?” tanyanya tanpa menoleh.

“aniyo… hanya saja.. sudah tidak apa-apa”

hening lagi..

ah… aku benci suasana seperti ini, apa aku tidak bisa membuatnya tertawa?

“eh Minho-ssi..”

tepat saat itu pintu terbuka dengan berisik, Taemin dan Ahra memasuki ruangan.

“Taemin jangan berisik..” ujar Ahra

“waeyo noona? Kyuhyun-hyung belum terbangun”

BLUGH!

sebuah bantal sofa melayang dilemparkan Minho tepat mengenai kepala Taemin.

“hyung! apa yg kau lakukan!!!”

“diamlah! kau harus belajar cara berbicara yang sopan”

aku mendengus

dia sendiri saja tidak sopan.

Taemin menampakkan wajah cemberut.

“gwaenchanayo Minho-ssi.. ngoomong-ngomong kalian kapan akan rekaman? tidak apa-apa lama disini?” tanya Ahra

“gwaenchanayo noona..” ujar Taemin

“aniyo Taemin… kita harus pergi sekarang atau ayam akan berkotek”

aku terkekeh

Minho melihatku sekilas lalu menyeret Taemin keluar.

“noona! aku akan datang lagi! lepaskan aku hyung..aku bisa jalan..”

suara gerutuan Taemin masih terdengar sampai diluar ruangan.

aku masih terkekeh.

“mereka lucu ya?” tanya Ahra

aku mengangguk

“aku tidak tahu kalau Minho bs bercanda.”

Ahra hanya tersenyum geli, aku tidak tahu kenapa tapi merasa dia tahu sesuatu yang tidak ku ketahui.

Aisshhh sudahlah..

4 thoughts on “Hello Juliette!! 2nd Act

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s