Hello Juliette!! Last Act

—————————-Di resepsi pernikahan————————————

“Semuanya!!!! siap-siap yaa!!” teriak Ahra ceria.

Sekarang adalah waktu untuk melempar buket, banyak wanita yang berkerumun berusaha mendapatkannya.

Aku tersenyum, aku hanya mengamati mereka dari belakang kerumunan.

“kau tidak mau?” tanya seorang namja kepadaku.

Aku menoleh dan tersenyum kepadanya.

“semua ada pada waktunya.”

“awas jangan sampai ada yang pingsan.” gurau kyuhyun.

aisssh.. tapi entah kenapa aku juga ingin..

aigoo…jauh sekali…

Hei Ahra!! lemparlah jauh ke belakang…. harapku dalam hat

i”hana…….set……”

Buket bunga itu dilempar…hampir tiba di tempatku..

aisssh andai saja aku lebih tinggi!

Tapi namja di sebelahku sudah melompat untuk mewakiliku.

“Bilang kalau ingin babo..” ujarnya lirih.

Aku cemberut.

“Minho! lamar dia!!!” teriak Ahra yang membuat wajahku memerah.

Ahra tertawa bersama Kyuhyun.

“Kalau perlu menikah sekarang juga!” imbuh Kyuhyun

Ssi pal…mereka mempermainkan ku di hadapan publik.

Aku terkejut ketika Minho berjongkok di depanku.

“Hello Hello

nareumdaero yonggil naesseoyo…

Hello Hello

jamsiyaegi hallaeyo

Hello Hello

naega jom seotuljin mollado

Who know

seojjeom urin jal doeljido molla”

ia menyanyi chorus single Hello..

“i mareul mideojwoyo(percayalah padaku)….geudaeneun dallayo(kau berbeda)” bisiknya

Napasku tercekat, lagi-lagi dia melakukan sesuatu yang membuatku tidak bisa berkata apa-apa.

“omonaaaa…itu sangat romantis hei Minho!! Kyuhyun saja tidak seperti itu!”

Kyuhyun mencubit pipi Ahra yang membuat orang-orang tertawa.

Aigoo…aku malu sekali.

“cepat ambil bunganya dan kau tidak perlu malu.” bisiknya.

Dengan tangan gemetar aku mengambil buket bunga dari tangannya.

Sorakan riuh dan siulan pun terdengar bersama tepuk tangan walau aku merasa beberapa pasang mata menatapku sebal, mungkin mereka fans Minho.

Minho tersenyum, berdiri lalu memelukku.

“akan kutunggu kau sampai kapanpun juliette…” ujarnya.

Aku tersenyum, hampir meneteskan airmataku lalu membalas pelukannya.

———————————-di bandara Incheon————————————————-

“gomawo sudah mengantar kami.” ujarku pada semua

“gwaenchanayo… baik-baik di sana ya! kalau ke sana aku akan mengunjungimu.” ujar Ahra, tangannya merangkul pinggang Kyuhyun

Aisshh romantisnya…

Tiba-tiba Minho mengecup keningku

“jangan mendua di sana, aku akan sering-sering mengunjungimu.. doakan jadwalku tidak padat.” ujarnya

Aku memerah melihat senyum simpul Ahra

“kau yang seharusnya jangan mendua.. tidak usah sering-sering, lewat telepon atau email saja cukup. “jawabku “cepatlah lulus dan kau bisa menikah” ujar Kyuhyun

Ahra menyikut perut Kyuhyun

“hei kau masih suka padaku kan walau sudah punya Minho?” tanya Donghae dengan tampang serius.

Aku tertawa.

“donghae-hyung ..ku rasa kau perlu mencari wanita agar otakmu yang tidak beres itu kembali normal.” sahut Minho semua tertawa.

“nah kami permisi dulu.” ujar Kyora

“gamsa hamnida atas semuanya” sahut Eunsung

“mian aku tidak bisa pulang bersama kalian.” ucap Haerim

“ne… aku harap kita bisa bertemu lagi onni. Yeorobun….pergi dulu ya..” ucapku

Minho memelukku sekilas

“aku akan merindukanmu baboya..” bisiknya.

Aku mengangguk..

“na do..”

————————————-2 tahun kemudian———————————————–

“aisssh!”

Aku menutup flap ponselku dengan keras.

Kemana choi minho sebenarnya? Sudah dua minggu dia tidak membalas emailku, oke mungkin dia sibuk..

Tapi seminggu ini bahkan ponselnya tidak bisa dihubungi!

Sialan…jangan-jangan dia…

Andwaeeee!

Aku menggeleng-gelengkan kepalaku, mengusir bayangan buruk yang tiba-tiba berkelebat.

Awas saja kau choi minho sampai aku menemukanmu jalan bersama cewek lain..lihat saja nanti!

Sedetik kemudian aku tersadar.. kurasa aku yang akan sangat menderita…

Aku mendesah pelan

Sudahlah, aku harus berangkat sekarang kalau tidak ingin terjebak macet dan terlambat di upacara wisuda nanti.

Omonaaaa…kapan pidato khotbah panjang ini berakhir??

DAN KENAPA PONSEL CHOI MINHO BELUM AKTIF!!!!

Sialan…bukannya seharusnya dia memberiku ucapan selamat atau apa…

Aissh….

Pikiranku terbagi antara sekarang dimana aku berada menanti peresmian wisuda dan sebagian terbang memikirkan namja yang sampai sekarang tidak ku ketahui kabarnya.

Sorak sorai sukacita sarjana

Aku tertawa melihat tingkah euforia teman-temanku

Aku tersenyum pada orangtuaku, ibuku meneteskan airmata.

Ayah hanya memelukku sekilas, tapi dari ekspresinya aku tahu dia bangga sekaligus sedih, sedih karena sekarang aku harus berjuang dalam dunia yang keras.

“terimakasih ayah…ibu…”

Aku memeluk mereka.

Hanya satu yang jadi kekalutan di pikiranku

Dimana Minho?

Aku menyusuri jalanan di universitas

Sudah lumayan sepi, kebanyakan mereka pergi untuk merayakan kelulusan mereka.

Ayah dan ibuku juga pulang duluan, aku yang memintanya karena aku ingin berjalan-jalan sebentar.

Ahh seandainya seseorang menemaniku.

Tiin! Tiin!

Aku menoleh, sebuah taksi berhenti di sebelahku.

Aku mengernyit.

Kaca di kursi belakang terbuka menampakkan wajah seseorang yang sangat ingin ku temui dan sudah ku cari-cari beberapa hari ini.

Dia tersenyum melihat kekagetanku.

“masuklah” ujarnya sambil membukakan pintu belakang,

Aku masuk dan duduk di sampingnya.

“pakaian apa itu?” tanyanya mengamati pakaian yang ku pakai.

Sialan….sialan..apa maksudnya ini???

Aku berniat tidak menjawab pertanyaannya.

“baiklah….aku salah…. jeongmal mianhae Kim Hyuna…jebal?”

Aku masih diam..

Huh enak saja…tidak memberi kabar tiba-tiba muncul dan hanya sebuah kalimat minta maaf???

“jadi kau ingin minta apa?” tanyanya

Oh aku lupa dia bisa membaca ekspresiku

Sial…ini tidak adil!!!

“baiklah…..” ujar Minho pelan

Aku memandangnya heran

Apa? Dia mau apa?

Minho bergeming.

“sir..please go to our previous place” ujarnya

“place that we went there before go here?”

“yes…”

Sopir taksi mengangguk.

“kau mau membawaku kemana?” tanyaku

“akhirnya kau berbicara juga…jujur saja aku sudah bosan membaca ekspresimu.”

Aiisssshhhh…

“lihat saja…” ujarnya lagi.

Taksi berhenti di sebuah restoran yang dibuat seperti taman.

Cantik sekali..banyak bunga-bunga bermekaran.

“ikut aku” ujar Minho sembari menarik tanganku.

Aku masih penasaran apa yang akan dia lakukan di sini, mengajakku makan untuk menebus kesalahannya?

Aku mendengus.

Minho menarik sebuah kursi untukku, memintaku duduk dengan tatapannya.

Ia pun duduk di depanku.

“kau tidak mau bertanya apa-apa padaku?” tanyanya

Aku diam.

Minho menarik tanganku.

“aku sengaja melakukannya, aku ingin memberimu kejutan, kau pasti tidak menyangka aku akan datang. Tapi rupanya kau justru marah. Maafkan aku…”

Aku menghela napas.

“aku memang terkejut.. aku memang tidak menyangka.. tapi aku kesal tidak mendapat kabarmu. Kukira kau…kukira…”

“mwo? Aku menyeleweng?”

Aku mencubitnya pelan dan ia mengaduh.

“chukhae atas kelulusanmu..”

Minho tersenyum…senyum yang memaksaku untuk ikut tersenyum.

“aku punya hadiah untukmu.” Ujarnya

“mwo?”

Minho mengaduk-aduk tasnya sebentar.

Lalu ia meletakkan sebuah kotak mungil di atas meja.

“2 tahun terlalu lama… setidaknya jika aku harus menunggu lagi aku sudah yakin tidak akan kehilanganmu.” Ujarnya.

Jantungku berdebar sangat keras.

Minho membuka kotak itu, memperlihatkan sebuah cincin yang sangat cantik.

Ia mengambilnya lalu memasangkannya di jari manis kiriku.

“saranghae Kim Hyuna….” bisiknya.

6 thoughts on “Hello Juliette!! Last Act

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s