[FICLET] The Promise

The story is adapted from Satori Tae’s manga

Oppa… teruslah hidup.. Tetaplah tersenyum, aku suka senyuman oppa..

#Oktober 2004

Bagaimanapun aku akan mati. pikir Sungmin sambil tersenyum mengejek.
Ia sedang melihat langit. Berharap sesuatu di balik langit itu tahu apa yang sedang dilakukannya sekarang, menyindirnya.
Sungmin bermaksud akan kembali ke kamar rawatnya ketika tiba-tiba sehelai kertas terbang menutupi wajahnya.
“Aigoo… Mian hamnida.. Mian hamnida…”
Yeoja moksori.
Sungmin melihat kertas itu, kertas hasil uji coba test masuk high school.
“Kau ujian masuk di high school mana?” tanya Sungmin setelah lama mengamati kertas itu.
Gadis itu sedikit terkejut ditanya oleh Sungmin.
“Chungdam High School”
Sungmin tersenyum sedikit miris
“Yak!! Kenapa tersenyum seperti itu?!” tanya gadis itu merasa diremehkan.
“Aniyo.. Itu dulu sekolahku.” jawab Sungmin kalem.
“Jeongmal? Menurut oppa, apa aku bisa lulus?”
Sungmin menatap gadis itu.
“Kenapa menanyakan itu?”
“Eh?”
“Kau tidak yakin pada kemampuanmu sendiri? Kalu memang iya, lain kali main ke tempatku saja.” ujar Sungmin lalu menyerahkan kertas itu dan berjalan pergi.
Gadis itu masih terpaku mendengar ucapan Sungmin.
“M..Mwo?!! Yak!! Memangnya kau siapa?”
“Sungmin..” jawab Sungmin sambil berbalik.
“Aku Lee Sungmin. AKu di kamar 101 bagian perawatan ortopedis oke?”
Sungmin tersenyum, lalu berjalan meninggalkan gadis itu.

———————————————————————————————————————————————————————————-

Sungmin sedang berpikir tentang gadis yang kemarin ia temui, gadis itu, mempunyai masalah yang berbeda dengan dirinya, namun ia yakin, hal yang dirasakan gadis itu sama dengan yang dirasakannya. Ketakutan, ketidakpercayadirian, keraguan,…
Sungmin terpaku melihat siluet di depannya. Gadis yang kemarin.
Ia tersenyum lalu menghampiri gadis itu.
“Anyyeong.. Ternyata kau memang sedang ragu-ragu.”
Gadis itu hanya menatapnya ragu, tak menjawab.
Sungmin membawanya ke bangku taman rumah sakit.
“Pertama kali bertemu denganmu sepertinya kau sedang bingung dan sedih.. Apa gara-gara ujian itu? Apa orangtuamu yang memaksamu ikut ujian?” tebak Sungmin.
Ekspresi gadis itu berubah keras.
“Tahu apa kau?!! Ujian itu sangat penting untukku! Walaupun orangtuaku juga menyuruhku tapi aku sendiri yang menginginkannya! Jangan menyindirku!” teriaknya.
Sungmin tersenyum.
“Kau sudah berusaha sekuat tenaga kan? Tapi kau harus lebih percaya diri.”
Gadis itu terdiam, masih terengah-engah.
“Kau sengaja membuatku kesal ya?”
Sungmin tersenyum lebih lebar.
“Aku paham perasaanmu, setelah berteriak kau merasa lebih lega kan?”

———————————————————————————————————————————————————————————————–

Setelah itu, setiap hari gadis yang ternyata bernama Park Soonhee, terus datang mengunjungi Sungmin.
Mendengarkan pengalaman Sungmin waktu ujian, ataupun hanya bertemu walau tidak ada bahan pembicaraan.
“Mau pergi ke atap?” tanya Sungmin suatu ketika.
Soonhee mengangguk dengan semangat.
Sungmin tersenyum, waktu yang ia habiskan bersama Soonhee, buatnya, adalah saat-saat yang takkan tergantikan oleh siapapun, untuknya, dalam waktu yang singkat..
“oppa..”
“hmm?”
“Sebelumnya aku kira oppa sifatnya dingin dan jutek, tapi ternyata enggak.”
“Begitu ya? Waktu itu aku sedang stres.” jawab Sungmin.
“Waeyo? Ada masalah?”
“Masalah yang sama seperti yang kau hadapi.”
Dahi Soonhee mengernyit, bingung.
“Sekarang oppa masih stres?”
Sungmin tersenyum.
“Aniyo.. Karena ada kau sekarang aku bahagia.”
Wajah Soonhee seketika memerah.

—————————————————————————————————————————————————————————

Sungmin sedang berjalan menuju taman rumah sakit ketika dilihatnya Soonhee duduk di bangku taman.
“Soonhee?”
Gadis itu menoleh, wajahnya basah oleh airmata.
“Aku capek… Aku sudah menyerah.. Sungmin-oppa, sebenarnya untuk apa manusia hidup?”
Sungmin termenung, apa yang sebenarnya dihadapi gadis ini sehingga ia lebih cepat menyerah daripada dirinya sendiri yang mungkin lebih tidak ada kesempatan untuk hidup?
Pertanyaan yang sering dilontarkannya dulu kini dilontarkan gadis itu kepadanya.
Sungmin tidak menjawab.
“Aku terlalu membesarkan masalah ya?” tanya Soonhee.
Sungmin berdiri.
“Ikut aku sebentar.”
Sungmin membawanya ke ruang rawat seorang anak.
Ketika mereka masuk, anak itu sedang berganti pakaian. Soonhee tertegun melihat bekas jahitan di dada anak itu.
“Hei, hyung! Eh, anyyeong haseyo, nuna..” sapa anak itu.
“Ini Lee Jaejin, kelas 5 SD, sudah setahun masuk rumah sakit.” jelas Sungmin.
Sungmin mendekati Jaejin.
“Oh.. Jadi ini Soonhee-nuna?” tanya Jaejin.
“Ne, dia 4 tahun lebih tua darimu. Dia mau ikut ujian di Chungdam High School.”
“Jeongmal?!! Jjang!! Aku juga mau masuk di situ, aku juga belajar agar tidak ketinggalan dengan yang lain. Kalau aku lulus kita bertiga makan-makan yah! Nanti kita jadi adik kelas Sungmin-hyung! Soonhee-nuna juga berusaha ya!” ujar Jaejin sembari tersenyum lebar.

——————————————————————————————————————————————————————————-

“Jaejin…selalu ceria dan optimis, dia sudah beberapa kali operasi.” jelas Sungmin ketika ia dan Soonhee berada di atap setelah menemui Jaejin.
Soonhee hanya terdiam.
“Aku rasa orang yang banyak menderita akan menjadi orang yang kuat dan baik hati… Karena itu kau harus sabar dan tabah ya?”
Sungmin tersenyum, lalu mengusap-usap kepala Soonhee.
Soonhee menangis lagi.
Sungmin memeluknya, mengelus rambutnya.
Soonhee mendongakkan wajahnya, jarak wajah Sungmin dengannya semakin dekat. Namun Sungmin tersadar akan sesuatu, deadline hidupnya.
Ia tidak jadi mencium bibir gadis itu, sebagai gantinya ia mencium kening Soonhee.
“Lain kali di bibir ya, Park Soonhee, saranghae..”

——————————————————————————————————————————————————————————-

Sungmin sedang mendengarkan cerita Soonhee, ia senangmemperhatikan gadis itu. Cerita yang ia bawa, senyumnya, ekspresinya, ia tidak ingin kehilangan setiap momen itu.
“Kau pasti lulus dan diterima di Chungdam. Oh ya, ini untukmu.”
Sungmin mengeluarkan sebuah jimat.
“Omona.. Jimat agar aku lulus?”
Sungmin tersenyum melihat ekspresi gembira Soonhee.
“Aku meminta eomma membelikannya untukmu. Berdoa uktukku juga yah.”
“Gomawo oppa.. Eh oppa belum boleh keluar rumah sakit?” tanya Soonhee.
Sungmin hanya tersenyum dan menggelng.
Tiba-tiba Soonhee menarik tangannya, membuat dadanya nyeri.
“Ugh!” erang Sungmin.
“Oppa? Gwaenchanayo?” tanay Soonhee, Ekspresinya terlihat cemas.
Sungmin tersenyum berusaha menenangkan gadis itu.
“Gawenchana, karena tiba-tiba ditarik dadaku jadi terasa sedikit sakit.”
Sungmin melihat ekspresi ketidakpercayaan dari wajah Soonhee walau perkataan gadis itu mengatakan sebaliknya.
Ia tahu, cepat atau lambat Soonhee akan mengetahui penyakitnya.

————————————————————————————————————————————————————————————-

“Soonhee!!!”
Soonhee menoleh, wajahnya menyiratkan kesedihan.
“neo… Kau bicara denagn eomma ku?” tanya Sungmin.
“Oppa kejam… Kenapa oppa berbohong? Kenapa oppa tidak jujur saja kepadaku? Wae?! Wae?!!”
Sungmin diam, membiarkan gadis itu melepaskan semua kekesalannya.
“Mianhae..” ujarnya ketika Soonhee sudah lebih tenang.
Terkejut Sungmin mendapati gadis itu tersenyum.
“Oppa menyuruhku untuk berusaha, jadi oppa berusaha juga yah!”
Sungmin tersenyum.
“Pasti.. Karena ada kau, aku pasti akan berusaha.”
“Kapan oppa operasi?”
“Kira-kira tanggal 5.”
“Sama dengan hari ujianku, kalau operasinya sukses, apa oppa bisa segera keluar dari rumah sakit?”
“Tentu, waeyo?”
“Kalau oppa keluar, aku mau mengajak oppa jalan-jalan.”
Sungmin tersenyum lagi.
“Boleh, kau mau kemana?” tanya Sungmin.
“Asal bersama oppa, kemanapun boleh.” jawab Soonhee sambil memeluk leher Sungmin dari belakang.
“Arrayo..” sahut Sungmin lalu mengecup punggung tangan gadis itu.

———————————————————————————————————————————————————————

#5 November 2004

Sungmin memasuki ruang operasi, dokter menyuntikkan obat bius. Perlahan kesadaran Sungmin memudar.
“Soonhee… hwaiting…” bisik Sungmin terakhir kali sebelum memasuki dunia bawah sadarnya.

Sungmin berjalan di kegelapan, lama ia berkeliling namun tidak menemukan jalan keluar.
Ia merasa putus asa.
“Oppa.. Sungmin-oppa..”
Sungmin berbalik.
“Soonhee? Kau kenapa di sini?” tanya Sungmin heran.
Gadis itu tersenyum.
“Ayo aku bimbing oppa ke jalan keluar.”
Soonhee menggandeng tangan Sungmin.
“Oppa… teruslah hidup.. Tetaplah tersenyum, aku suka senyuman oppa..” ujar Soonhee.
Sungmin baru membuka mulutnya untuk menanyakan apa maksud gadis itu namun sebuah cahaya menyilaukan matanya.
“Sungmin-ah?”
Sayup-sayup ia mendengar panggilan itu.
Perlahan ia membuka matanya, menemukan eommanya yang menatapnya cemas.
“Sungmin-ah eottohkae?” tanya eommanya.
Sungmin berusaha berbicara.
“Soonhee… eodiya?” tanya nya
Eommanya tertegun.
“Eomma.. mana Soonhee? Tidak mungkin ujiannya belum selesai. Ia sudah janji akan langsung kemari setelah ujian!”
Eomma sungmin meneteskan airmatanya.
“Soonhee.. dia sudah pergi.. Tadi sewaktu akan berangkat ujian.. sebuah mobil menabraknya.. mengenai bagian vital. Ia dibawa ke rumah sakit ini juga..namun..namun…”
Eomma Sungmin tidak sanggup untuk meneruskan, tapi Sungmintahu apa kelanjutannya.
Air mata Sungmin menetes tanpa disadarinya.
Kata-kata Soonhee terus terngiang di telinganya walaupun Sungmin tidak yakin apakah itu benar Soonhee atau tidak.
Sungmin menangis dalam diam.
Ia kehilangan gadisnya.
Kehilangan separuh hatinya yang berharga.
Gadis yang merasakan penderitaan yang sama dengannya.
Gadis yang menemani, yang menurutnya, di sisa waktu hidupnya
Dan gadis itu telah pergi meninggalkannya.

——————————————————————————————————————————————————————————————–

#5 November 2005

SUPER JUNIOR FIRST DEBUTE

*backstage*

Sungmin memegang jimat yang dulu diberikannya pada Soonhee.
“Hyung, itu jimat ya?” tanya Ryeowook.
Sungmin tersenyum walau hatinya masih terasa sakit mengenang Soonhee.
“Ini benda berharga buatku.” jawabnya.
Seorang staf masuk, menyuruh mereka bersiap-siap untuk tampil.
Sungmin menghela napas panjang.
Soonhee, aku sedang berusaha meneruskan hidupku.. Doakan aku dari tempatmu berada sekarang.’ucap Sungmin dalam hati.

YEIY!!!! FINALLY~~~
FF ini buat ecung hyung~ kekeke
@shyfly3424 @darishafarasiha

ada sekuelnya loh… yang bikin member ranger yang lain kekeke minho(nina)

keep comment =]

next sequel http://ninanino.wordpress.com/2011/04/05/that-place-i-give-it-up/#more-310

52 thoughts on “[FICLET] The Promise

  1. kakak~~~
    udah baca, ceritanya sedikit berbeda dari pikiran aku (?)
    aku pikir mereka jadian o.o
    yasudahlah rubah cerita dulu, *brb ambil penghapus*
    huaaaaaa
    kakak, aku suka ceritanya =))
    angst-nya kena =((
    tapi bakal lebih ngena kalo seandainya kejadian si eommanya sungmin nyeritain tabrakan itu agak panjang #kebanyakanminta
    oh ya, ngakak aku kak waktu baca ‘sebuah mobil menabraknya.. mengenai bagian vital’
    hueeeee pikiran yadong di alam bawah sadar saya berkuasa (?)
    vital apaan hayo (?) /dorrrr #getok
    oke kak, sekuelnya tunggu ya (?)
    diusahain secepet cepet cepet cepetnya (?)

  2. Pingback: That Place, I Give it Up ! « ninanino go BLOG (hahaha)

  3. O.O huwaaaaah(?)
    sangkain NC hyung-_- #plak
    dari awal cerita,enaak~ ceritanya kayak aku(?)
    eeeeeh pas mati,ga jadi deh-_-
    bagian vital?maksudnya?itunya?huahahahhahaha
    gabisa punya anak dong(?) #abaikan
    aku baca nc aaah~(?)

  4. aku bacanya tebalik….yang nina ranger dulu baru yang ini….hohohoho…kereeeenn!!!

    aku suka kata-kata ini :: deadline hidup

    kata” yang satu itu boleh aku kopas ga eonni?? plisss…suka bangett… deadline hidup…oaaahh :DDD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s