Please Believe…. 3rd Step

“mwoya hyung? Dia bilang dia terkena goresan kuku, tadi ada beberapa yeoja yang..”
“ah!! aku haus.. boleh aku minta minum?” tanya Ahra menyela ucapan Kyuhyun.
Kyuhyun menatap Ahra heran, kenapa yeoja itu tidak mau mereka tahu bahwa dia sudah mengalami perlakuan yang tidak menyenangkan? yeoja aneh.
Kyuhyun mengangkat bahu kemudian berkonsentrasi kembali pada pspnya.
Tak lama bel berbunyi.
Ahra sedikit shock mendapati dirinya bertemu idolanya.
“omona… onew.. aigoo..” gumamnya pelan.
Mereka datang berpasangan, kecuali Onew.
“yak! onew-ya.. mana pasanganmu? kau ini paling tua, apa tidak malu jalan sendirian?” tanya Heechul blak-blakan.
Onew hanya tersenyum.
“minho-ya!!!” seru Donghae lalu berangsur memeluk Minho, Hyuna, Minho yeoja tersenyum sembari menyingkir, bergabung dengan yeojadeul lainnya.
“saengil chukha nae dongsaeng!!!”
Minho tersenyum.
“gomawo hyung..”
Tiba-tiba shindong muncul di tengah hiruk pikuk.
“boleh kita mulai sekarang acaranya? aku sudah lapar~~”
Heechul memukul kepala shindong.
“yak! neo..makanan terus yang dipikirkan.”
shindong hanya mengelus-elus kepalanya sembari cemberut.
“eottohkae Minho-ya? kita mulai sekarang? kasihan shindong yang kelaparan ^^” ujar Leeteuk kemudian.
“hyung~~” sahut shindong dengan puppy eyes
“ne hyung, mulai saja sekarang.” ujar Minho.

Acara berlangsung sangat meriah, Ahra yang tidak begitu dekat dengan semua memperhatikan mereka, ikut tersenyum melihat keceriaan semuanya.
“ya! Ahra-ah kenapa kau tidak ikut bergabung bersama mereka?” tanya Eunhyuk yang tiba-tiba sudah berada di samping AHra membawakan minuman.
“gamsa hamnida oppa.. aniya… disini saja, aku ikut senang.”
“mm.. ya! jinki-ah!”
Onew menghampiri mereka, Ahra merasa sedikit salah tingkah.
“mworago hyung? jangan memanggilku jinki! namaku sekarang sudah cukup keren.”
Eunhyuk tertawa kecil
“arrasseo Jinki..”
“hyung!!”

“ayo kita berfoto!! biar aku upload ke twitter.” seru Heechul yang lain dengan riang mengiyakan.
“aku tidak mau ikut.” ujar Kyuhyun yang masih memainkan game-nya.
“yak! kau harus ikut, sudah ppali!”
Heechul menyeret Kyuhyun, terpaksa dia mem-pause gamenya.
“hyung kalau kita semua berfoto siapa yang akan memfotokan?” tanya Eunhyuk.
Heechul menepuk dahinya
“em.. biar aku saja oppa.” ujar Ahra.
Heechul menatapnya.
“okelah, tolong yang bagus ya hasilnya, nanti kalau sudah kau gantian saja dengan kyuhyunnie, kan tugas dia jadi tukang foto”/plak
member SJ dan SHINee berkumpul lalu berfoto bersama dengan Minho penuh corengan kue tart.
Sengaja para yeojadeul tidak diikutkan agar tidak menjadi skandal besar namun mereka berfoto sendiri-sendiri.
“hei, ahra-ah, ayo foto bersama,onew,fotokan kami” sahut eunhyuk lalu menggandeng tangan Ahra.
Sekali jepretan.
“hyung aku juga mau, kita foto bertiga!”
Onew menyuruh Taemin memfotokan mereka.

Kyuhyun melirik tiga orang yang duduk di depannya, entah kenapa ia merasa terganggu, padahal biasanya jika sudah bermain game perhatiannya tidak akan teralihkan oleh apapun.
Tiga orang itu tergelak, membuat emosinya memuncak.
“AISH!”
Semua terdiam.
“Kyuhyunnie wae?” tanya Leeteuk.
Kyuhyun tidak menjawab.
“Aku yakin pasti karena Game nya kalah.” sahut Donghae.
Kyuhyun masih mengacuhkannya.
“Bukannya karena yeochinnya berselingkuh?” tanya Yesung blak-blakan sambil menunjuk Ahra.
Ahra terkejut
“m..mwo? nae…naega?”
“hyung mau taruhan denganku?” tanya Donghae.
Donghae menghampiri Kyuhyun.
“maknae.. wae geurae? kau cemburu?”
Kyuhyun mendengus.
“aku kalah game.”
Jawaban Kyuhyun membuat cengiran di wajah Donghae tampak jelas.
“lihat kan hyung?”
Yesung melengos, kembali bermain bersama kura-kuranya.
“jangan lupa bayarannya hyung!” ujar Donghae lagi.
Yesung menghampiri Donghae, lalu menekan philtrumnya membuat cengiran di wajah Donghae menghilang =_=

“err… hyungdeul..” ujar Onew untuk meminta perhatian semuanya.
semua mata tertuju pada leader SHINee itu.
“begini, kami tidak bisa lama-lama, kami ada acara recording 2 jam lagi, mianhae..” jelas Onew sambil tersenyum khas.
“arra.. Minho-ya! bawa semua hadiahnya.. kalau mau bawa saja makanannya.” ujar Leeteuk.
Minho mengangguk.
Setelah kepergian mereka Leeteuk dan Yoora juga pamit, mereka berencana membeli keperluan untuk sushow 3 jepang mendatang.
“yak.. saengdeul… hyung mau pergi dulu yah, jaga rumah baik-baik” kata Leeteuk kepada paera dongsaengnya yang sama sekali tidak mengacuhkannya
“yak.. dongsaeng-ah =_=”
Ahra menghampiri Yoora sambil membawa tasnya.
“yak! onni mau kemana?” tanya Yoora.
“ikut bersama kalian kan?”
Yoora mendekati Ahra dan membisikinya sesuatu.
“onni berniat menggangguku dan leeteuk? onni tega sekali~~”
Ahra mengernyit bingung.
“okelah kalau kalian mau berduaan, lalu bagaimana caraku pulang?”
Yoora memutar kedua bola matanya, lalu menoleh pada Leeteuk.
“eottohkaeyo,oppa?”
Leeteuk tersenyum.
“tadi kan dia datang bersama kyuhyunnie, kalau begitu jadi tanggung jawab kyuhyun juga untuk mengantarnya pulang.”
Kyuhyun mendongak merasa namanya disebut.
“mwoya? shireo-ah hyung! kenapa slalu aku sih?”
Kihae menghampiri Kyuhyun dengan gagah berani, menepuk pundak namja itu.
“oppa harus tanggung jawab, oppa gak mau kan ditangkap sama polisi gara-gara menculik anak orang gak dipulangin?” /dor
Kyuhyun menaikkan salah satu alisnya, tapi tidak mengacuhkannya.
Nayoung datang membantu membujuk sang evil maknae.
“Kihae-onni terlalu lebay,biar aku aja. oppa gak kasian Ahra-onni masa mau pulang sendiri? dia kan yeoja, ntar kalau diapa-apain gimana? oppa mau tanggung jawab? iya kalau orang tuanya baik, kalau oppa dilaporin ke polisi? hayo!”
Kyuhyun memutar kedua matanya, heran akan keajaiban dua makhluk yang membujuknya ini, sama-sama lebay! *LOL peace nina, peace mimin
“yaudah, kalau Kyu gak mau biar aku yang …”
belum selesai Eunhyuk berbicara sudah dipotong Kyuhyun.
“arreo! arreo! biar aku antar!”
Kihae dan Nayoung tersenyum puas, Eunhyuk mengangkat bahunya, yang lain hanya tersenyum simpul.

Di perjalanan pulang Kyuhyun tidak bicara, Ahra juga malas mengajaknya bicara yang nantinya hanya berujung pada debat berkepanjangan.
“gamsa hamnida, kyuhyun-ssi.” ujar Ahra ketika ia akan turun dari mobil.
Kyuhyun tidak menjawab dan langsung melajukan mobilnya setelah gadis itu memasuki halaman rumahnya.

——————————————————————————————————————————

Yoora dan eommanya sedang duduk dengan tenang di meja makan bersama appanya yang asyik membaca koran harian ketika bunyi gedubrakan yang sanggup membangunkan orang mati terdengar dari langkah tergesa yang menuruni tangga.
“aigoo.. aku telat…” ucap Ahra yang disambut dengan tatapan mendelik dari Yoora, gelengan kepala dari eommanya dan sikap tak acuh dari appanya.
Ahra menyambar roti bakar yang tersedia di meja makan sambil mengikat sepatunya.
“onni.. kau mau ke jepang?” tanya Yoora.
“hah? afha waksudwuh?”
Yoora menjauh dari hujan lokal Ahra
“setidaknya telan dulu makananmu sebelum kau berbicara.” sahut Yoora
Ahra menelan rotinya dengan cepat.
“apa maksudmu? aku kan di Korea, baru saja kembali dari Jepang kenapa aku harus kembali ke sana dalam waktu singkat?”
“bukan begitu.,, maksudku..”
“sudahlah, nanti saja, aku sudah terlambat.”
“jangan lupa nanti eomma dan aku pergi, kunci di tempat biasa.”
Ahra melambai tak peduli lalu bergegas keluar rumah.

———————————————————————————————————————————-

“fiuhh… untung dosen tidak masuk..” gumam Ahra pada dirinya.
pandangannya menyapu seluruh ruangan.
“dia tidak masuk?” gumamnya lagi.
Tiba-tiba serombongan gadis menghampirinya.
Ahra terkesiap, “mereka” lagi
“kau..ikut kami.” ujar Youngmi
Ahra terpaksa menuruti, karena dia masih ingin selamat untuk ke depannya.
Mereka membawanya ke toilet wanita.

*adegan sadis skip~~*

Mereka meninggalkannya sendiri, dalam keadaan pipi memar dan basah kuyup.
Ahra tidak menangis, ia justru tersenyum miris.
“hanya karena sebuah foto” gumamnya.
Karena foto yang diupload oleh eunhyuk di twitternya, mereka tahu jika ia plang bersama Kyuhyun.
“hanya karena sebuah foto.” gumamnya lagi.
Tertatih ia berjalan kembali ke ruangannya.
Dosennya terkejut mendapati kondisinya yang seperti itu.
“kenapa kau?” tanyanya.
Ahra menggeleng lemah.
“hanya terpeleset tadi di toilet,daseunim” jawab Ahra
Beliau tidak bertanya-tanya lagi dengan jawaban itu, namun jawaban itu tidak cukup bagi seorang cho kyuhyun.
dari awal kedatangan Ahra, ia sudah menatapnya tajam,kondisi gadis itu tidak seperti akibat terpeleset, lebih dari itu.
Kyuhyun berdiri, menghampiri Ahra.
“joesonghamnida daseunim, sepertinya dia sakit, aku akan mengantarnya pulang, sillyehamnida.”
Kyuhyun menggamit tangan Ahra dan membawanya keluar ruangan, dengan sedikit tarikan kuat.
“aku tidak akan bertanya apa yang terjadi kalau kau sendiri tidak mau bercerita kepadaku.” ucap Kyuhyun dengan nada datar.
“na gwaenchana” jawab Ahra singkat.
Hanya bunyi langkah kaki yang terdengar setelah itu.

“aku bisa pulang sendiri.” ujar Ahra ketika tiba di mobil Kyuhyun.
Kyuhyun hanya mengangkat satu alisnya.
“masuk, aku bisa memaksamu dengan cara apapun kalau aku mau.”
Ahra menurut, dengan aura membunuh yang menyelimutinya.
“kau benar-benar tidak akan bercerita?” tanya Kyuhyun
Ahra terdiam, entah kenapa ia merasa ada yang salah dengan tubuhnya.
“kau tidak punya telinga? tidak dengar? atau tidak punya mulut jadi tidak bisa menjawab?”
“berhenti.” ucap Ahra
Kyuhyun tidak menggubrisnya.
“cepat berhenti aku mau muntah!!”
Ban berdecit nyaring seiring dengan kaki Kyuhyun yang menekan pedal rem mendadak.
“yak! mwohae?!!”
Bergegas Ahra keluar mobil menuju trotoar dan memuntahkan semua isi perutnya yang ternyata hanya air, oh dan sisa roti bakar -_-
“hei, gwaenchana?” taya Kyuhyun
Ia tidak bisa keluar mobil tanpa penyamaran, dengan Ahra bersamanya bisa menjadi umpan segar para netter dan media massa.
Pandangan Ahra berkunang-kunang, tubuhnya lemas.
Dan yang terakhir ia dengar hanyalah seseorang yang memanggilnya.

Kyuhyun cepat-cepat mengantar gadis itu ke rumahnya
Ia menekan nomor Yoora.
“Yeobo…”
“yoora-ah, kau di rumah?” tanya Kyuhyun tanpa basa-basi.
“eh? aniya oppa, waeyo?”
“ne onni.. dia pingsan, sekarang aku membawanya ke rumah kalian.”
“omona… kenapa bisa oppa? aigoo kami sedang di rumah imo.. aku akan berusaha cepat kembali.”
Kyuhyun memutuskan hubungan telepon untuk berkonsentrasi pada jalanan di depannya.

Ahra membuka matanya perlahan, ia di kamarnya, bagaimana bisa?
Ia berusaha untuk duduk.
“hei, kau sudah sadar?” tanya seseorang dengan suara yang sangat ia kenal 2 hari ini.
“kenapa kau bisa masuk?” tanyanya.
Kyuhyun tersenyum bangga.
“aku tidak cukup bodoh menjadi seorang superstar.” #apamaksudnya
Ahra tidak menjawab, berusaha mengumpulkan segenap kekuatannnya.
“hei, aku tidak bisa menemanimu seharian, aku ada pekerjaan, tapi aku juga tidak bisa meninggalkanmu sendiri dalam keadaan begini.”
Ahra mendongak, menatap Kyuhyun lekat.
“wae?”
“wae? karena orang bisa mengira aku yang sudah melakuka sesuatu sampai kau menjadi begini babo.”
Kyuhyun mengambil ponselnya.
“aku bisa sendirian.”ujar Ahra yang dijawab dengusan dari Kyuhyun.
“Jongmi? bisakah kau ke rumah Yoora? ne.. aniya.. Ahra sakit, yoora sedang tidak di rumah, kau bisa menemaninya? gomawo.”
Menutup teleponnya, Kyuhyun masih sibuk mengutak-atik ponselnya, menelepon seseorang lagi.
“Yeoboseoyo?”
“songphae-ah? bisakah kau ke rumah yoora? ahra sakit, aku minta kau menemaninya.”
“jigeum? memangnya tidak ada orang di rumahnya?”
“kalau ada orang aku tidak akan meneleponmu. datang sekarang.”
Kyuhyun menutup teleponnya.
Pandangannya beralih pada gadis pucat di depannya.
“jadi, sekarang aku di sini sampai mereka datang.” ucap Kyuhyun
“kau pergi saja, aku bisa sendiri.”
Lagi-lagi Kyuhyun mengabaikan perkataan Ahra dan asyik memainkan PSPnya, sampai kemudian bel pintu berdentang.
Jongmi dan Songphae datang bersamaan.
“tolong rawat gadis bodoh itu, dia bahkan tidak bisa berpikir saat ini, aku tidak melakukan apa-apa kepadanya.”
Kyuhyun pun pergi

10 thoughts on “Please Believe…. 3rd Step

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s