:*Forgive Me… (1st of 2) -nc 21.yadong-*:

Casts : Lee Donghae

Lee Hyukjae / Eunhyuk

Shin Yeonhee

Han Kihyun

***

hai haii!!! author ARA is back =3

kali ini ga bawa serial (?) kyura’s couple

Waktu di serial itu ada yang nebak soal hae yg jadi orang ketiga

wohahahahaha ini dia hae punya story tersendiri..

ini epep req dari cast *yeonhee* (-__-) dia minta dibikinin 3 ronde tapi ini aja udah kepanjangan sangat terserah deh lo suka apa gak #nyolot

cekidot!!!

***

“ahhh… Hyukkie..” desah Yeonhee ketika Eunhyuk mengulum nipplenya.

Desahan itu membuat Eunhyuk semakin bergairah.

Tangan Eunhyuk mulai menggerayangi selangkangan Yeonhee, membuat tubuh yeoja itu bergetar.

“Mendesahlah Yeonhee-ah…” ujar Eunhyuk seduktif

Desahan Yeonhee pun menjadi-jadi.

BLAKK!!!

Pintu kamar hotel yang mereka tempati sekarang menjeblak terbuka.

“Hyukkie-oppa…” panggil seorang yeoja lirih, Han Kihyun, yeoja chingu Eunhyuk.

Mata Kihyun langsung berkaca-kaca dan berlari meninggalkan seorang namja dengan ekspresi keras sedang menatap tajam ke arah Eunhyuk dan Yeonhee, yang notabene nya masih berstatus sebagai yeochinnya.

Donghae menghampiri Eunhyuk dengan langkah cepat lalu…

BUG!!!

“AIMA!! Mulai sekarang anggap kita tidak pernah kenal!!” sembur Donghae lalu meludahi Eunhyuk yang tersungkur di lantai.

Eunhyuk tersenyum sinis.

Donghae menatap Yeonhee dengan tatapan marah dan jijik lalu pergi meninggalkan mereka yang masih telanjang.

Yeonhee terpaku, seolah tersadar terhadap apa yang sudah terjadi ia bangun.

“Donghae-oppa!!!” serunya, namun ia tahu itu sia-sia karena Donghae pasti tidak mendengarnya, kalaupun dengar, ia yakin, Donghae tidak akan kembali.

Bergegas ia berpakaian, berlari keluar untuk mengejar Donghae, sejenak ia berhenti menatap Eunhyuk yang balas menatapnya nanar lalu meninggalkannya.

#FLASHBACK

Yeonhee tidak tahu apa yang merasukinya, tapi ia merasakan dorongan untuk bercinta dengan seseorang saat ini juga. Tapi ia tahu, jika ia melakukannya, ia akan terlihat seperti wanita murahan, meski ia memintanya pada namja chingunya sendiri , Lee Donghae.

Berjalan sendiri, Yeonhee bersedekap erat menahan nafsunya.

“Yeonhee-ah? Sedang apa kau disini?” tanya seseorang di belakangnya

Yeonhee menoleh, ternyata Eunhyuk.

Dan tiba-tiba nafsu yang ia tahan meledak dalam dirinya.

***

Yeonhee tidak ingat bagaimana akhirnya ia dan Eunhyuk ada di dalam kamar hotel dan hampir saja mereka ‘melakukannya’. Ia hanya ingat ketika pintu menjeblak terbuka dan itu membuatnya sadar.

Yeonhee tahu, itu akhir hubungannya dengan Donghae ketika melihat tatapan marah dan jijik namja itu sewaktu melihatnya. Tapi ia tidak ingin berakhir seperti itu, maka inilah yang ia lakukan, mengejar Donghae.

Dengan napas terengah-engah ia mendapati mobil Donghae sudah menghilang. Buru-buru ia menyetop sebuah taksi, mengarahkannya ke apartemen Donghae.

Ia tetap tidak menemukan mobil Donghae di apartemen, menandakan namja itu belum pulang.

Yeonhee menunggu di depan apartemen, merasa jijik kepada dirinya sendiri. Airmata mengalir di pipinya.

“Mianhae oppa…” ucapnya lirih.

Dering ponsel mengagetkannya, sebuah panggilan masuk.

Yeonhee mengaduk-aduk isi tasnya, berharap itu dari orang yang sedari tadi ia tunggu.

Namun harapan hanya tinggal harapan, Eunhyuk lah yang meneleponnya.

“Yeobseoyo?” sapa Yeonhee dengan suara sengau.

“Yeonhee-ah…aku..hei, kau menangis?”

“Gwaenchana Eunhyuk-oppa..aku…”

“Mianhae..” potong Eunhyuk.

Mereka terdiam sejenak.

“Sudahlah, ini sepenuhnya juga bukan salah oppa..” ujar Yeonhee.

Eunhyuk tertawa kaku.

“Aku akan bicara pada Hae agar dia tidak memutuskanmu.”

“Aniyo…biar aku saja yang bicara kepadanya, oppa urus aja Kihyun, dia pasti sangat shock. Sampaikan maafku kepadanya.”

“Hahaha.. kalau dia memaafkanku.. Sekali lagi mianhae Yeonhee-ah.. Jaga dirimu..”

Yeonhee tidak menjawab sampai kemudian Eunhyuk memutuskan panggilan, ia baru sadar ada yang menatapnya tajam.

“Donghae-oppa…”

Donghae memalingkan wajahnya, bergegas memasuki apartemennya.

Yeonhee buru-buru mengikuti.

“Oppa, kumohon…”

PRAANGG!!!

Donghae membanting vas bunga.

Yeonhee tersentak, ia memeluk tasnya erat, sekujur tubuhnya gemetar karena takut.

“Kau masih berani muncul di hadapanku?!”

Mata Yeonhee memanas.

“Oppa…Mianhae.. Aku sungguh minta maaf.. Aku tidak tahu apa yang..”

“DIAM KAU WANITA JALANG!!!!”

Yeonhee terpana, tidak menyangka Donghae yang ia tahu adalah namja yang selalu berbicara lembut dan tidak pernah berkata kasar kini mengatainya.

Yeonhee terduduk, tangisnya tumpah.

Melihat itu justru membuat Donghae semakin muak.

“Pergi kau..” ujarnya tajam.

Yeonhee menggelengkan kepalanya.

“Oppa..jebal..dengarkan aku…”

PRAKKKK!!!

Donghae melemparkan remote yang kalau Yeonhee bergeser 3 senti ke kanan, remote itu akan mengenainya.

“Aku tidak mau melihatmu atau mendengar suaramu lagi.. Pergi!!”

“Oppa…jebal…”

Donghae mengambil tindakan kasar.

ia menghampiri Yeonhee, menarik lengan Yeonhee kasar.

Yeonhee menjerit kesakitan.

“Donghae-oppa..andwae… Dengarkan aku jebal…”

Donghae tidak menjawab, setengah menyeret Yeonhee ke pintu.

Yeonhee mencengkeram kaos belakang Donghae.

“Oppa… kumohon…”

Kesal, Donghae memojokkan Yeonhee ke tembok.

Ia menatapnya tajam, tepat ke manik mata Yeonhee.

“Aku kurang apa? Hm? Apa aku kurang baik kepadamu? Perhatian yang aku berikan kurang???”

Yeonhee menggeleng, ia berusaha meredam tangisnya.

“Jadi kenapa kau tega? Kenapa kau justru bercinta dengan Eunhyuk, sahabatku sendiri hah??!!! WAE??!!!!”

Yeonhee tidak menjawab/

“Oppa..aku…mmhhh..”

Belum sempat Yeonhee menjelaskan Donghae sudah mengunci mulutnya dengan ciuman kasar.

“Kekasihmu itu aku!!!! Tapi aku bahkan belum pernah menyentuh ini!!”

Donghae meremas payudara Yeonhee dengan kasar, Yeonhee merintih kesakitan.

“Oppa salah paham…aku…”

Donghae menciumnyakasar, lalu menatapnya tajam.

“Kau harus melayaniku juga..”

“Oppa, andwae….” ujar Yeonhee memohon, ia tidak peduli lagi tangisnya membuat Donghae lebih kesal.

Donghae menciumnya lagi, tidak peduli pada tangan Yeonhee yang memukul-mukulnya agar melepaskannya.

Donghae merobek baju Yeonhee, membuat tangan Yeonhee bergerak menutupi dadanya.

Donghae mendengus.

“Kau sudah telanjang di depan namja lain, tapi kau malu telanjang di depan kekasihmu?”

“Oppa, jebal…aku…”

Yeonhee memekik ketika Donghae mengangkat tubuhnya dengan mudah, ia membawanya ke kamar.

Dilemparkannya Yeonhee ke ranjang.

“Kau tahu…” ujar Donghae sambil melepas bajunya sendiri.

Yeonhee menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.

“Pembalasan itu selalu lebih kejam.” lanjut Donghae dan tersenyum sinis.

Hae menyentakkan selimut yang menutupi tubuh Yeonhee, ditindihnya tubuh kekasihnya itu sehingga yeonhee sama sekali tidak bisa bergerak.

“Oppa…andwae…jebal…aku tahu aku..mmmhhh…”

Diciumnya bibir Yeonhee kasar, disobeknya bra Yeonhee dan terpampanglah kedua payudaranya.

“wow! Pantas saja Eunhyuk mau melakukannya denganmu.”

Yeonhee hanya bisa terisak yang sudah pasti diabaikan Donghae yang sedang dikuasai amarah.

Donghae kembali mencium Yeonhee sementara tangannya meremas payudara Yeonhee. Bagi Yeonhee ini sama sekali tidak nikmat, hanya sakit dan kecewa yang ia rasakan.

Tangan Donghae bergerak cepat melepas celana dan cd Yeonhee. Yeonhee hanya bisa pasrah, jika Donghae melakukannya maka dia akan tahu yang sebenarnya.

“Kau tadi sudah melakukannya dengan Eunhyuk bukan? Jadi aku tidak akan sungkan-sungkan.” ujar Donghae yang disambut gelengan kepala Yeonhee.

Donghae mengarahkan juniornya yang setengah mengeras ke lubang kewanitaan Yeonhee, beberapa kali ia coba gagal.

Kali keempat ia coba, kepala penisnya berhasil masuk, menyebabkan isakan Yeonhee terdengar lebih keras.

Donghae mendorong pinggulnya agar penisnya masuk lebih dalam.

“Lebih sulit dari yang kubayangkan.” gumamnya.

“Apa Eunhyuk melakukannya dengan cepat?” tanya Donghae retoris kepada Yeonhee.

Yeonhee menggigit bibirnya, tangannya mencengkeram seprai dengan kuat untuk menahan rasa sakit yang luar biasa.

Dalam sekali sentakan Donghae mengarahkan seluruh tenaganya dan membenamkan seluruh juniornya ke vagina Yeonhee disertai jerit kesakitan Yeonhee.

Dan saat itu Donghae sadar ada yang salah.

Penisnya terasa telah menembus sesuatu dan setelahnya ada cairan yang mengalir.

Donghae langsung mengeluarkan penisnya yang membuat Yeonhee merintih kesakitan lagi.

Dan ia terkesiap, darah melumuri sebagian penisnya.

Dongahe terduduk di tepi ranjangnya, berpikir keras terhadap apa yang telah terjadi.

“Aku..aku belum sampai tahap itu dengan Eunhyuk-oppa, oppa datang di saat yang tepat… Aku minta maaf..” ujar Yeonhee memecah keheningan yang lumayan lama berselang di antara mereka.

Donghae menatap kekasihnya nanar.

“Aku berusaha menjelaskan..tapi..” Yeonhee kembali terisak.

Donghae memeluk Yeonhee erat.

“Mianhae Yeonhee-ah… Jeongmal mianhae.. Mian aku tidak mendengarkan penjelasnanmu..”

Yeonhee menggelengkan kepalanya di dalam pelukan Donghae.

“Aku yang salah… kalau oppa tidak datang mungkin aku..”

Donghae mengeratkan pelukannya, kemudian ia melepaskannya ketika Yeonhee sudah lebih tenang.

“Aku minta maaf sudah berbuat kasar dan…merenggut keperawananmu..pakai bajumu, aku akan mengantarmu pulang, aku harus menemui Hyukkie..”

Yeonhee mengangguk, tapi ketika ia mencoba bangun ia menjerit.

“Wae? Wae geurae?” tanya Donghae panik

“Appo…” jawab Yeonhee lirih.

“Apanya?”

Wajah Yeonhee memerah lalu menunjuk ke selangkangannya.

Donghae langsung paham.

“Mianhae.. Boleh aku obati?’ tanya Donghae.

Ekspresi Yeonhee menandakan tanda tanya.

Donghae bergerak ke kamar mandi dan membawa handuk kecil yang basah.

Lalu Donghae mendekat, tangannya mengarah ke selangkangan Yeonhee, Yeonhee menghindar.

Donghae menatap Yeonhee, mengangkat sebelah alisnya seolah meminta ijin.

Ketika tangan Donghae yang memegang handuk basah menyentuh selangkangannya Yeonhee tidak lagi menghindar.

“Sepertinya tidak ada yang lecet di bagian luar, mungkin karena selaput daramu sobek..” ujar Donghae, ketika ia menatap Yeonhee, ia menangkap yeoja itu menggigit bibir bawahnya.

“appo?” tanyanya lagi ketika menyentuh selangkangan Yeonhee.

Yeonhee menggeleng, ia justru mendesah.

Donghae mendekat, melempar handuknya entah kemana, ia mengelus-elus vagina Yeonhee

“Appo aniya?”

Hanya dijawab dengan desahan Yeonhee yang lebih keras.

Donghae tersenyum seduktif, ia bergerak lebih dekat, tangannya yang satu masih mengelus-elus kewanitaan Yeonhee sambil sesekali memberi cubitan kecil.

Tangannya yang lain meremas pelan payudara Yeonhee.

“aaahhh” desah Yeonhee.

Donghae menggigit bibir bawahnya menahan nafsu, ia sendiri sadar ‘kepunyaannya’ sudah menegang.

Donghae mencium bibir Yeonhee lembut, Yeonhee membalas ciuman Donghae membuat namja itu meningkatkan ciuman mereka ke tahap yang lebih intim.

Tanpa sadar tangan Donghae yang mengelus-elus kewanitaan Yeonhee sudah berpindah, kedua tangannya meremas dan memilin payudara Yeonhee.

Juniornya menggesek vagina Yeonhee dengan cepat seolah tak sabar.

“aaahhhhhh…… oppa…mmmmhhhhhh…..”

“desahanmu seksi baobei-ah…” bisik Donghae dan memberi kedipan mautnya.

Wajah Yeonhee semakin merah karena nafsu dan malu, ia menggigit bibir bawahnya untuk menahan desahannya.

“Jangan ditahan..” bisik Donghae lagi lalu bibir Yeonhee dilahapnya, diisapnya lembut.

Donghae mencium leher Yeonhee dan tiba-tiba yeoja itu menjerit kecil lalu memeluk Donghae erat.

Orgasmenya yang pertama.

“Kau sudah keluar?” tanya Donghae takjub.

Yeonhee mengangguk kecil, sambil tersenyum merasa agak malu.

Donghae menatapnya sambil tersenyum seduktif, dengan cepat ia sudah memosisikan wajahnya di depan selangkangan Yeonhee.

“oppa mau ap…aaaahhhhhh…..”

Donghae menghisap cairan orgasme Yeonhee dengan lahap seolah ia kelaparan.

Diulurkan lidahnya menyusuri vagina Yeonhee.

“aahhhhh teruuuussssshhhhhhhh mmmhhh …”

Dijilatnya sebuah spot di dalamnya membuat tubuh kekasihnya itu bergelinjang.

Tahu itu merupakan titik sensitif Yeonhee, dijilatnya semakin intensif.

Tak lama Yeoja itu kembali bergelinjang hebat dan mendapatkan orgasme keduanya.

Gemas akan perlakuan Donghae, Yeonhee menarik wajah Donghae, dan menciumnya penuh nafsu.

“Kali ini giliranku oppa..”

“Aku pasrah saja..” ujar Donghae sambil tersenyum menggoda.

Yeonhee memegang junior Donghae, dielusnya perlahan, diremasnya pelan membuat namja itu menggigit bibirnya saking enaknya.

“Mendesahlah oppa… desahanmu seksi..” ujar Yeonhee membalikkan kata-kata Donghae.

Namja itu tertawa kecil.

Oleh Yeonhee dimasukkannya penis yang besar itu semuat mulutnya.

Dihisapnya pelan, sembari tangannya meremas twinball Donghae.

“errrggghhhhh yesss baobeiii ahhhhhh terusssssss…”

Dikocoknya junior Donghae, kepala namja itu bergerak kesana kemari, tangannya memegang kepala Yeonhee agar mengocok lebih cepat.

Namun tak berapa lama Donghae menarik Yeonhee, kembali menindihnya.

Jemarinya mengelus wajah Yeonhee.

“Bolehkah aku…”

Telunjuk Yeonhee menyentuh kedua bibir Donghae.

Dan ia mengangguk.

Donghae tersenyum.

Perlahan dimasukkan penisnya, kali ini dengan pelan dan lembut.

Keringat membasahi tubuh keduanya.

Yeonhee kembali menggigit bibirnya, kali ini untuk menahan sakit.

Beberapa menit sudah berlalu namun baru seperempat junior Donghae masuk.

“Sudah, langsung… saja… oppa…” ujar Yeonhee yang sudah tidak kuat menahan sakit.

“Arrasseo…mian, mungkin agak sakit,…tahan yah..”

Yeonhee tidak menjawab, tangannya mencengkeram seprai untuk mengantisipasi rasa sakit yang luar biasa itu datang lagi.

Donghae mengambil napas panjang, lalu kembali dengan sekuat tenaga ia menyentakkan penisnya agar masuk spenuhnya ke vagina Yeonhee.

“aacckkk!!!” pekik Yeonhee.

Keduanya terengah-engah setelahnya.

“Semoga setelah ini rasanya sama seperti apa yang mereka gemborkan.” gumam Donghae.

“Oppa bilang apa?”

“ah? Aniya…” ujar Donghae

Yeonhee tidak merespon karena saat itu Donghae mulai menggerakkan pinggulnya.

Gesekan yang terjadi antar alat vital itu masih terasa menyakitkan baginya, namun ia berusaha rileks, berusaha menikmati.

Donghae membantunya, ia kembali mencium bibir dan leher Yeonhee, juga merangsang titik sensitif lainnya milik Yeonhee.

Desahan Yeonhee kembali terdengar.

“aahhhhhhssssss terussssssss mmmmmmhhhhhh..”

Donghae mencengkeram bantal yang ditiduri Yeonhee, ia merasa ini suatu hal yang luar biasa, perasaan yang ia dapat, ia merasa seperti….terbang

Donghae mempercepat gerakannya, berharap mendapat kenikmatan yang lebih.

Tubuh Yeonhee bergerak berlawanan dengan Donghae, dan keduanya mendesah bersama.

“aaahhhhhhhhhhh”

Kemudian Donghae menarik Yeonhee, membalikkan tubuhnya, sehingga kini Yeonhee yang menindihnya.

“im following you…” bisik Donghae dengan suara seksinya.

Yeonhee bergerak perlahan, ia menggigit bibirnya menahan kenikmatan yang belum pernah ia rasakan dan hampir saja ia melakukannya dengan namja lain tadi.

Tangan Donghae tidak tinggal diam, diremasnya pantat Kekasihnya.

Mulutnya mengulum payudara Yeonhee yang sedari tadi bergoyang-goyang seolah menggodanya.

“aaahhhh opppaaaaaaaa….sssshhhssss nik…maaaattttttt”

Ranjang berderit seiring dengan gerakan mereka.

Namun belum sampai kenikmatan puncak mendatangi mereka, Yeonhee menjatuhkan wajahnya ke dada Donghae.

“Capek..oppa…aku..tidak sanggup…”

Donghae pun membangunkan Yeonhee, menggendongnya ke kamar mandi yang berada di dalam kamarnya.

Didudukkannya Yeonhee di pinggiran bathtub, diangkatnya kaki kanan Yeonhee untuk bersandar ke bahunya, dan kaki satunya dilingkarkannya ke pinggangnya.

Ia pun kembali memasukkan juniornya.

Keudanya kembali mendesah.

Kali ini Donghae mengocoknya dengan cepat, ia ingin segera merasakan kenikmatan puncak itu.

Diciumnya bibir Yeonhee dengan ganas, tangannya meremas-remas payudara yeoja itu lagi.

Tak mau kalah, Yeonhee memilin-milin nipple Donghae.

“errrrrghhhhhhh Yeon-ah..aku….”

Gerakan mereka berdua semakin tidak teratur.

Yeonhee menarik wajah Donghae, melahap bibir namja itu.

Lalu ia memeluk Donghae erat, tangannya mencakar-cakar punggung namja chingunya.

Donghae yang paham Yeonhee mengalami klimaks mengocok juniornya semakin cepat agar ia bisa merasakan hal yang sama.

Dan ketika kenikmatan itu datang, disodoknya keras penisnya dan digigitnya leher Yeonhee.

“eeeerrrrrrrgggggggggggggghhhhhhhhhhh!!!!!!!!!!!!!!!!”

Beberapa menit mereka tetap dalam posisi seperti itu, sampai kemudian satu sama lain saling melepaskan diri.

“saranghae” ucap Donghae sambil menatap Yeonhee lembut .

“Nado, oppa..” ujar yeonhee lalu mencium bibir Donghae sekilas.

Donghae tersenyum, lalu menghidupkan air.

“Mandilah, akan aku carikan baju ganti untukmu. Mian sudah merobek bajumu.”

Yeonhee mengangguk.

“mm… Gwaenchana…”

Donghae keluar dan menutup pintu kamar mandinya.

“Kurasa aku harus minta maaf pada Hyukkie, bagaimana menurutmu?” tanya Donghae ketika Yeonhee selesai mandi.

“Itu terserah oppa, tapi Eunhyuk-oppa merasa bersalah, ia berniat menjelaskan yang sebenarnya pada oppa..”

“Yang sebenarnya…. Apa yang sebenarnya terjadi? Aku merasa ini semua sangat kebetulan. Ada yang aneh…”

***

YAk!!! part 1 sampe sekian aja huahahahahaha

Jadi saya as author minta readers buat ikutan nebak bareng Donghae..

APAKAH YANG SEBENARNYA TERJADI????

Yang tebakannya paling jitu ntar saya kasih kolor+beha biasnya, boleh request…~ asal bukan kyunnie aja yah #selfish

okehhh… sekian aja sampe ketemu lagi kapan-kapan di part kedua brg master yadong EUNHYUK!!!! *claps

23 thoughts on “:*Forgive Me… (1st of 2) -nc 21.yadong-*:

  1. Kyaaaaa >,<
    donghae ganas bgt (?) sebelum tau kalo Yeonhee masih perawan ._.
    Kasian eunhyuk, napsunya ditunda._. #eh

    daebaakk u,u ditunggu lanjutannya ya unnie😀

  2. Annyeongg ahraa authoorr😀
    Saya sedang berkelana mencari ff donghae dan sampailah disinii🙂

    aakh ceritanyaa baguss ,, donghaenyaa ganass …
    Tapi tapi abis tau yg sebenernyaa brubah jd lembut lg , ah makin cintaaa :*

    Dan suka bgt yg part “aku kekasihmu!! Bahkan belum pernah menyentuh inii …”

    Rawrrrr aku mau dipojokin dongekh dan diperlakukan ky gitu *eh??

    Selebihnya , alurnya bagus , dan bahasanya jugaa🙂
    Keep writingg !! ^^ *tebar abs kyu*

  3. awalnya nyari ff.. trus nemu ff ini..
    kaget pas baca… donghae berbahaya ternyata.. hahahahaha…
    semangat author buat bikin ff lain..😀

  4. aaaaaaah donghae kasar sking cmburu’e…
    Pgn downk d cmburuin gt ama donghae oppa #plaaaak ngarep..#
    lanjut lg ah bca’e…
    Oh iy bgus loh thor crta’e sking deg2an ampe lupa komen hehe..

  5. annyeong aku reader baru.
    pas banget,lg pengen baca ff donghae eh kebuka ini.
    dan ternyata yadong lg haha
    ff nya TOP lahhh Thor!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s