:*Forgive me… End Chapter (NC 17-Yadong)*:

Eunhyuk memasukkan ponselnya ke saku celananya setelah menelpon Yeonhee. Matanya memandang ke lantai 2 di sebuah apartemen. Dengan penyamaran sempurna, ia berhasil mengelabui orang-orang yang terus berlalu-lalang di sekitarnya.

Namun tidak dengan seseorang yang tinggal di lantai yang terus dipandangi olehnya. Gadis itu, Han KiHyun, tahu bahwa namja chingunya –setidaknya belum ada kata “putus” yang keluar dari mulut salah satu dari mereka- sudah berdiri di depan apartemennya selama hampir satu jam.

Kihyun menghela napas, ia merasa kasihan dengan Eunhyuk. Namun hatinya yang terluka tidak bisa dibohongi. Ia terus berusaha mengabaikan kekasihnya itu, Kihyun menyibukkan dirinya dengan membersihkan apartemennya.

GLEGGAAAR!!!!!

Suara petir mengagetkan Kihyun. Baru disadarinya, saat ini langit menggelap padahal baru pukul empat sore. Dua jam sudah ia membersihkan apartemennya.

Kakinya spontan membawanya ke dekat jendela

“Omo! Bagaimana bisa….?”

Eunhyuk masih berdiri di depan apartemen Kihyun, dengan pose yang tidak berubah dari dua jam yang lalu. Kepala Eunhyuk masih saja menengadah ke lantai dua, tempat Kihyun berada.

Namun Kihyun bergerak menjauhi jendela, memilih untuk melenyapkan diri dari jarak pandang Eunhyuk. Tak lama hujan deras mengguyur kota Seoul.

Kihyun menahan dirinya untuk tidak mendekati jendela.

“Tidak boleh… Han Kihyun, kau harus tegas!”

Kihyun mengepalkan tangannya.

CTAAAAAAAAAR!!!!!

Petir kembali menyambar, membuat Kihyun terlonjak.

Matanya nanar menatap jauh keluar jendela. Perlahan ia bergerak mendekati jendela dan matanya membulat. Pemandangan yang sama masih dilihatnya. Perbedaannya hanyalah hujan deras dan baju Eunhyuk yang basah kuyup.

Tanpa pikir panjang Kihyun berlari keluar setelah sebelumnya mengambil payung yang ia letakkan di belakang pintu.

Eunhyuk yang menyadari keberadaan Kihyun yang perlahan mendekatinya, berusaha menyunggingkan senyumnya yang terbaik walaupun sepasang bibirnya gemetar.

“Neo baboya?” tanya Kihyun, ia sedikit berjinjit agar bisa memayungi Eunhyuk.

Eunhyuk menundukkan kepalanya.

”Aku bisa jadi bodoh hanya karena cinta.” jawabnya.

Kihyun berusaha mencari kebohongan dimata Eunhyuk, ia takut Eunhyuk hanya merayunya. Namun yang ia lihat hanyalah tatapan tajam yang menunjukkan keseriusan.

Kihyun menggandeng tangan Eunhyuk, berjalan beriringan memasuki apartemennya.

Kihyun memberikan handuk dan baju ganti untuk Eunhyuk.

“Kenapa kau bisa mempunyai baju lelaki?” Tanya Eunhyuk ketika Kihyun menyerahkan baju ganti.

“Err..yaaah..itu..sebenarnya, aku mau memberikannya kepadamu sebagai hadiah..aku baru membelinya hari ini…tapi kau…”

Eunhyuk tahu apa yang terjadi setelahnya.

“Aku melakukan ini semua bukan karena tanpa alasan, aku ingin menjelaskan…aku..”

“Mandilah dulu” potong Kihyun.

Eunhyuk sedikit heran, namun kemudian ia mengangguk.

Kihyun menidurkan dirinya di sofa, berpikir tentang semua yang sudah ia lakukan ataupun yang tidak ia lakukan dan juga yang seharusnya ia lakukan.

Eunhyuk mencari-cari Kihyun sekeluarnya dari kamar mandi. Menemukan Kihyun yang terbaring di sofa dengan sebelah tangannya di kening membuat Eunhyuk bergegas mendekatinya.

“Gwenchanayo?” tanyanya.

Kihyun membuka matanya, lalu ia pun memposisikan dirinya untuk duduk.

“Kau mau minum apa?” tanyanya mengabaikan pertanyaan Eunhyuk.

Eunhyuk tidak merespon, ia menunggu jawaban pertanyaannya.

Kihyun menghela napas.

“Apa menurutmu kau akan baik-baik saja jika menemukanku sedang telanjang bersama namja lain yang notabenenya masih sahabatmu di sebuah kamar hotel?”

Eunhyuk menunduk.

“Mianhae” ucapnya.

Kihyun tahu, tidak, ia bisa merasakan satu kata itu telah diucapkan Eunhyuk dengan sepenuh hati. Seolah ia ingin mengeluarkan beban yang menghimpit dadanya.

Kihyun mengangkat wajah Eunhyuk.

“Cium aku” ujarnya yang langsung membuat Eunhyuk terperangah.

Melihat Eunhyuk terdiam, Kihyun mengambil inisiatif. Didekatinya wajah Eunhyuk dan dikecupnya bibir Eunhyuk lembut.

“Kau tidak mau menciumku karena aku kurang cantik dibandingkan Yeonhee?” Tanya Kihyun.

Eunhyuk mengalihkan pandangannya, tersenyum sinis yang ditujukan kepada dirinya sendiri.

“Dengarkan aku” ujar Eunhyuk sembari menatap ke dalam mata Kihyun.

“Yang aku lakukan dengan Yeonhee adalah sebuah kesalahan dan aku bersyukur…”

PRAAAANG!!!!

Kihyun memecahkan kaca mejanya dengan tangannya menyebabkan darah melumuri kepalan tangannya.

Eunhyuk terpana.

“KENAPA KAU TIDAK BISA MENGERTI!!”

Kihyun mengangkat tangannya lagi namun Eunhyuk mencekalnya.

“Jangan gila! Kenapa kau menyakiti dirimu sendiri?! Kalau kau marah padaku, pukul aku!”

Eunhyuk menatap Kihyun dengan tajam.

Pertahanan Kihyun jebol, air matanya menetes.

Melihatnya, Eunhyuk mendekapnya erat. Mengelus rambut Kihyun berusaha untuk menenangkan gadis itu.

“Aku minta maaf, aku tau aku benar-benar brengsek, aku sudah sangat jahat telah melukaimu… Aku tidak ingin kau menyakiti dirimu. Sakiti aku! Aku yang salah….”

Ucapan Eunhyuk membuat Kihyun membalas dekapan Eunhyuk.

”Aku sangat menyayangimu.. Aku tidak bisa melukaimu.. Tidak mungkin..”

Eunhyuk membiarkan Kihyun menangis di pelukannya, membiarkan gadis itu meluapkan emosinya.

“Duduklah,” Ujar Eunhyuk ketika tangis Kihyun mulai mereda.

“Akan aku obati lukamu.” Lanjutnya lagi, lalu mendudukan Kihyun di sofa.

“Di lemari laci paling atas.” Ujar Kihyun pelan melihat Eunhyuk kebignungan mencari kotak obat.

Eunhyuk tersenyum kepada Kihyun.

”Tahanlah mungkin akan sedikit sakit.” ujarnya.

Kihyun mendengus.

”Hatiku masih lebih sakit.” Ucapnya lalu memaksakan tawanya.

Namun Eunhyuk tidak tertawa.

“Nah selesai.” Ucap Eunhyuk ketika selesai memperban tangan Kihyun.

Kihyun memperhatikan hasil kerja Eunhyuk dan ia tersenyum.

“Kenapa? Aku memang tidak begitu pintar dalam hal membalut perban.” Ujar Eunhyuk.

Kihyun tersenyum lebih lebar.

“Aku senang kau menyadarinya jadi aku tidak perlu mengatakannya lagi kepadamu.. Tapi bukan karena itu.. Aku senang karena..setidaknya kau masih memperhatikanku.”

Eunhyuk terpaku, lalu membereskan peralatan obat dan mengembalikannya.

Eunhyuk duduk di samping Kihyun .

“Tidak bisakah kau memaafkan aku dan melupakan peristiwa itu?” tanyanya.

“Aku bisa memaafkanmu tapi aku tidak bisa melupakan kejadian itu” jawab Kihyun cepat.

Keduanya terdiam.

“Apa yang harus kulakukan agar kau tidak mengungkit kejadian itu lagi?”

Kihyun tidak menjawab, tapi kemudian ia mendekati Eunhyuk, menarik kaos depannya.

“Lakukan apa yang hampir kau lakukan pada Yeonhee.”ujarnya.

Eunhyuk mengerjapkan matanya, heran terhadap kelakuan Kihyun yang berbeda dari biasanya.

Kihyun adalah gadis yang tenang namun rapuh.

Selama berhubungan, Eunhyuk tidak pernah melihat dan menemukan Kihyun bertindak agresif seperti ini.

“Kau baik-baik saja?” tanyanya lalu memegang kening Kihyun dengan punggung tangannya, Kihyun menepisnya.

“Aku serius Lee Hyukjae.”

Kihyun melepaskan sweaternya, menyisakan tanktop tipis yang melekat di tubuhnya.

“Pakai bajumu.” Ujar Eunhyuk dingin.

Kihyun mengacuhkannya, ia justru menempelkan badannya ke badan eunhyuk dan mengalungkan kedua lengannya ke leher Eunhyuk.

“Han Kihyun, aku bilang pakai bajumu dan jangan bertingkah aneh-aneh!”

Eunhyuk melepaskan tangan Kihyun dan ia berdiri.

“Kau tidak mencintaiku lagi? Kau lebih ingin melakukannya dengan Yeonhee?”

Kihyun menatap Eunhyuk nanar.

Eunhyuk terdiam, ia berbalik membelakangi Kihyun.

”Kenapa kau tidak menjawab, Hyukkie? Kenapa kau bahkan tidak mau melihatku? Kenapa..mmmmhh”

Eunhyuk mengunci mulut Kihyun dengan bibirnya, mengulumnya dengan ganas. Direngkuhnya tengkuk Kihyun agar lidahnya dengan leluasa menyusuri rongga mulut Kihyun.

“Hyukkie..apa yang…mmpph”

Kihyun hendak bertanya sewaktu Eunhyuk melepaskan ciumannya. Namun Eunhyuk kembali mengunci mulutnya.

Kihyun mencengkeram kaos Eunhyuk dengan kuat, seolah ia menginginkan Eunhyuk melakukan lebih.

Tangan Eunhyuk meresponnya, sebelah tangannya tetap memegangi tengkuk Kihyun namun sebelahnya telah menyusup masuk ke balik tanktop Kihyun, mengelus-elus perut kekasihnya.

Kihyun mendesah pelan di dalam panasnya ciuman mereka.

“Kau ingin lebih dari ini?” tanya Eunhyuk.

Kihyun mengangguk pelan, wajahnya memerah.

Eunhyuk mengangkat tubuh Kihyun untuk duduk di atas pangkuannya. Ditelusurinya wajah kekasihnya, diberikannya senyum seduktif yang membuat jantung Kihyun berdebar kencang.

Eunhyuk mengecup kening Kihyun lembut, kembali ditelusurinya wajah Kihyun namun kini menggunakan bibirnya. Bibir Kihyun mencari-cari bibir Eunhyuk, dan begitu bertemu mereka berdua kembali melakukan ciuman panas.

Eunhyuk menjilat bibir Kihyun, dijulurkan lidahnya masuk dan mengunci lidah Kihyun.

Kihyun membalas perlakuan Eunhyuk, ia menghisap bibir bawah Eunhyuk. Tangannya membuka kaos Eunhyuk, bergerak untuk mengelus-elus perut dan abs Eunhyuk.

Tapi Eunhyuk melepaskan ciumannya tiba-tiba.

“Kau tidak perlu melakukan apa-apa.” ujarnya.

Kihyun mengerucutkan bibirnya.

Namun itu justru menjadi sasaran ciuman Eunhyuk.

Tangan Eunhyuk kembali berulah, jika semula hanya mengelus perut Kihyun kini tangannya bergerak perlahan menuju payudara Kihyun.

Dibalik bra Kihyun, dengan lembut Eunhyuk memainkan payudara Kihyun.

Kihyun mengeluarkan desahan yang lumayan kencang yang kemudian membuat Eunhyuk mengunci mulutnya lagi.

Dihisapnya bibir Kihyun, diberinya gigitan lembut yang membuat Kihyun semakin terlena dengan permainan awal Eunhyuk.

Terlalu lama bermain dengan bibir Kihyun, Eunhyuk ingin mencoba bermain di daerah lain.

Diciumnya dagu Kihyun pelan, ciumannya terus turun sampai leher.

Dihembuskan napasnya pelan mengenai leher Kihyun membuat tubuh kekasihnya menggeliat.

Dikecupnya pelan leher Kihyun, dijilatnya, kemudian dikulumnya hingga meninggalkan bekas kemerahan.

Eunhyuk sedang menurunkan sebelah tali tank top Kihyun ketika dari perutnya terdengar bunyi berkerucukan.

Eunhyuk pun menghentikan aktivitasnya, tersenyum malu ia menjatuhkan kepalanya di bahu Kihyun.

Kihyun tertawa pelan.

“Kau benar-benar perusak moodku.” ujarnya lalu bangkit, beranjak ke dapur untuk membuatkan makan malam untuk Eunhyuk dan dirinya sendiri.

Makan malam berlangsung damai, hanya dengan diselingi oleh obrolan dan candaan ringan.

Sesudahnya Kihyun mencuci semua piring dan mangkuk kotor sementara Eunhyuk menonton televisi.

Eunhyuk sedang serius menonton ketika kedua lengan Kihyun melingkari lehernya, ia pun mendongak.

“Waeyo?” tanyanya.

Kihyun mendekatkan wajahnya ke telinga Eunhyuk.

“Kita lanjutkan yang tadi?”

Eunhyuk tersenyum lebar.

“Kalau aku bilang tidak?”

Kihyun mengerucutkan bibirnya, membuat jemari Eunhyuk tergoda untuk mencubitnya.

Eunhyuk menarik wajah Kihyun agar lebih dekat, dikecupnya lembut bibir Kihyun lalu ia tersenyum.

“Itu cukup kan?”

“Oppa-ya..” rajuk Kihyun.

Eunhyuk memberi isyarat pada Kihyun untuk duduk di sebelahnya.

“Kenapa kau ingin melakukan itu? Sebelumnya kau tidak pernah meminta yang aneh-aneh.. Apa ini semua karena kejadian tadi siang?” tanya Eunhyuk setelah Kihyun duduk dan menyenderkan kepalanya di bahu Eunhyuk.

Kihyun hanya mendesah pelan.

“Kau tahu.. Tadi siang adalah kesalahanku..aku..”

“Aku tidak mau dengar apa-apa tentang tadi siang.” potong Kihyun keras kepala.

Eunhyuk terdiam, lalu menghela napas panjang.

Eunhyuk mendekat untuk mengecup kening Kihyun.

“Aku tidak bisa melakukannya denganmu.” ujar Eunhyuk.

Kihyun mengangkat kepalanya, ditatapnya Eunhyuk tajam.

“Kenapa?! Kau sudah melakukannya dengan Yeonhee!! Kenapa kau bilang tidak bisa??!!”

Eunhyuk tidak langsung menjawab, ia memegang kedua tangan Kihyun.

“Aku hampir melakukannya dengan Yeonhee, tapi untungnya tidak, dan asal kau tahu prinsipku adalah aku tidak akan pernah meniduri calon istriku, tidak sebelum dia sah.”

Kihyun membuka mulutnya untuk emmbantah, namun sedetik kemudian ia ternganga.

“Calon istri?”

Eunhyuk tidak menjawab, ia justru mengangkat dagu Kihyun, menciumnya lembut, mengusap-usapkan bibirnya pada bibir Kihyun.

Kihyun mendorong wajah Eunhyuk.

“Hyukkie-oppa, katakan dengan jelas maksud perkataanmu sebelumnya! Apa maksudmu calon istri?”

“Nanti kau juga akan tahu.” jawab Eunhyuk lalu kembali mengecup bibir Kihyun.

“Oppa-ya..”

“Diamlah, bukannya tadi kau meminta ini?” tanya Eunhyuk sembari bibirnya bergerak menyusuri leher Kihyun.

“Eeerrrrhhhhh dan..bukankah…kau tidak..mau melakukan..nya..?”

Eunhyuk tertawa pelan.

“Nikmati saja.”

Kihyun tidak membantah, ditariknya wajah Eunhyuk dan diciumnya liar, dihisapnya bibir bawah Eunhyuk.

Eunhyuk sengaja membiarkan Kihyun yang lebih aktif untuk menciumnya.

Namun tak lama kemudian ia mengambil alih.

Ciuman Eunhyuk turun ke leher, menjilatnya, menghisapnya pelan, dan menggigitnya kecil sebelum kemudian bergerak turun dan menciumi pundak Kihyun.

Kihyun mendesah pelan.

Tangan Eunhyuk bergerak untuk menurunkan tali tanktop Kihyun, diikuti bibirnya yang terus menciumi pundak Kihyun hingga dadanya.

“Aaahhhh hyukkie……”

Tapi ciuman Eunhyuk kembali naik ke atas, leher Kihyun menjadi sasarannya.

Diciumnya lembut leher Kihyun di bagian bawah telinga, dijilatnya daun telinga Kihyun, dan dihisapnya pelan.

Tangan Eunhyuk bermain di dada Kihyun, mengelus-elus nipplenya.

“Aaaaahhhhhhh…mmmmmhhh…” desah Kihyun.

Desahan Kihyun membuat Eunhyuk melangkah lebih jauh.

Dipelintirnya kedua nipple Kihyun, menyebabkan tubuh kekasihnya menggeliat lalu memeluknya.

“Wae?” tanya Eunhyuk.

“Aku tidak tahan…” jawab Kihyun pelan.

Eunhyuk tersenyum lalu kembali mencium bibir Kihyun.

Namun tiba-tiba ada sesuatu hal yang harus merusak peristiwa romantis nan yadong ini.

Bel pintu apartemen Kihyun berbunyi.

“Ada tamu..” bisik Eunhyuk.

Tangannya masih aktif memainkan nipple Kihyun.

“Ssshhhh ahhhhhh biar…kan sa..ja…”

Eunhyuk mengecup bibir Kihyun cepat, lalu mengeluarkan tangannya dari balik tank top Kihyun.

Kihyun memasang ekspresi bertanya dan ketidakpuasan di wajahnya.

“Kita bisa melakukannya kapan-kapan.” ujar Eunhyuk lalu memakaikan sweater Kihyun.

“Yaksok?” tanya Kihyun.

“Ne.. ” jawab Eunhyuk.

“Oh, tapi aku lebih suka jika kau sudah sah menjadi milikku.” imbuh Eunhyuk lalu beranjak untuk membukakan pintu.

Ketiga orang yang bertatap muka di depan pintu apartemen Kihyun terhenyak, tidak menyangka bahwa orang yang memang mereka cari sedang berdiri di hadapan mereka sendiri.

Ya, Donghae dan Yeonhee adalah tamu malam itu.

“Donghae-oppa..” sapa Kihyun dari balik punggung Eunhyuk, lalu tatapannya beralih menyambar Yeonhee, Yeonhee memberikan isyarat seperti meminta maaf.

Kihyun menghela napasnya, lalu berkata

“Masuklah.”

“Hyukkie… aku sudah tahu dari Yeonhee soal kalian, tapi yang aku tidak mengerti kenapa kau mau melakukannya dengan Yeonhee? Kau tahu dia kekasihku kan?” berondong Donghae setelah mereka bertiga, Kihyun membuatkan minuman untuk mereka, duduk.

Eunhyuk pun menceritakan dari sudut pandang dirinya.

#Flashback

Eunhyuk sedang setengah jalan menuju apartemen Kihyun ketika dering ponsel menarik perhatiannya.

“Yeoboseoyo?”

“Gawat!! Yeonhee sedang dalam keadaan gawat!! Cepatlah pergi menolongnya, dia ada di sekitar jalan asan *fiktif*”

Dan setelahnya hubungan telepon langsung diputuskan.

Eunhyuk memutuskan untuk melewati tempat itu walaupun ia sendiri bingung, kepalanya sedikit berat karena ia sebelumnya tidak sengaja meminum soju.

Dan benar saja ia menemukan Yeonhee. Dipanggilnya Yeonhee, dan dilihatnya wajah gadis itu pucat.

-Flashback End-

“Dan kemudian Yeonhee terjatuh, aku membawanya ke hotel terdekat untuk beristirahat agar aku bisa menyuruhmu datang. Namun ketika sampai di kamar hotel Yeonhee tiba-tiba memelukku, menciumku dan ah..mianhae.. Maksudku aku bisa menolaknya namun kau sendiri tahu bagaimana aku kalau di bawah pengaruh soju walaupun dalam kadar yang rendah.” jelas Eunhyuk.

Donghae mengangguk walau ekspresi wajahnya sedikit mengeras. Kihyun sendiri tidak memberi ekspresi apa-apa, ia seolah menarik diri dari topik itu.

kemudian mata Donghae menatap tajam yeonhee, meminta penjelasan dari gadis itu.

Yeonhee menghela napas.

“Aku sedang berjalan ketika tiba-tiba ada seorang gadis yang memberikan segelas minuman untukku, dia menunjuk seorang pria yang mengenakan masker, topi dan kacamata hitam, katanya bernama Lee Donghae..”

Yeonhee berhenti melihat ekspresi Donghae yang keheranan.

“Dari postur tubuhnya itu mirip denganmu, dia melambaikan tangannya lalu pergi dengan berlari. Aku tidak merasa curiga, kukira kau sedang terburu-buru, aku bahkan senang kau masih memperhatikanku di sela waktu sibukmu, jadi aku minum.. Dan kukira..’

“Ada obat perangsang di dalamnya.” potong Donghae.

Semua mengangguk.

Lalu keadaan hening, semua sibuk berpikir siapa yang tega telah melakukan ini kepada mereka walaupun tidak berakhir fatal.

Bahkan Kihyun, yang semula tidak mau mendengarkan ikut berpikir setelah mendengar penuturan Yeonhee.

Dering ponsel Donghae mengagetkan semuanya.

Dongahe tersenyum seolah meminta maaf lalu mengangkat teleponnya.

“Yeobo..”

“Reuni yang indah bukan?” potong orang di seberang.

Donghae menatap Eunhyuk yang balas menatapnya bingung.

Donghae pun me-loud-kan ponselnya agar semua bisa mendengar percakapan itu.

“Siapa kau?” tanyanya.

Orang di seberang tertawa, tawa yang membuat merinding bulu kuduk Kihyun dan Yeonhee.

“Bersyukurlah aku tidak terlalu kejam pada sahabatmu.. Lee Hyukjae, benar? Dan kasihan sekali kekasihnya, siapa namanya, Han Kihyun kalau aku tidak salah? Lee Donghae.. kurasa kau boleh bernapas lega untuk sementara ini.”

“apa maksudmu?!! Jadi kau yang merencanakan semuanya?!! Siapa kau? Kenapa kau mengganggu kami?!”

Orang itu kembali tertawa.

“Mengganggu kalian? Targetku hanya satu, kau Lee Donghae. Mereka hanyalah pion-pion dalam kasus ini. Ah.. kalau kau mencoba mencariku, silahkan saja aku tidak akan menghalanginya, namun yakinlah Lee Donghae kau tidak akan menemukanku. Selamat bersenang-senang.” ucap orang itu terakhir kali lalu memutuskan teleponnya.

Semua membeku di tempatnya setelah mendengar perkataan orang itu.

Donghae mencoba untuk menelepon kembali nomor tadi, namun tidak aktif.

Dicobanya berulangkali, namun hasilnya sama.

“Sial!!” umpatnya.

Yeonhee mengelus punggung Donghae, berusaha menenangkan emosi kekasihnya itu.

“Sudahlah Hae.. jangan perpanjang lagi untuk hari ini.. Kita bisa memikirkannya besok.” sahut Eunhyuk.

Kihyun mengangguk setuju, pikiran mereka terlalu lelah dipaksa untuk berpikir hal  seperti itu.

“Mereka benar oppa..” timpal Yeonhee.

Donghae menghembuskan napasnya keras.

“Ya… Baiklah, aku ikut kalian. Tapi aku tidak akan melepaskan orang itu, siapapun dia.”

***

Iyyyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa~~!!!!! akhirnya kelar jugaaaaaa aigoooo~~ syalalalalalaala *nari hullahop*

Nanggung? huahahahaha derita kalian /jdagh

pasti banyak yg protes, kenapa eunhyuk cuma nc 17? kenapa kurang hot?

Dengarkanlah hei saudara2 setanahyadongku eunhyuk adalah nae oppa tersayang, kemarin dia bilang sm author

“Eh sekali-kali bikinkan image oppa yg lebih baik dong, masa jadi master yadong mulu.”

Begitulah jadi ini sesuai permintaan Lee Hyukjae tersayang /dor

Kalo gak salah kemarin ada yang jawab bener deh #halah

thanks banget yg duah ikut nebak, baca, komen, hadiah boleh diambil di asrama suju di kamar amsing2 biasnya.. ongkos kirim dan resiko ketahuan ditanggung pemenang. (?)

N.B : dilarang masuk kamar KYUMIN, author gmau nanggung resiko yang lebih gede.

Gamsahae~~~ m(_ _)m

26 thoughts on “:*Forgive me… End Chapter (NC 17-Yadong)*:

  1. waaahh, ga nyangka.. alur ceritanya keren
    ceritanya juga keren banget..
    aduuh, eunhyuk kok baik bgt siiiihh, romantiiisss :DD
    jadi ini belum kelar ya?? huhhu…
    kapan lanjutannya author??? *penasaran tingkat tinggi

  2. Yg nama ny monkey yadong nga bza d rbah jd cwok aliem, udh d sdorin d tlak gtu az, haha… Unyuk nga mau d bkinin yadong krna cwek ny bkan aq… Wakakak…

    Chingu bgi pw ny dung buat ff yg d proteksi ny. Krim k fb aq az. Lee Rismala Dewi. Thank

  3. APA INI?
    si kunyuk kok maennya alim banget?ahelaaaaaaaaaaaaaaaah
    NC~NC!NC!keluarkan NC-21 untuk masteeer yadooooong! #ditimpukheechul

  4. aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa……………………..akhirnya nemu ff ini………tpi yang part 1 nya di protec…….aku gg bisa bca…..tapi udh baca di koreannc …..hhhe…
    dan…ini lanjutannya yah????untung gg di protec juga…….hhe,,,,

    beneran….ceritanya bagus…apalagi nc di part 1…kasar2 gimana….gtu..hhhe….

    thor,,,,beneran nanggung!!!! nyiksa nih namanya..!! lanjuttttttt….ntar yadongers pada demo lho….wkwkwk..

  5. anyeong aku readers baru,salam kenal yah!

    hwaa thor daebakkkkk deh pokoknya nih ff!
    tapi aku penasaran siapa sih yg jahatin mereka?adakah sequelnya?kalo ada,apa judulya?
    #banyak tanya nih reader baru,mian ya thor hihihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s