FF Request

sebelumnya ini FF yang sedang dalam perencanaan author *ecieh bahasa gue najis ah*

1. After the Night , Genre Yadong, Cast Eunhyuk & imagine cast

2. untitled, Kyuara story, sekuel Forgive Me, Genre Yadong, casts donghae-yeonhee kyuhyun-ahra eunhyuk-kihyun

3. untitled, Genre Yadong, Casts kangin-heechul-nahyun

4.untitled, Genre Angst ordinary, cast henry lau

 

nah buat sementara sih segitu FF yang mau dibikin, kalo ada readers yang mau dibikinin, boleh aja sih, mau dibikinin sm siapa asalkan jangan kyuhyun wakakakak

suer author ga bakal dapet feel nya XD

trus lagi, author agak matre dikit /plak

jadi semua yang pernah author bikinin FF itu gak gratis, ada yg udh sering bantuin ngedit foto, music, atau ada juga yang dibikinin FF juga,

jadi yang mau dibikinin kasih balas jasa jg yah /plakplakplak

 

 

 

regards,

AraLee

 

 

P.S : nama author banyak yang nyamain, gatau kenapa mungkin karena author terkenal ? :/

[TEASER/FF NC] After The Night

Cast : Lee Hyukjae, Jang Jinhye

Genre : Yadong 21, Romance, mysteri

Note : Ff ini diadaptasi dari novel Linda Howard dengan jdul yg sama, jadi buat readers yg pernah baca jangan heran ^^

 

Sorot tajam lampu truk yang akan mengangkut barang-barang keluarga itu membuat Hyukjae melihatnya, apa yang ada di balik gaun tipis itu.

Tubuh itu, ia akui cukup seksi untuk ukuran gadis umur 13 tahun, tapi dirinya justru merasa jijik.

Gadis itu, dilihat dari sudut pandang manapun, mengungatkannya pada perempuan jalang yang telah menyebabkan kematian kedua orang tuanya, yang tidak lain adalah ibu gadis itu.

Gadis itu menatapnya, tatapan marah, kecewa dan benci. Aneh memang karena sebelumnya tatapan dari gadis itu adalah tatapan memuja.

Hyukjae tahu betul soal itu, dan sekarang ia merasa terhina telah dpuja oleh anak pelac.

Hyukjae berjalan mendekatinya, mendesis pelan di dekat gadis itu.

“Aku harap ini terakhir kalinya aku melihatmu dan keluargamu yang hina, lain kali jika aku melihat kalian lagi di kota ini, aku tidak segan melenyapkan kalian dengan caraku sendiri, Jang Jinhye.”

***

Jinhye menatap gedung megah di hadapannya. Setelah sekian lama, ia tidak tahu apa yang ia lakukan ini benar ataukah salah.

Jinhye menghela napas panjang.

Ia harus melakukannya, ia tidak mungkin terus lari dari masa lalunya.

Jinhye mengambil langkah mantap, digerakkkannya kedua kakinya di lantai marmer kantor itu, menemui seseorang dari masa lalunya yang membuat hatinya terluka sampai dalam.

Jinhye berani melakukannya karena ia yakin, ia bukanlah gadis cilik berumur 13 tahun yang terjerat pada pesona pemuda umur 18 tahun itu lagi.

Jang Jinhye, tidak akan jatuh pada pesona seorang Lee Hyukjae lagi.

Jinhye mengangguk mantap.

Sampai kemudian sedetik setelah ia membuka pintu ruangan tempat laki-laki itu bekerja, ia menyangkalnya sendiri.

Jinhye melihatnya, garis rahang yang tegas, sorot mata yang tajam saat menatapnya, dan bibirnya yang menurutnya… tebal dan seksi (ala donghae kkkkk) laki-laki itu tetap mempesonanya sampai sekarang.

Jinhye mengerjapkan matanya, menyadarkan dirinya dari imajinasinya yang hampir melampaui batas.

***

Q & A about FF The First and The Last

pertama-tama author ngucapin syukuuur banget (?) bisa dapet juara 3, sumpah ya gak nyangka karena author tuh ngerasa itu tuh bener2 FF terkacau ga sistematis yg author bikin

ide cerita udah lama, dari bulan juli, diketikin sm temen author, mimin namanya, dikasih akhir agustus

ide dari adek author, bangun tidur ting eh langsung cerita gitu dia..udah kyk steplhany meyer wkwkwk

trus tau ada lomba langsung author garap, eh ternyata H-3 file ilang !!!!

otomatis kebut itu seharian karena H-2 udah ga bisa ngerjain FF lg

jadinya acakadul..

author udah hopeless bakal ga menang, cuma harap dipublish jadi FF biasa aja

eh tau gitu tyt jadi juara 3..

jadi author tau banget masih byk kuraaaaaaaaaaaaanggg banget..

soalnya itu ngebut bikinnya cuma 3 jam itu yah di warnet smbil dengerin 7 years of love (jgn tanya apa2)

jadi berikut mungkin mewakili pertanyaan dari readers..

author ngucapin makasih banget buat pujian, saran, kritik..semua itu author terima 🙂

Q :  Kenapa Yoora harus mati padahal ga harus mati masih ada jalan lain?

A : Karena ini jalan FF 😀

Q : itu Yoora sebenarnya mati karena ga mau di jodohin atau karena emang mau mati karena hae?

A : dua-duanya , karena dia tahu hae sakit, dan org tuanya ngejodohin dia, akhirnya dia mutusin buat bunuh diri, sekali lagi, ini FF 😀

Q : Yoora mati kenapa?

A : apa mungkin bagian isi surat krg jelas ya sampai byk yg nanya gini? itu kan ditulis “aduh aku rasa obatnya sudah bereaksi” 😀

Q : kenapa harus mati? nyumbang tulang sumsum kan ga harus mati

A : sekali lagi, ini FF 😀

Q : kenapa Yoora bisa baca pikiran hae?

A : dia ga bisa baca kok cuma nebak, semua org juga pasti bisa nebak yang dipikirin org yg dicintai kalau niat n mau 😀

[FF] That Place, I give it up ! (Sequel The Promise)


Author : ninanino a.k.a. ninasomnia

Genre : romantic, sad ending

Cast :

  • Park Soonhee
  • Lee Sungmin a.k.a. Sungmin Super Junior
  • other Super Junior’s members

Backsong : 8eight – Farewell is Coming (I use the translation here to make my story feel ‘alive’) =))

***

READ-COMMENT-NO COPY-ING 🙂


I love you

Don’t leave me

Without you, I am nothing

Please don’t do this to me

How can you just leave me like this

***

Ia bekerja keras malam ini. Raut wajahnya berbeda dari biasanya. Sedikit lebih serius. Senyuman itu, sesuatu yang hampir membuatku lupa akan kenyataan yang terjadi pada diriku, tetap ia sunggingkan tulus sekali. Benar-benar sempurna. Atau aku bisa menyebutnya alasanku hidup.

Ia sudah berdiri dari tempatnya. Ikut bertepuk tangan riuh dengan beberapa orang lainnya. Sengaja aku mengikutinya. Berdiri tepat disampingnya.

Flashback

“Soonhee-ya. Kenapa kau selalu mengikutiku?”

Waeyo oppa? Kau tidak suka?” Aku mengerucutkan bibirku. Membuat kedua pipiku semakin menggembung. Aku yakin wajahku terlihat sangat aneh saat ini.

Anni.” Ia menggelengkan kepalanya pelan. Merentangkan kedua tangannya lebar-lebar hingga mampu mendorong tubuhku tersorong ke samping. “Ya! Kenapa oppa mendorongku? Oppa sengaja?”

Ia tertawa ringan. Lalu membalikkan tubuhnya tepat di hadapanku. “Inilah maksudku Park Soonhee. Kenapa kau selalu berdiri di sampingku? Bukan di depan atau di belakangku.”

Aku menarik napas ringan. Pertanyaan bodoh.

“Karena aku ingin melihat diri oppa yang seutuhnya.”

Nde?” Ia mengernyitkan kepala bingung. Memaksaku mau tak mau menjelaskan pernyataan tadi.

“Saat aku berdiri di sampingmu, itulah saat-saat paling bahagia dalam hidupku. Aku bisa melihat oppa tersenyum, tertawa, menangis, eh meski aku tak tahu apa aku pernah melihat oppa menangis. Dengan berdiri di sampingmu, itu membuatku percaya bahwa oppa nyata.”

“Hahaha. Kau itu ada-ada saja Park Soonhee.”

Oppa~ aku serius. Saat aku berdiri di sampingmu, aku merasa menemukan kembali oksigenku. Seluruh rasa sedih atau apapun seakan hilang saat posisi disampingmu itu aku yang mengisi.”

Dia meraih tubuhku. Menariknya ke dalam dadanya. “Oppa, apapun yang terjadi aku akan mempertahankan diriku tepat di samping oppa. Maaf, kalau itu mengganggu. Tapi sampai kapanpun aku tidak akan melepaskan posisi itu begitu saja. Tidak akan pernah.”

Flashback end.

Semua orang mendekatinya. Menghiraukan keberadaanku di sampingnya. Meski aku sendiri tak yakin, apa mereka tahu keberadaanku itu.

Zhùhè. Super Junior M is the BEST.” Teriakan itu terdengar semakin riuh. Membuatku (mau tak mau) ikut menepukkan tangan hampa. Memaksa ikut larut ke dalam kebahagiaan ini walau tak sepenuhnya tahu apa yang dimaksud dengan bahagia itu.

“Sungmin hyung, setelah acara ini kita makan di luar bersama member ya? Merayakan kesuksesan kita.” Kulihat ia sekilas. Matanya mengatakan ia tidak bisa. Tapi senyuman itu menolaknya melakukan hal itu. Menyakiti hati saudaranya, yang saat ini tengah berbahagia.

Mian Siwon-nie. Aku sebenarnya ingin, tapi sepertinya aku akan langsung ke hotel. Aku… merasa tidak enak badan.”

Hyung, kau sakit?” Aku mengerjabkan mata tak percaya. Pertanyaan Cho Kyuhyun tadi membuatku khawatir. Dia sakit. Dan bahkan aku tidak menyadarinya.

Anni. Hanya ingin beristirahat.” Sanggahannya tak lantas membuatku tenang. Kulangkahkan kakiku semakin mendekat mereka. Memutuskan mengambil resiko kehilangan dia dalam jarak pandang terbaikku dan menerobos sekumpulan laki-laki yang disebutnya saudaranya itu.

Gwenchana. Aku baik-baik saja.” Ia menepuk bahu beberapa member. Aku tidak yakin siapa, karna aku tak bisa melihat hal itu dengan jelas. Ya, lebih baik aku langsung mengikutinya ke hotel daripada mencari tahu siapa saja yang terkena tepukan lembut tangan Sungmin oppa tadi. Continue reading

[DRABBLE/SHINee] Everything… For You…

Casts : Kim Jonghyun, Kim Sooyeo

FF ini request’an dari @shinsfriend nae dongguridong XD

emang ga sesuai req dia, tapi hanya ada ide cerita ini hahahaha ~

thanks buat temenku ruth yang udah ngetikin ff ini

komen pls~~

have a nice reading !! 🙂

Aku melihatnya duduk termenung sendirian. Aneh, padahal beberapa minggu lagi ia berniat mengikuti perlombaan band, biasanya ia akan berlatih gila-gilaan sampai mengabaikan kesehatan dirinya sendiri. Kalau dia sampai seperti itu, berarti karena ‘itu’.

***

Sooyeo berjalan mendekati Jonghyun, berusaha tidak menimbulkan suara agar tidak mengusik namja itu.

“Jonghyunnie?” panggil Sooyeo pelan

Jonghyun menoleh dan sedikit terkejut mendapati Sooyeo yang sudah duduk di sebelahnya,

“Sejak kapan kau datang, Jagi?”

Sooyeo tersenyum.

“Apa yang kau pikirkan sampai-sampai hanya meninggalkan jasadmu disini?”

Jonghyun menghela napas panjang, tapi ia tidak menjawab pertanyaan Sooyeo, ia justru terlihat menerawang kembali.

“Apa karena uang lagi?” Tanya Sooyeo yang berhasil mengembalikan perhatian Jonghyun kepada dirinya.

“Apa terlihat begitu jelas?” Tanya Jonghyun disambut tawa kecil Sooyeo.

“Dipikiranku seperti ada buku yang terbuka, dan di buku itu tertulis semua kepribadianmu, kebiasaanmu, segalanya tentangmu.”

Jonghyun tersenyum lembut.

“Geuraeyo… Kau tahu kan aku akan mengikuti perlombaan band beberapa minggu lagi? Kami sudah mengumpulkan uang untuk pendaftaran, tapi tiba-tiba tadi pagi ibu Hyungshik jatuh pingsan dan dibawa ke rumah sakit, kau tahu sendiri bagaimana kondisi keuangan Hyungshik, apalagi dia sudah tidak punya ayah. Kami sepakat menyerahkan uang pendaftaran itu padanya. Aku tidak menyesal tentang uang itu, tapi bagaimanapun aku masih ingin mengikuti perlombaan itu. Konon katanya banyak pencari bakat disana, siapa tau itu menjadi jalan band kami. Kalau kami terkenal, kami tidak akan susah seperti ini, apalagi Hyungshik, ia terus merasa tidak enak katanya dia selalu merepotkan. Tapi aku bingung dimana harus mendapatkan uang untuk pendaftaran itu. Persediaan terakhir sudah aku belikan untuk perlengkapan, yang lain juga begitu. ”

Sooyeo mendengarkan dengan seksama.

“Berapa?” tanyanya kemudian.

Kepala Jonghyun menoleh dengan cepat.

“Mwo? Kenapa kau menanyakan itu jagi? Ani, ani, aku tidak mau menggunakan uangmu lagi, aku terlalu banyak berhutang padamu, jangan paksa aku Sooyeo-ah…”

Sooyeo tersenyum lalu mencubit kedua pipi Jonghyun.

“Kau boleh menggantinya kalau kau terkenal. Kim Jonghyun. Anggap saja sekarang aku sponsornya.”

“Hajiman…”

“Aku tidak bisa membantumu apa-apa, aku hanya bisa mendukungmu dengan cara ini, kalau kau menolak seperti ini Jonghyunnie, aku merasa tidak berguna.”

Sooyeo membalas tatapan ragu milik Jonghyun, ia tahu seberapa besar obsesi namja itu untuk mengikuti perlombaan itu dan memenangkannya.

Jonghyun menghela napas.

“Kalau aku lupa mengembalikannya, tolong bunuh aku.” Ujarnya

Sooyeo kembali tersenyum.

“Kalau aku membunuhmu, aku akan bunuh diri pada keesokan harinya, jadi tidak, mungkin aku akan mengadukanmu ke polisi. ”

“Ah? Kau tega melihatku mendekam di penjara?”

“Asal aku masih bisa melihatmu setiap hari, tidak masalah bagiku.”

Jonghyun tertawa melihat jawaban tidak sinkron milik Sooyeo, tangannya mengacak rambut Sooyeo pelan.

Sooyeo mengerucutkan bibirnya kesal, tapi kemudian ia tersenyum.

‘Asal aku bisa melihatmu seperti ini Jonghyunnie, apapapun akan aku lakukan…’ Continue reading

[FF NC] The First and The Last

Donghae samar-samar mendengar suara kelontangan, namun rasa kantuk dan capek lebih menguasainya. Jadi ia memilih untuk mengabaikannya dan melanjutkan petualangan dalam dunia mimpi.

Namun sedetik kemudian, begitu menurutnya, pintu kamarnya dibuka.

“Donghae-oppa, ireona, kalau tidak bangun sekarang kau bisa terlambat.”

Donghae kenal suara itu, suara yeoja chingunya yang sedang berusaha membangunkannya dengan mengguncang tubuhnya pelan.

“mm..”

Donghae menggeliat, ia berusaha untuk membuka matanya, mengerjapkannya beberapa kali untuk membiasakan dengan cahaya.

“Jagi? Kenapa…hoamm kenapa kau disini sepagi ini?” tanyanya sambil sesekali masih menguap.

Yeoja chingunya, Han Yoora, tersenyum.

“Aku tidak tahu, tiba-tiba aku merasa ingin bertemu denganmu.”

Donghae mengangguk paham.

“Ah, bagaimana caramu masuk?” tanyanya lagi.

Yoora tersenyum lebar, lalu menunjukkan kunci duplikat apartemennya.

“c’mon Lee Donghae, wake up. Aku sudah menyiapkan sarapan.”

Yoora menarik tangan Donghae.

Dengan sedikit malas namja berbadan tegap dan berwajah cute itu menyeret tubuhnya bergerak ke kamar mandi. Continue reading

[TEASER / FF NC] The First and The Last

Genre : Romance, Angst, NC xx

Casts : Lee Donghae

Han Yoora

Donghae samar-samar mendengar suara kelontangan,namun rasa kantuk dan capek lebih menguasainya. Jadiia memilih untuk mengabaikannya dan melanjutkan petualangan dalam dunia mimpi.

Namun sedetik kemudian,begitu menurutnya,pintu kamarnya dibuka.

“donghae-oppa,ireona,kalau tidak bangun sekarang kau bisa terlambat.”

Donghae kenal suara itu,suara yeoja chingunya yang sedang berusaha membangunkannya dengan mengguncang tubuhnya pelan.

“mm..”

Donghae menggeliat,ia berusaha untuk membuka matanya,mengerjapkannya beberapa kali untuk membiasakan dengan cahaya.

“jagi? Kenapa…hoamm kenapa kau disini sepagi ini?” tanyanya sambil sesekali masih menguap.

Yeoja chingunya,han yoora,tersenyum.

“aku tidak tahu,tiba-tiba aku merasa ingin bertemu denganmu.” Continue reading