[DRABBLE/SHINee] Everything… For You…

Casts : Kim Jonghyun, Kim Sooyeo

FF ini request’an dari @shinsfriend nae dongguridong😄

emang ga sesuai req dia, tapi hanya ada ide cerita ini hahahaha ~

thanks buat temenku ruth yang udah ngetikin ff ini

komen pls~~

have a nice reading !!🙂

Aku melihatnya duduk termenung sendirian. Aneh, padahal beberapa minggu lagi ia berniat mengikuti perlombaan band, biasanya ia akan berlatih gila-gilaan sampai mengabaikan kesehatan dirinya sendiri. Kalau dia sampai seperti itu, berarti karena ‘itu’.

***

Sooyeo berjalan mendekati Jonghyun, berusaha tidak menimbulkan suara agar tidak mengusik namja itu.

“Jonghyunnie?” panggil Sooyeo pelan

Jonghyun menoleh dan sedikit terkejut mendapati Sooyeo yang sudah duduk di sebelahnya,

“Sejak kapan kau datang, Jagi?”

Sooyeo tersenyum.

“Apa yang kau pikirkan sampai-sampai hanya meninggalkan jasadmu disini?”

Jonghyun menghela napas panjang, tapi ia tidak menjawab pertanyaan Sooyeo, ia justru terlihat menerawang kembali.

“Apa karena uang lagi?” Tanya Sooyeo yang berhasil mengembalikan perhatian Jonghyun kepada dirinya.

“Apa terlihat begitu jelas?” Tanya Jonghyun disambut tawa kecil Sooyeo.

“Dipikiranku seperti ada buku yang terbuka, dan di buku itu tertulis semua kepribadianmu, kebiasaanmu, segalanya tentangmu.”

Jonghyun tersenyum lembut.

“Geuraeyo… Kau tahu kan aku akan mengikuti perlombaan band beberapa minggu lagi? Kami sudah mengumpulkan uang untuk pendaftaran, tapi tiba-tiba tadi pagi ibu Hyungshik jatuh pingsan dan dibawa ke rumah sakit, kau tahu sendiri bagaimana kondisi keuangan Hyungshik, apalagi dia sudah tidak punya ayah. Kami sepakat menyerahkan uang pendaftaran itu padanya. Aku tidak menyesal tentang uang itu, tapi bagaimanapun aku masih ingin mengikuti perlombaan itu. Konon katanya banyak pencari bakat disana, siapa tau itu menjadi jalan band kami. Kalau kami terkenal, kami tidak akan susah seperti ini, apalagi Hyungshik, ia terus merasa tidak enak katanya dia selalu merepotkan. Tapi aku bingung dimana harus mendapatkan uang untuk pendaftaran itu. Persediaan terakhir sudah aku belikan untuk perlengkapan, yang lain juga begitu. ”

Sooyeo mendengarkan dengan seksama.

“Berapa?” tanyanya kemudian.

Kepala Jonghyun menoleh dengan cepat.

“Mwo? Kenapa kau menanyakan itu jagi? Ani, ani, aku tidak mau menggunakan uangmu lagi, aku terlalu banyak berhutang padamu, jangan paksa aku Sooyeo-ah…”

Sooyeo tersenyum lalu mencubit kedua pipi Jonghyun.

“Kau boleh menggantinya kalau kau terkenal. Kim Jonghyun. Anggap saja sekarang aku sponsornya.”

“Hajiman…”

“Aku tidak bisa membantumu apa-apa, aku hanya bisa mendukungmu dengan cara ini, kalau kau menolak seperti ini Jonghyunnie, aku merasa tidak berguna.”

Sooyeo membalas tatapan ragu milik Jonghyun, ia tahu seberapa besar obsesi namja itu untuk mengikuti perlombaan itu dan memenangkannya.

Jonghyun menghela napas.

“Kalau aku lupa mengembalikannya, tolong bunuh aku.” Ujarnya

Sooyeo kembali tersenyum.

“Kalau aku membunuhmu, aku akan bunuh diri pada keesokan harinya, jadi tidak, mungkin aku akan mengadukanmu ke polisi. ”

“Ah? Kau tega melihatku mendekam di penjara?”

“Asal aku masih bisa melihatmu setiap hari, tidak masalah bagiku.”

Jonghyun tertawa melihat jawaban tidak sinkron milik Sooyeo, tangannya mengacak rambut Sooyeo pelan.

Sooyeo mengerucutkan bibirnya kesal, tapi kemudian ia tersenyum.

‘Asal aku bisa melihatmu seperti ini Jonghyunnie, apapapun akan aku lakukan…’

***

Sooyeo bergegas mengaduk-aduk isi tasnya mendengar ponselnya berbunyi. Wajahnya tersenyum lebar melihat nama yang terpampang di layar teleponnya.

“Yeobosoyo… ah…”

Ucapannya terputus ketika terdengar sorakan kegirangan dari telepon seberang.

“Ne Jonghyunnie, tadi aku melihatmu, kalian keren sekali, aku sudah menduga kalau kalian menang…”

Sooyeo tersenyum lagi ketika teriakan dari Jonghyun kembali terdengar

“Ne… kalau aku sudah menyelesaikan urusanku, aku akan menemuimu. Ne… annyeong…”

Sooyeo menghela napas lega, lalu ia menaruh ponselnya ke dalam tasnya dan kembali melanjutkan aktivitasnya yang tertunda.

***

“Direktur SM Entertainment?”

“Ye, karena perlombaan kemarin, ada perwakilan SM yang menghubungiku dan kami semua direkrut!! Ah jinjja aku sungguh berterima kasih padamu. Ingat janjiku, aku pasti akan mengembalikan pinjamanmu!”

Sooyeo tersenyum canggung, pikirannya kalut. Menjadi training SM artinya tidak bisa bertemu dalam jangka waktu yang tidak pasti, belum lagi waktu debut. Namun ia tidak mau menjadi gadis egois, ia tahu ini adalah impian terbesar Jonghyun, dan ia ingin membiarkan namja itu mengejar cita-citanya.

Sooyeo memaksakan senyum.

“Aku senang, akhirnya kau semakin dekat dengan impianmu Jonghyunnie. Kau tahu kan kalau aku akan selalu mendukung apapun keputusanmu?”

Jonghyun memeluk Sooyeo dan mencium kening gadis itu sekilas.

“Gomawo Jagi, Saranghae…”

***

“Kau kenapa, Kim Sooyeo? Daritadi kulihat kau terus memandangi ponselmu.”

Sooyeo menatap Ahra, sunbae terdekatnya di kampus, nanar.

“Aniya, onnie… Aku hanya…”

“Menunggu telepon dari namja chingumu si Jonghyun itu?” potong Ahra

Sooyeo menunduk diam.

“Berapa lama dia tidak menghubungimu?” Tanya Ahra lagi

“3 minggu… sebelumnya paling tidak seminggu sekali dia menghubungiku.”

Ahra tidak merespon dia menunggu cerita kelanjutannya.

“Aku tahu sebagai trainer dia pasti sangat sibuk, aku hanya takut dia kenapa kenapa, jatuh sakit atau apa…”

Ahra mengelus kepala hoobaenya pelan.

“Dia pasti sangat sibuk, dia pasti akan menghubungimu nanti.”

Sooyeo tersenyum lemah.

“Ne, onnie… gomawo…”

***

“Sooyeo-ah? Aigoo… aku benar-benar merindukan suaramu. Bagaimana kabarmu? Aku minta maaf jarang menghubungimu. Disini jadwalnya sangat ketat dan padat kadang bahkan aku merasa kalau aku tidak bisa bernapas.”

Sooyeo memaksakan untuk tertawa kecil walaupun kini air matanya menetes setelah sekian lama akhirnya ia bisa mendengar suara Jonghyun.

“Aku… baik… kau bagaimana? Makanmu teratur kan?”

Jonghyun tertawa.

“Kau tidak berubah… aku baik-baik saja dan aku merasa sangat gembira sekarang, karena itulah aku meneleponmu!! Ayo tanya ada apa!”

“Arasseo… ada apa?”

“Oh jinjja Sooyeo-ah, aku benar-benar berterima kasih padamu… aku…aku disiapkan untuk debut!”

Sooyeo terpaku mendengarnya.

“De… debut?” Tanya Sooyeo memastikan pendengarannya.

“Ye,debut! Bulan depan aku debut, walaupun tidak debat bersama grupku… ah… aku benar-benar senang.”

“Oh… mm… chukae Jonghyunnnie…”

“Gomawo Sooyeo-ah!! Ngomong-ngomong karna itu juga sepertinya aku tidak bisa sering meneleponmu, mungkin juga aku tidak bisa menemuimu dalam waktu yang lama. Gwaenchana? ”

‘Jonghyunnie… seandainya kau tahu bagaimana kalutnya diriku saat ini… aku ingin menahanmu… aku takut kehilanganmu… kini kau di luar jangkauanku, aku takut tidak bisa menjangkaumu lagi… tapi… aku pernah meyakini, apapun aku lakukan hanya untukmu…’

“Sooyeo-ah? Kau masih disitu?”

“Ng.. ah.. ne..”

“Kau sakit?”

Sooyeo menggelengkan kepalanya, percuma, Jonghyun tidak ada di depannya.

‘Ya, aku sakit, jiwaku sakit karna merindukanmu.’

“Gwaenchana Jonghyunnie… aku doakan sukses untukmu.”

“Ne Sooyeo-ah, jangan lupa ingatkan aku untuk mengembalikan semua pinjamanmu… haha… ah aku harus pergi sekarang, lain kali aku akan meneleponmu. Jaga dirimu Sooyeo-ah.”

“Ne… jaga dirimu juga Jonghyunnie.”

“Eh Jonghyunnie…”

Sooyeo masih ingin mengucapkan beberapa hal namun Jonghyun sudah memutuskan teleponnya.

“Saranghaeyo…” bisk Sooyeo lirih diantara isak tangisnya.

***

“Sooyeo-ah! Sooyeo-ah! Lihat ini!! Aigoo Kim Jonghyun keren sekali!!”

Sooyeo menoleh ke arah majalah yang disodorkan salah seorang sahaabatnya. Di covernya Nampak 5 orang namja grup rookies dimana salah satu adalah Kim Jonghyun, Jonghyunnienya.

Sooyeo tersenyum sekilas pada temannya itu, lalu kembali menunduk melanjutkan bacaannya.

“Aigoo! Hanya begitu responmu? Kau benar-benar tidak ada selera pada salah satu dari mereka? Jjong pun tidak? Kau ini…”

Sooyeo hanya tertawa kecil tanpa serius menanggapi.

“Aigoo!! Mereka bilang mereka tidak punya pacar!! Hahaha setiap idol baru pasti berkata begitu, kalau mereka punya pacar… apa mereka tidak memikirkan perasaan pacarnya ya?”

Sooyeo berhenti membaca, entah kenapa dadanya terasa sesak.

“Mm.. mian Yeonhee-ah, aku harus menemui sunbae, sampai nanti.”

Ujar Sooyeo lalu bergegas membereskan barang-barangnya.

Yeonhee hanya menatapnya heran dengan pertanyaan-pertanyaan yang ia pendam sendiri.

***

Sooyeo menghembuskan napasnya keras, asap putih pun mengepul di depan wajahnya.

Malam natal, tahun lalu ia masih bisa merayakannya dengan Jonghyun, tapi kini… Sooyeo mendesah

Ia mengedarkan tatapannya ke sekeliling, dimana-mana ia temukan pasangan kekasih yang menampilkan ekspresi bahagia di wajahnya.

Dadanya kembali terasa sesak dan kali ini diikuti pandangannya yang mulai menggelap.

“Jonghyunnie…” ujar Sooyeo lirih terakhir kali sebelum tubuhnya ditarik oleh gravitasi bumi dan orang- orang mengerumuninya.

***

Apa itu Jonghyun? Apa itu Jonghyunnieku yang memanggilku?

Ah tidak… Dia pasti sedang sibuk dengan jadwalnya.

Aku mencoba membuka mata, mencoba untuk menghadapi realita pahit.

Pandangannya masih kabur, pendengaranku juga belum berfungsi dengan baik, tapi indera perabanya mendeteksi hal aneh.

Tangannya digenggam tangan lain, tangan yang dirindukannya, yang sekian lama ia hanya bermimpi menyentuhnya.

“Jonghyunnie?” panggilnya lirih.

Ia tidak menginginkan jawaban, tapi suara yang menjawab membuatnya tersadar.

“Ye… aku disini Jagiya…”

Kim Sooyeo… dia tidak bermimpi. Jonghyunnya, kali ini, nyata berada di dekatnya.

***

“Beberapa hari wajahmu cerah, sudah bertemu dengan pangeranmu?” Tanya Ahra.

Sooyeo tersenyum lebar.

“Ne, unnie… dia datang waktu malam natal beberapa hari lalu, walau tidak bisa jalan-jalan dan besoknya harus pergi tapi buatku itu cukup…”

Ahra menggelengkan kepalanya.

“Aku tidak tahu bagaimana kau bisa bertahan selama ini, kalau aku, aku sudah menyerah sejak lama dan mencari namja yang lain yang bisa menemaniku setiap saat.”

Sooyeo hanya menanggapinya dengan senyum.

Ia sendiri ingin tahu kenapa bisa bertahan sampai sejauh ini.

***

“Hey Buddy, hari ini aku akan membawamu jalan-jalan, apa kau senang ha?” Tanya Sooyeo sambil menepuk kepala anjingnya pelan, anjingnya menyalak sebagai jawaban.

Entah bagaimana ia tahu anjingnya itu merasa senang.

Sayup-sayup ia mendengar nama kekasihnya disebut-sebut dalam sebuah berita televisi.

Sooyeo berdiri, berjalan pelan kearah televisi. Di televisi, dibacanya judul berita itu. Matanya menangkap gambar Jonghyun.

“Jonghyun Shinee dan Shin Se Kyung dikabarkan berpacaran.”

Judul berita itu.

Sooyeo terdiam, dadanya terasa sesak lagi.

“Bukannya kau akan mengajak anjingmu jalan-jalan?” Tanya ibunya.

Sooyeo terdiam beberapa saat.

“Ya, aku akan pergi sekarang.”

Sooyeo menarik tali kekang anjingnya pelan, berjalan pelan berusaha untuk menghilangkan sesak di dadanya.

Kakinya bergerak tanpa disadari otaknya hingga ia tiba ke sebuah taman, taman yang dulu sering dikunjunginya bersama Jonghyun.

“Dulu aku sering kesini, tertawa bersama Jonghyun, menangis, bercerita. Disini benar-benar tempat kenanganku bersama Jong…”

Napas Sooyeo tercekat, orang yang sedang dipikirkannya kini berada 5 meter di depannya.

Namja itu memang menggunakan penyamaran, tapi tidak mungkin bisa mengelabui Sooyeo.

Sooyeo tersenyum dan berniat menghampirinya, namun baru selangkah, ia berhenti, ketika tiba-tiba datang seorang gadis yang langsung merangkul lengan Jonghyun mesra.

“Jonghyunnie…” panggil Sooyeo pelan, Jonghyun tidak menoleh.

“Jonghyunnie!!” panggilnya lebih keras namun Jonghyun tetap tidak menoleh seakan tidak mendengarnya.

Sooyeo mengejarnya, namun semakin cepat ia berlari mengejar Jonghyun semakin jauh jarak diantara mereka.

“Jonghyunnie kumohon menolehlah!! Jonghyunnie kajima!! Jangan tinggalkan aku!! Jonghyunnie!!!”

­***

Sooyeo terbangun dengan tangannya yang terjulur ke depan seolah menahan seseorang pergi. Otaknya belum bisa berpikir jernih tentang apa yang telah terjadi.

Beberapa detik kemudian pintu kamarnya terbuka, menampakkan wajah ibunya.

“Jonghyun ada di depan, ia tanya kenapa kemarin kau tidak datang, ia takut kau sakit, turunlah.”

Sooyeo hanya menjawab dengan anggukan.

Ia mendesah lega.

“Ternyata cuma mimpi.” Gumamnya pelan.

***

“Mian Jonghyunnie, tadi malam aku tertidur, ada apa?” Tanya Sooyeo.

Jonghyun menatapnya berseri-seri membuat alis Sooyeo berkerut.

“Ini semua berkat dirimu!! Aku sungguh berterima kasih padamu!!”

Jonghyun memegang kedua bahu Sooyeo, dan sedikit mengguncangkannya.

“Wae geuraeyo?” Tanya Sooyeo.

“Kami… direkrut SM Entertainment!! Karena kami menang di perlombaan kemarin, perwakilan SM datang untuk merekrut kami!! Sooyeo-ah!! Ini semua berkat dirimu!!”

Jonghyun tersenyum lebar, sementara Sooyeo menatapnya nanar.

Ia yakin pendengaranku masih baik, tapi ia tidak percaya bagian mimpinya menjadi kenyataan.

Sooyeo memaksakan senyum, sebuah senyuman pahit jika orang lain yang melihat, namun Jonghyun yang sedang dalam euforia tidak melihatnya.

Jonghyun memeluknya erat.

“Jangan lupa tagih utangku kalau aku terkenal.”

Sooyeo tertawa miris.

‘Jika ini memang yang seharusnya terjadi, jika apa yang aku impikan tadi benar-banar menjadi kenyataan, aku tidak mungkin mencegahnya. Jonghyun adalah segalanya bagiku, dan aku akan melakukan segalanya untuk mebuatnya senang, walaupun harus berakhir menyakitkan untukku.’

Sooyeo membalas pelukan Jonghyun, pelukan yang menurutnya akan menjadi terakhir kali.

***

Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu, hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjadi tidak berarti dan kamu harus membiarkannya pergi…

11 thoughts on “[DRABBLE/SHINee] Everything… For You…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s