[FF/Part 1] Our Different World

Read , comment , Do Not Copy without permission ^^

Cho Kyuhyun’s POV

Gadis itu lagi..

Aku melihat gadis yang seminggu lalu sudah menarik perhatianku.

Leeteuk-hyung menyuruhku untuk berobat hari ini, kondisi tubuhku memang menurun setelah konser kemarin lusa.

Diantar Siwon-hyung aku menemui dokter kenalannya, dokter yang menjadi langgananku pindah tempat praktek entah kemana, dan aku sedang malas mencarinya.

“Kyuhyun-ah.. kenalkan ini Dokter Hyunsoo… aku sangat mempercayainya soal kesehatan.” ujar Siwon-hyung lalu tersenyum kepada Hyunsoo-ssi.

Aku mengangguk dan tersenyum juga kepada Hyunsoo-ssi.

Hyunsoo-ssi terlihat masih muda, tapi rambutnya sudah banyak beruban.. aneh, biasanya orang yang banyak uban wajahnya terlihat tua.

Kulitnya pucat, bahkan lebih pucat daripada aku.

Hyunsoo-ssi tersenyum.

“bagaimana perasaanmu?” tanyanya.

“nan mollasseo… rasanya semuanya sakit.. ” jawabku.

Hyunsoo-ssi memberi isyarat agar aku mengulurkan tanganku.

“biar aku periksa denyut nadimu.” ujarnya.

Aku mengulurkan tanganku, tapi sejenak kemudian langsung ku tarik kembali.

Tangannya sangat dingin.

Padahal AC nya tidak terlalu kencang.

Hyunsoo-ssi mengangkat sebelah alisnya.

“err.. mian hamnida..” ujarku.

Hyunsoo-ssi tersenyum seolah maklum.

“kau sedang tidak enak badan… karenanya kau merasa tanganku sangat dingin, kukira?” tanyanya.

Aku mengangguk lalu kembali mengulurkan tangan kananku.

Aku kembali berjengit ketika kulitnya yang dingin menyentuh tanganku, tapi aku tidak menarik tanganku.

Aku sedang memperhatikan ruangan Hyunsoo-ssi ketika beliau sedang menuliskan resep untukku sembari berbincang dengan siwon-hyung ketika pintu terbuka.

Gadis yang waktu itu..

Aku terpaku menatapnya.

“appa…apa appa tau dmn Jongwoo-oppa?” tanya gadis itu, sepertinya dia tidak menyadari kehadiranku.

Tiba-tiba pandangannya beralih padaku.

Aku tahu dia juga sedikit terkejut.

Lee Ahra’s POV

Aku mencium aroma darah yang sangat menggiurkan dari ruang praktek appaku.

Tapi aku tidak ingin appa tahu tujuanku yang sebenarnya, aku hanya penasaran siapakah orang yang mempunyai aroma darah menggiurkan itu. Rasanya aku kenal aroma ini, aku pernah menghirupnya di suatu tempat, tapi aku lupa dimana dan
siapa. Terlalu banyak aroma darah yang menggiurkan bagiku.

Aku membuka pintu ruang praktek appaku, aroma darah menguar tajam.

Aku berusaha menahan napas, berpura-pura santai.

“appa..apa appa tahu dimana Jongwoo-oppa?” tanyaku.

Appa sedang menulis resep dan berbincang dengan seseorang.

Aku merasa ada yang menatapku lekat.

Aku berpaling, dan terkejut mendapati satu-satunya orang dari ingatan manusiaku yang masih tertinggal.

Cho Kyuhyun.

“tentu saja ada di kampus sedang mengajar, kau tidak mencarinya di sana?” perkataan appa mengejutkanku.

“err..yah..aku belum pergi kesana.. err… baiklah appa, aku… pergi ke tempat oppa dulu..” ujarku sedikit gugup.

Appa melirikku sekilas, memberi tatapan tajam seolah memperingatkan.

Aku buru-buru keluar dari ruang praktek appa.

Bergegas pergi sebelum aku melakukan tindakan bodoh.

“sialan…baunya sangat tajam.” gerutuku.

“ya! kau! chamkkan!”

teriak seseorang di belakangku.

Aku tidak tahu siapa yang berteriak dan siapa yang diteriakinya.

Aku harus bergegas pergi dari sini sebelum aku tahu kenapa aku tertarik dengan namja satu itu.

CK.. kenapa dengan aku ini?

Aku memang belum bercerita pada appa dan oppaku soal itu, aku ragu tentang reaksi mereka.

Aku juga takut hanya aku yang mengalami hal ini, apa aku gagal menjadi vampir baik seperti mereka?

Tidak, sejauh ini aku sudah berhasil menahan nafsuku untuk minum darah manusia.

Seorang namja menghadangku.

Dia lagi.

Cho Kyuhyun’s POV

Aku mengejarnya ketika dia buru-buru keluar.

“ya! kyuhyun-ah mau kemana kau?” tanya siwon-hyung.

“toilet.” jawabku singkat.

Kenapa yeoja itu jalannya cepat sekali? padahal kan dia yeoja.

Aisshh…padahal kondisi ku sedang tidak fit untuk main kejar-kejaran.

“ya! kau! chakka!” teriakku pada yeoja itu.

Tapi yeoja itu tidak berhenti, mengabaikan teriakanku.

Atau dia tidak mendengar? Tidak mungkin dia tidak mendengarnya.

Aku sedikit berlari menyusulnya, dan menghadangnya.

Yeoja itu terperangah menatapku.

“Ya! kau..bukannya…aku sudah..bilang tunggu….?”

Aku berusaha mengatur napasku.

Bersandar di tembok menenangkan degup jantungku.

“kyuhyun-ssi gwanchanayo?” tanya yeoja itu.

“kau tahu namaku?” tanyaku terkejut.

Ah babo sekali aku ini, tentu saja dia tahu kan. Bukan sombong atau apa, tapi aku ini artis.

“Tentu saja, kau Cho Kyuhyun member super junior kan?”

ya! Cho Kyuhyun babo…

“mm.. kenapa kau tidak berhenti waktu ku panggil tadi?” tanyaku.

“err…mian hamnida, aku tidak tahu kau memanggilku.”

Aku kembali mengamatinya.

Kulitnya memang pucat, lebih pucat dariku…tunggu.. dia memanggil Hyunsoo-ssi tadi dengan sebutan appa, berarti dia…

“mian hamnida Kyuhyun-ssi, aku harus pergi sekarang.”

Refleks aku mencekal tangannya mencegahnya agar tidak pergi.

Tapi langsung ku lepaskan.

Sama seperti Hyunsoo-ssi, suhu tubuhnya berada di bawah suhu normal.

“gwaenchanayo?” tanyanya.

“ne..ne… mungkin karena aku sedang tidak fit. boleh aku tahu namamu?”

Dia mengangkat sebelah alisnya, heran.

“kalau kau tidak keberatan, dan kau boleh pergi setelahnya.” ujarku

“Ahra, Lee Ahra.” jawabnya.

Dia mengangguk sekilas lalu pergi.

Aku tidak menahannya kali ini.

“Lee Ahra?” gumamku pelan.

Lee Ahra’s POV

Kenapa dia memanggilku?

Kenapa dia mengejarku?

Cho Kyuhyun… aku tidak tahu apa kaitan dia dengan kehidupan manusiaku.

Ia berjengit setelah menyentuh tanganku.

baboya, itu bukan karena kau sedang sakit atau apa, tapi memang seperti
inilah suhu tubuhku.

Selalu berada di bawah suhu normal.

Aku bergegas pergi. Sepanjang percakapan kami aku menahan napasku.

Dia menanyakan namaku. Untuk apa?

Memangnya dia kira akan sering bertemu denganku?

Lupakan saja Cho Kyuhyun, untuk keselamatanmu.

Aku tidak akan pernah menemuimu.

***

Lee Ahra’s POV

Cho Kyuhyun.

Sebuah nama yang selalu terngiang, sesosok wajah yang selalu terbayang dalam pikiranku.

Terkadang aku mengikutinya diam-diam. Menontonnya beraktivitas, tentu saja dia tidak tahu kalau aku mengikutinya.

“Ahra.”

Aku tersentak.

“ne, oppa?” tanyaku.

“jauhi namja itu.”

Joongwoo-oppa menatapku tajam.

“m..mworago? Nugu namja oppa?” tanyaku.

Tapi aku tahu siapa yang dia maksud.

“Cho Kyuhyun. Namja yang aroma darahnya memikatmu.”

Aku terdiam.

“Dunia kalian berbeda, kau tahu kau akan membahayakannya suatu saat nanti. Dan kau pun juga dalam bahaya setelahnya.”

Aku masih diam tidak menjawabnya.

“camkan itu, Lee Ahra.” ujar Joongwoo terakhir kali dan dalam sekejap ia telah menghilang.

Aku mendesah.

Itu memang benar, jika aku tidak menahan napas ketika berada di dekatnya, Cho Kyuhyun itu, aku tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya.

Aku mendesah lagi.

Joongwoo-oppa dan Hyunsoo-appa tidak pernah mengalaminya.

Malam setelah Cho Kyuhyun mengejarku, Appa menanyaiku. Dan aku menceritakan padanya semuanya. SEMUANYA.

Betapa bodohnya aku aish!

Sejak saat itu Joongwoo-oppa melarangku berjalan-jalan ketika hari terang.

Aku benar-benar vampir sekarang. Hanya keluar di malam hari.

Aku mendengus.

Sebentar lagi gelap, saatnya berburu, pikirku miris.

Cho Kyuhyun’s POV

Aku baru memarkirkan mobilku ketika melihat siluet seseorang yang aku
rindukan. Rindukan?

Aku tersenyum simpul.

Yeoja itu berhasil memikatku hanya dalam satu pertemuan singkat dan satu pertemuan tanpa interaksi.

Buru-buru aku keluar dan mengejarnya.

Aish cepat sekali dia pergi. Astaga, memangnya dia itu penyihir atau ninja yang bisa menghilang?

Aku baru akan mengumpat meluapkan kekesalanku ketika melihatnya akan menyeberang jalan.

“Lee Ahra!”

Sengaja aku berteriak agar tidak kehilangan jejaknya lagi.

Ia menoleh, terkejut.

Aku tersenyum dan menghampirinya.

“Kau masih ingat padaku?” tanyaku ketika sudah berada di sampingnya.

Ia tak menjawab, matanya bergerak liar, gelisah seolah takut ketahuan tentang apa yang sedang dikerjakannya.

“Kau tidak apa-apa?” tanyaku bingung.

“sshh..”

Tiba-tiba dia memegang tanganku, hampir saja aku menyentaknya.

“Hei tanganmu dingin sekali.” ujarku.

Ia tidak menjawab, alih-alih menyeretku ke gang yang sepi.

“Hei..”

Tangannya membekap mulutku.

Rasanya seperti mencium bongkahan es.

Dia menyuruhku diam dengan bahasa isyarat.

Setelahnya ia menutup matanya, berkonsentrasi entah kenapa.

Lee Ahra’s POV

Aku menghela napas lega.

Aku tahu Joongwoo-oppa dan Hyunsoo-appa tidak berada di dekat sini. Terlalu jauh untuk memantauku.

Aku mendecakkan lidah dan berkacak pinggang pada namja yang sepertinya sudah bosan hidup ini.

Dan tak lupa, aku menahan napas.

“Ada apa?” tanyaku ketus.

Aku sudah berusaha agar dia tidak menyadari kehadiranku, tapi dia justru mencariku.

Joongwoo-oppa, ini tidak ada dalam perjanjian kita.

“Kenapa kau jutek begitu? Kau tidak suka melihatku ya? Dan kenapa kita harus ke sini?”

Grrr…..

Namja ini…

Aku berusaha menenangkan diri.

Aku belum berburu, itu menyebabkan emosiku labil.

“Kau orang terkenal, aku tidak mau terlibat skandal denganmu.” jawabku sedatar mungkin.

“Oh ya sudah. Ngomong-ngomong aku penasaran kenapa tanganmu sedingin itu”

“Hawa malam.” jawabku singkat.

Aku tidak bisa memberi jawaban yang lebih baik dengan debar jantungnya yang hampir menitikkan air liurku. Aku mencoba berkonsentrasi pada hal lain.

“Jadi kenapa kau keluar malam-malam? Ayo ku antar kau pulang.”

Namja ini sadar tidak sih dirinya dalam bahaya?

“Aniyo.. Tidak usah. Aku pergi dulu, mianhamnida, ada urusan yang mendesak.”

Aku baru melangkah pergi ketika tanganku dicekalnya dan membalikkan tubuhku.

“Kau tidak tahu aku siapa?” tanyanya.

Cho Kyuhyun’s POV

“Kau tidak tahu aku siapa?” tanyaku.

Aku tidak tahu kenapa aku meluncurkan pertanyaan ini.

“Tolong lepaskan tanganku.” ujarnya datar.

Aku melepaskan tangannya yang sedingin es itu.

Ia berbalik, baru selangkah ia berhenti.

“Dan ingatanku masih sangat baik, Kyuhyun-ssi. Selamat malam.”

Aku tersenyum. Yeoja ini benar-benar…

“Semoga kita bertemu lagi suatu hari nanti, Ahra-ah!!” teriakku kepadanya yang sudah jauh.

Lee Ahra’s POV

“Semoga kita bertemu lagi suatu hari nanti, Ahra-ah!!”

Aku mendengarnya meneriakkan hal itu.

Aku mendesah.

“AKu tidak bisa tidak mengawasimu, Cho Kyuhyun.” gumamku.

AKu bergerak secepat kilat setelah hilang dari jarak pandangnya, mencari tempat dimana aku bisa mengawasinya dengan leluasa tanpa ia harus menyadari keberadaanku.

Aku mengikuti mobilnya.

Berlari di antara orang-orang yang berjalan berusaha agar tidak menyenggol mereka hingga terjadi keributan.

Ternyata ia kembali ke dorm.

Aku berdiri di bawah tiang lampu jalan, mendongak ke jendela kamar yang aku yakin tempatnya tinggal.

Cho Kyuhyun’s POV

“Kyuhyun-ah, yeoja itu aneh sekali. Malam-malam begini melihat ke arah apartemen kita. Kau tadi dari luar apa kau juga melihatnya?” tanya Sungmin-hyung kepadaku.

Ia berdiri di samping jendela. Wajahnya menyiratkan keheranan.

“Aku tidak bertemu siapapun di luar apartemen kita, maksudku yang berjalan sendiri, apalagi seorang yeoja. Ini kan hampir tengah malam.”

Aku menghampirinya.

“mana?”tanyaku.

Aku tidak melihat gadis yang dikatakannya tadi.

“Itu di bawah… Lho? Aneh.. Tadi dia di situ. Persis di bawah tiang lampu. Cepat sekali perginya.” guman Sungmin-hyung.

Ya… memang aneh.

Keanehan yang selalu menyelimutiku dan membuatku penasaran.

Tapi aku tahu siapa yeoja itu.

to be continued

16 thoughts on “[FF/Part 1] Our Different World

  1. Ah ga nyangka langsung update chapter 1-nya🙂
    Aduh , Jongwoo oppa kok ngelarang sih?
    Hyunsoo appa gak ikutan ngelarang Ahra buat berhubungan sama Kyu kan? ‘-‘
    Nanti bakal ada chapter yang isinya tentang kehidupan manusia-nya Ahra ga? Aku pengen tau . Hehehe #garuk.belakang.kepala😀
    Kenapa Kyu langsung tertarik sama Ahra?

  2. Annyeong.. Aku reader baru.
    Ffnya keren banget, dua jempol buat authornya.
    Tapi aku masih penasaran kenapa ahra bisa ingat nama kyuhyun, padahal dia lupa tentang kehidupan sebelumnya.
    Kapan lanjutannya chingu? Ditungguin banget ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s