[FF/Oneshot/Gift 3rd Winner] Please Don’t Say (GOODBYE) remake versi Love, not always be together

Author : yerae and my Eonnie Nadh

credit : fanfiction for k-pop

Cast : Cho Kyuhyun 

           Lee Ahra

Genre : romance, angst, fantasy

Still KYU POV

cinta adalah sesuatu yang indah, tapi kadang menyakitkan..

Kadang kita merasa bahagia karena cinta..

Kadang kita bisa hancur karena cinta…

cinta itu indah             

cinta itu luka

cinta itu bahagia 

cinta itu duka

cinta itu kesenangan 

cinta itu kesengsaraan

kadang orang bilang, lebih bahagia bila melihat orang yang kita cintai bahagia dengan orang lain..

benar kata orang, cinta itu tak harus selalu bersama , kita bisa bahagia walaupun orang yang kita cintai tidak bersama dengan kita…

sepertiku yang harus rela melepaskan orang yang ku cinta walaupun hati ini akan sakit tanpanya….

aku hidup dengannya..

nafasku adalah nafasnya..

tapi kenapa disaat aku benar-benar mencintainya, dia pergi meninggalkanku..

pergi meninggalkan semua kenangan yang telah ku lalui bersamanya…

masih adakah sedikit harapan atau bahkan keajaiban untuk membuka lembaran baru kembali?

“ada sesuatu yang ingin aku katakan..” ujarnya lembut. Menatapku tak seperti biasanya. Jantungku berdebar. Aku takut.

“aku banyak berfikir tentang.. kita..” ujarnya lagi

“jangan katakan! Aku mohon. Kau tahu bahwa aku tak dapat hidup tanpamu. Satu menit, dua menit, bahkan sedetik pun aku tak mampu!” tegasku.

“kau pasti bisa menemukan..”

Reflex jari telunjukku menekan sudut bibirnya, “jangan katakan apapun! Jangan katakan bahwa aku akan menemukan penggantimu setalah ini, karena hanya kau! Tak ada yang lain bahkan seorang yang begitu mirip! aku terlalu takut untuk kehilangan lagi. Aku tidak berpikir untuk merasakan semua ini lagi..”

Aku berdiri di sampingnya, menunggu kereta yang sesaat lagi mungkin akan memisahkan kami. Berharap. Memohon. Semua telah kulakukan. Kini aku tak sanggup lagi mengeluarkan barang satu kata saja. Tak sanggup menatapnya.

Keputusannya sudah bulat. Dia ingin pergi meninggalkanku. menghapus semua masa lalu yang bahkan masih kuingat jelas setiap pergerakkannya. Sudah ku katakan bahwa aku tak dapat hidup tanpanya. Jangankan hidup, bernafas pun sulit karena ia adalah oksigenku, udaraku..

Wajahnya mendung, tak secerah hari biasanya. Mencoba untuk menautkan jari jemari lebih dalam lagi, tak ingin berpisah. Sungguh tak ingin.

Teeeeett..

 

Tidak, jangan katakan itu adalah kereta yang akan menjemputnya. Aku belum siap. Aku belum bisa menerimanya.

Ahra berjalan perlahan memasukki pintu yang telah terbuka. Sesaat menoleh padaku. Matanya, akh!  aku sungguh tak dapat melepasnya. Aku tak ingin melepaskan genggaman ini. Menghela nafas berat. Sudah waktunyakah?

Mungkin memang sudah waktunya dan aku harus bisa merelakannya. Melepaskan genggaman perlahan, hingga kami benar-benar terpisah mejadi bagian yang lain.

Pintu kereta tertutup.

Cukup! Aku tak dapat lagi menahan derai airmata yang sejak tadi mengembang di mataku. Semuanya tumpah ruah tanpa aba-aba. Hatiku sakit. Hatiku nyeri. Adakah sedikit obat yang dapat membalut luka ini?

“Ah Ra!” panggilku.

 

Wanita cantik dengan rambut bergelombang dan panjang sepinggang, dia adalah kekasihku. Aku merasa Tuhan sedang berbahagia saat menciptakannya, karena aku tak dapat menemukan sedikit cela dalam dirinya. Begitu sempurna.

 

Tawanya yang renyah..

Senyumnya yang memikat..

Tatapannya yang hangat..

 

Semua..

 

Ah Ra berlari kecil mendekat padaku. Meraih tangannya yang lembut. Ia tersenyum dan memelukku.

 

“terimakasih karena telah menjadi bagian dari hidupku..” bisikku padanya.

 

Sekali lagi ia hanya menjawab dengan senyuman. Mentapaku dalam dan mendekatkan wajahnya padaku.

 

Aku memejamkan mata, menunggu bibirnya sampai dan mendarat lembut. Menunggu.. tapi, hanya angin yang menyentuh bibirku. Udara musim gugur yang dingin. Aku memberanikan diri membuka mata dengan hati-hati..

 

Ada apa?

 

Kenapa hanya aku seorang?

 

Tak ada Ah Ra, hanya ada angin yang berhembus dan menerpa wajahku. Tangannya yang lembut dan hangat tak ada. Tawanya serta senyumnya pun tak ada, hanya ada tangis dan jeritan hati yang begitu nyaring..

 

Sudahkah ia pergi?

 

Aku berjalan gontai, menahan beban yang begitu berat. Ingin menumpahkan semuanya. Akh, kakiku sudah terlalu lemas untuk menopang semuanya.

Bruk~

 

Aku jatuh terduduk. Tak berusaha untuk bangkit sekalipun masih mampu untuk berdiri. Menumpahkan semuanya lewat tangis yang tak terhentikan.  Memukul dadaku yang terasa begitu nyeri. Berhentilah! Berhentilah menangis, bodoh!

Harusnya aku tak melakukan semua ini! Aku tahu apa yang akan kau katakan sebelumnya, bahkan setiap kata yang akan keluar dari bibirmu. Aku sadar akan semua ini. Memang sudah tak dapat lagi dipertahankan, tapi aku rasa semua dapat diperbaikki.  Mencoba untuk menutup telinga, memejamkan mata. Aku tak bisa!

Apakah semua ini akan berubah bila waktu berhenti atau kembali berputar?

Entah semua orang bilang itu hanya pemikiran bodoh atau apapun. Tapi, jika itu dapat merubah semuanya, dapatkah Tuhan mengabulkannya?

Jangan katakan!

Jangan pergi!

Mengadahkan kepalaku ke atas. Merasakan seperti arus lain yang menyeret tubuhku berdiri bahkan sesuatu yang lebih berat dari itu. aku tak tahu ini apa? Ingin berontak atau bergerak, tapi aku tak mampu! Hanya dapat mengikuti kemana semua arus itu berjalan hingga aku berdiri di tempat semula. Tepat dimana Ah Ra pergi sesaat lalu.

Tunggu!

Ada apa semua ini?

Kenapa? kenapa kereta itu berjalan mundur ke arah ini?!

Aku tidak mengerti! Mungkinkah waktu kembali berputar? Mungkinkah Tuhan mendengar jeritanku?!

Ciiiitttt

 

Kereta itu berdecit dan berhenti tepat di depanku. Pintunya terbuka, dan sesosok makhluk paling cantik yang pernah kulihat berdiri di ambang pintu.

Entah, reflex aku mengulurkan tangan. Ia menyambutnya dengan sentuhan yang sama, hangat. Garis dan lekuk bibirnya juga masih sama. Manis dan menyejukkan.

Ia berlari ke dalam pelukanku.. memeluk dengan erta seolah tak ingin berpisah.

Oh, Tuhan.. sungguhkah Engkau mengabulkan permintaanku?

Aku berjanji akan sungguh mencintainya dan tak akan melepasnya..

Karena aku sadar begitu indah dan berharganya dia..

 

 

 

 

 end

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s