[FF/Shinee] STALKER Part 1

Tittle : Stalker
Casts : SHINee, Yoo Minji

Author : hwaeji

[2013]

 Gadis itu melangkah lalu bersembunyi dibalik pohon seterusnya pun ia juga melakukan hal yang sama. Dikeluarkannya kamera yang sudah ia siapkan,lalu dengan cepat memfoto obyek didepannya itu. Ia terkikik geli lalu melangkah lagi. Kali ini ia memasuki sebuah cafe dan duduk disalah satu meja yang kosong,tangannya tak henti-hentinya menekan tombol kamera yang ia sembunyikan dibalik tas jinjingnya.

Drt..Drt..

‘aish.. mengganggu saja’ batinnya lalu mengambil ponsel yang berada di saku celananya.

Ia menghembuskan nafas berat setelah melihat nama yang tertera pada layar ponselnya. Ia menekan tombol reject dan hendak kembali memfoto obyek didepannya lagi. Ia menghela nafas ketika obyek fotonya sudah menghilang dari pandangannya.

Ia memberikan beberapa lembar uang won kepada gadis dibalik meja kasir lalu mengambil strawberry float yang ia pesan. Gadis itu berjalan sambil menghabiskan strawberry floatnya. Ketika melewati sebuah toko boneka,matanya terpaku pada sebuah Teddy Bear. Ia ingat akan keinginan adiknya yang ingin sekali memiliki boneka itu dan ia janji akan membelikannya untuk adiknya itu. Namun Tuhan berkehendak lain,adiknya kecelakaan bersama kedua orang tuanya saat pulang dari Daegu menuju Seoul dan mereka bertiga meninggal dunia.

*

‘onni,aku ingin boneka itu!’ujar Hain sambil menunjuk Teddy Bear yang terpajang di etalase. Minji tersenyum kepada adik semata wayangnya itu,lalu berkata ‘akan aku belikan,tapi tidak sekarang ya?’ Hain mengangguk lalu menjulurkan kelingkingnya ‘janji?’ dan Minji mengaitkan kelingkingnya dikelingking Hain ‘janji..’

*

BRAK.

Seseorang menabrak punggung Minji yang membuat strawberry floatnya jatuh berceceran ditanah ditambah kamera digitalnya yang ternyata juga jatuh. Ia memungut benda kesayangannya lalu mengusapnya perlahan. Minji menghela nafas kesal

“tak minta maaf setelah menjatuhkan strawberry float dan kameraku walaupun tidak sengaja uh?” Minji berkomat-kamit sendiri lalu berjalan meninggalkan kawasan itu dan kembali pulang ke flatnya.

Semenjak kematian adik dan kedua orang tuanya,Minji memutuskan untuk tinggal di flat saja. Terkadang ia tinggal diflatnya bersama temannya,Jung Hwaeji.

Minji mengambil kunci yang ia sembunyikan dibawah karpet lalu memasukkan kunci itu kepada tempatnya. Ia masuk kedalam flatnya dan merebahkan tubuhnya ke sofa. Minji mengambil remote dan menekan tombol power. Merasa tak ada yang menarik,Minji melangkahkan kakinya menuju kamarnya.

‘”hari ini aku hanya mendapat sedikit foto-foto mereka hhh” gumamnya kemudian hendak memejamkan mata namun gagal karena ponselnya berdering.

Dilihatnya nama yang tertera dilayar ponselnya. Jung Hwaeji.

Dengan berat hati ia menekan tombol hijau dan menempelkan ponsel itu ketelinganya.

“ha—”

“YA! YOO MINJI DARIMANA SAJA KAU?! KENAPA TELEPON DARIKU TAK KAU ANGKAT- ANGKAT HAH?! AKU SUDAH MENELEPONMU LEBIH DARI 20 KALI! AKU—”

“kau berisik sekali Hwaeji-ya”

“HAH?! KAU… AISH AKU AKAN KE FLATMU SEKARANG JUGA”

Minji melihat layar ponselnya lalu memutar bola matanya.

“dasar”.

Minji mengambil tasnya dan mengeluarkan kamera miliknya yang tadi terjatuh. Ia berdoa dalam hati semoga kameranya tidak rusak. Beruntunglah dia,kameranya tidak rusak hanya sedikit lecet dibagian samping—karena terbentur aspal. Ia tersenyum dan melihat hasil bidikannya.

Pintu flatnya terbuka hingga memunculkan sesosok gadis yang menatap Minji dengan tatapan mengerikan. Jung Hwaeji.

“ASTAGA MINJI-YA! KAU MENGUNTIT MEREKA LAGI HAH?!” teriak Hwaeji saat melihat temannya sedang melihat-lihat hasil bidikannya.

“hmmm”

“ASTAGA.. SUDAH 5 TAHUN INI KAU MENGUNTIT MEREKA,KAPAN KAU AKAN BERHENTI  MENGUNTIT MEREKA HAH?!”

“Hwaeji-ya,kau tahu kan ini permintaan terakhir adikku—”

*

‘o-nni,k-kau tahu k-kan aku s-suka SHINee?’ Tanya Hain dijawab anggukan Minji. Hain tersenyum lalu mengeratkan genggamannya pada tangan Minji.

                ‘o-nni,kau m-mau b-berjanji padaku?’

                ‘janji apa?’Hain memberikan sepucuk surat yang telah usang kepada Minji. Minji menerimanya dan menatap bingung pada surat itu. Hain tersenyum lagi.

                ‘k-kau boleh b-baca surat i-itu setelah a-aku tak—‘Hain sudah tak bisa bernafas dengan normal lalu alat pendeteksi itu mengisyaratkan bahwa jantung Hain sudah berhenti berdetak. Garis lurus dengan suara yang sangat menyakitkan telinga. Minji membulatkan matanya lalu memanggil dokter.

                ‘kuharap kau tabah,nona’

               Setelah pemakaman kedua orang tua dan adiknya,Minji duduk disebuah bangku tua didekat area pemakaman itu. Ia mengambil surat disaku celananya.­ Kertas itu sudah begitu kusam. Minji mengambil nafas lalu mengeluarkannya perlahan. Dibukanya surat itu dan dibacanya secara detail.

 

                Onni~^^

                Sebelumnya maaf kalau tulisanku jelek,tanganku tak begitu kuat untuk menulis.

                Kau pasti tahu kebiasaanku yang sering menguntit SHINee ketika aku pulang sekolah,kan?

                 Aku tahu kau tidak suka SHINee,tahu saja tidak-_-

                Aku mohon kau mau berjanji padaku. Gantikan aku untuk menguntit SHINee. Bagaimanapun  caranya. Hanya itu saja. Haha terlalu konyol ya?

                Yasudah itu saja. Annyeong onni~ saranghae.

 

                -Yoo Hain-

*

               

“tapi sampai kapan kau akan terus menguntit mereka Minji-ya? Kau sudah terlalu fanatik”

“‘sampai.. ah entahlah”

Minji tertawa renyah “mungkinkah selamanya?”

*

Lima pria berwajah tampan yang sedang menyesap teh jamur yang mereka beli beberapa menit yang lalu. Salah satu dari mereka bangkit lalu memasakkan makan malam untuk mereka berlima.

“hyung,kau tadi lihat wanita itu tidak?”

“penguntit setia kita hm?”

“si cantik”

“apa ia tak punya pekerjaan lain uh?”

“kalian tahu? Jika dihitung-hitung ia sudah 5 tahun menguntit kita”

Key menyiapkan perlengkapan dimeja dibantu Taemin. Onew mengangguk-anggukkan kepalanya mendengar ucapan Key barusan. Lima tahun bukan waktu yang sebentar,itu lama. Sangat lama. Bahkan kini umurnya saja sudah 25 tahun.

“eumm aku punya ide!”

“aku tak akan menyetujuinya jika idemu hal yang sangat gila,Kim Jonghyun”

“ya! Kim Kibum! Panggil aku Hyung! H-Y-U-N-G!”

“cih~”

Ketiga member lainnya memutar bola matanya melihat kedua orang itu. Minho memiringkan kepalanya lalu bersuara

“apa idemu itu hyung?”

Jonghyun menunjukkan smirknya dan membisikkan idenya ke Minho dan Minho membisikkan ide Jonghyun ke member lainnya. Key membelalakkan matanya saat Onew usai membisikinya.

“ini namanya untung di kau,Kim Jonghyun”

***

Minji mengerjapkan matanya berkali-kali,ia turun dari tempat tidurnya lalu berjalan kearah dapur untuk mengambil minum. Tenggorokannya terasa sangat kering. Dilihatnya jam dinding yang masih menunjukkan pukul 3 dini hari. Jika sudah seperti itu ia tidak bisa tidur lagi. Ia mengambil 1 botol berisi air mineral dan sekaleng kopi lalu ia berjalan menuju kamarnya.

Minji menghidupkan macbooknya dan mulai membuka akun twitter miliknya. Ratusan mention masuk dan tak ada satupun yang menjadi perhatian Minji. Ia menutup macbooknya,lalu berjalan keluar kamar. Diraihnya remote tv dan menekan tombol power,beberapa kali ia mengganti saluran televisi yang ia rasa sama sekali tidak menarik. Ia menekan kembali tombol power lalu mengambil ponsel yang ia kantungi. Minji mengernyit,ada lima pesan dan 3missed call dari nomor asing. Dibukanya satu dari lima pesan itu.

-Foto-foto hasil bidikanmu luar biasa bagus! Kau stalker hebat!-

Minji menghela napas dan menghapus semua pesan dan log panggilan. Ia berjalan kekamarnya dan mencoba untuk tidur walaupun sekarang jam dinding menunjukkan pukul 5.40.

*

“KIM KIBUM,CHOI MINHO,LEE TAEMIN,DAN LEE JINKI HYUNG BANGUN!”

“berhentilah berteriak Kim Jonghyun,aku tidak tuli” ujar Key masih dalam mata terpejam.

“apa katamu sajalah. Oke,rencana pertama aku akan turunkan Onew hyung dan Taemin~ jajaja cepat mandi atau mau kumandikan?!”

“AKU BISA  MANDI SENDIRI HYUNG” teriak Taemin entah dimana anak itu berada.

Jonghyun menyunggingkan smirknya lalu berjalan menuju dapur untuk membuat sarapan untuknya sendiri tentunya. Ia sudah menahan tawanya mati-matian. Key melangkahkan kakinya menuju dapur dan mengambil roti yang baru saja Jonghyun buat.

“terima kasih atas rotinya Jonghyunnieeee~ aku mencintaimu muah”

“YA! KIM KIBUM KEMBALIKAN ROTIKU!”

*

#Onew P.O.V

Onew merapikan syalnya dan mulai berjalan di sekitar Insadong. Kata Jonghyun,gadis itu sering dilihatnya didaerah itu. Ia menengokkan kepalanya kekanan dan kekiri barangkali melihat batang hidung gadis penguntit setia boybandnya. 2 jam berlalu,gadis yang dimaksud Jonghyun tak menampakkan batang hidungnya. Onew memutuskan untuk membeli kopi dikafe dekat situ. Ia memberikan beberapa lembar uang kepada gadis penjaga meja kasir dan keluar dari kafe tersebut. Matanya menangkap sesosok gadis yang 2 jam ini ia cari,lalu berjalan perlahan dibelakangnya. Gadis itu sedang membawa beberapa lembaran kertas entah apa isinya lalu tak diduga Onew,gadis itu berbalik kebelakang dan menabrak Onew. Kertas yang dibawa gadis itu jatuh berhamburan dan kopi yang tadi ia beli mendarat mulus di kaus putihnya.

“o-oh.. maafkan aku,aku ti—”

“tak apa”

Onew membuka sedikit syalnya dan tersenyum kearah gadis itu. Ia berjongkok dan memungut kertas-kertas milik gadis didepannya. Sekilas Onew melihat nama yang tertera pada lembaran terakhir yang ia pungut. Onew mengibaskan tangannya didepan wajah gadis itu.

“hey,ini milikmu..”

“o-ohh ya,terima kasih” ucap gadis itu lalu berjalan meninggalkan Onew.

“gadis aneh,tapi cukup menarik” gumamnya lalu melangkahkan kakinya menuju van yang sudah menunggunya beberapa meter didepannya.

#Onew P.O.V End

*

“Minji-ya,berikan laporanku ini ke Joo Seonsaengnim ya? Nanti aku belikan photobook shinee~”

Minji mendengus lalu merebut laporan Hwaeji. Hwaeji tersenyum penuh kemenangan. Namun sesaat kemudian senyumnya memudar. Wajahnya berubah pucat dan ia mengeluarkan keringat dingin.

“harga photobook shinee kan mahal..uang darimana.. Jung Hwaeji bodoh bodoh bodooooh!!!”

Minji memilih jalur Insadong,karena rumah Joo seonsaengnim tak jauh dari situ. Ia membolak-balikkan laporan milik Hwaeji. Ia sebenarnya malas mengantarkan laporan milik Hwaeji ke Joo seonsaengnim. Ditambah Joo seonsaengnim itu galak luar biasa,hanya lembut kepada Min Seonsaengnim cih guru macam apa dia?! Tapi janji Hwaeji itu sangat sangat sangat menggiurkan. Jarang-jarang ada orang yang mau membelikan photobook untuknya sekalipun itu temannya sendiri.

Sesampainya dirumah Joo seonsaengnim,Minji tak langsung mengetuk pintu rumah Joo seonsaengnim melainkan diam dengan tubuh gemetaran. Ia takut berhadapan dengan guru killer itu. Minji mengambil napas dan mengetuk pintu rumah Joo seonsaengnim.

“SIAPAAA?!”

“YOO MINJI,SEONSAENGNIM”

“MASUK SAJAA!”

Minji perlahan memasuki rumah Joo seonsaengnim dan mengganti alas kakinya dengan sandal yang telah disiapkan. Joo seonsaengnim sedang menonton tv rupanya. Dan lihat,dia menonton drama. D-R-A-M-A. Bayangkan saja,baru kali ini Minji melihat laki-laki yang sudah berumur menonton drama. Apalagi drama itu PINK LIPSTICK. Minji menahan tawanya sampai Joo seonsaengnim bertanya

“ada perlu apa kemari,Yoo Minji?!”

“eh..anu..Pak..aduh..ini..”

Minji menyodorkan beberapa lembar laporan milik Hwaeji dan ditarik oleh Joo seonsaengnim. Joo seonsaengnim mengerutkan keningnya dan melirik kearah Minji. Minji bergidik ngeri melihat Joo seonsaengnim. Joo seonsaengnim mengembalikan laporan itu.

“kembalikan kepada Hwaeji,suruh dia sendiri yang mengantarnya. Dan bilang kepadanya ganti semua laporan yang sudah ia buat itu. Laporannya salah semua. Aku kan menugaskannya membuat makalah arang bukan barang”

Minji mengangguk-angguk dan hendak berpamitan namun belum sempat ia berpamitan,Joo seonsaengnim menyodorkan lembaran yang sama. Minji mengernyit bingung lalu mengambil lembaran itu. Matanya membelalak lalu meringis.

“hehe aku salah juga ternyata” gumamnya

“bawa pulang saja”

“tidak perlu.. nanti saya buat lagi saja. Kalau begitu saya pamit pulang”

Minji membungkuk dan berjalan menuju teras dan mengganti sandal yang ia kenakan dengan sepatu ketsnya. Ia berjalan melewati sebuah kafe dan berniat membeli minuman. Ia berbalik dan menabrak seseorang yang membawa kopi. Laporan milik Hwaeji jatuh berhamburan dan kopi itu mendarat mulus di kaus putih milik orang itu. Minji membelalakkan matanya lalu membungkuk.

“o-oh.. maafkan aku,aku ti—”

“tak apa”

Orang itu membuka sedikit syalnya dan tersenyum. Minji membelalakkan matanya lagi melihat siapa orang-dibalik-syal. Onew. O-N-E-W. Minji tak menyangka bisa bertemu dengan leader shinee secara langsung walaupun tidak sengaja. Onew memungut laporan milik Hwaeji lalu mengibaskan tangannya didepan wajah Minji.

“hey,ini milikmu..”

“o-ohh ya,terima kasih” ucap Minji lalu meninggalkan Onew.

Minji tak jadi masuk ke kafe dan terus berjalan menuju flatnya. Jantungnya serasa hampir copot. Sekarang ia setingkat lebih beruntung dibanding adiknya. Adiknya hanya menguntit,sedangkan dirinya bertemu langsung walaupun tak disengaja.

“Hwaeji-ya..”

*

Sebuah van melaju dengan kecepatan sedang. Didalamnya 4 pria tampan sedang membicarakan leader mereka.

“kira-kira Onew hyung berhasil tidak ya…” gumam member termuda.

“kalau Onew hyung berhasil,maka kau tak usah menjalankan rencana hari ini”

Van berhenti beberapa meter didepan Onew. 4 pria mengintai Onew dari dalam van. 2 jam berlalu,tiba saatnya dan… sepertinya leader mereka berhasil. Jonghyun menyunggingkan smirknya dan mengirim pesan singkat kepada hyungnya itu.

“hyung,van kita berada didepanmu cepat kemari..beritahu hasilnya~ kkk”

Onew berjalan menuju van,membuka pintunya dan masuk. Ia duduk diantara Jonghyun dan Key. Minho dan Taemin menengok kearah hyungnya itu seakan meminta jawaban.

“jadi,namanya Jung Hwaeji…”

-tbc-

5 thoughts on “[FF/Shinee] STALKER Part 1

  1. gomawo da krim FF nya ma q chingu!!!!!!
    Hahaha…. dasar jongppa, ga sopan masa’ hyung nya disuruh2 sech, onew nya mau ja lg.ckckckc

    iiihhhh… penasar bgt deh rencana jong tu apaan sech sbnrnya??? PENASARAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAANNNNN…..!!!!!!!

    Lanjut eonni, dtgu kelajutan next part nya……!!!!!!!!!! (^_@)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s