[Ahra – Donghae Scene] Officially Missing You

Casts :

  • Lee Ahra
  • Lee Donghae
  • Cho Kyuhyun
  • Han Kihyun
  • Lee Hyukjae
  • Shin Yeonhee

Author : ninasomnia a.k.a. ninanino

Summary : It’s about an idea that come from girl named Kihyun. She wants exchange dates between them. Those’re supposed to be Donghae and Yeonhee, Kyuhyun and Ahra, and last Eunhyuk and Kihyun. But everything that un-usual, sometimes really enjoyable and also…different. Get it?

________________________________________________________________________________

morning beauty ^^

bagaimana tidurmu? nyenyakkah? kkkk ^^

sender : donghae lee

Ahra masih berusaha mengumpulkan nyawanya. Meski dia belum sepenuhnya terbangun dari tidurnya, dia yakin dengan apa yang dilihatnya di ponselnya.

Secepat mungkin dia menggeser jari-jarinya. Tangannya sudah gatal untuk bersegera membalasnya.

Matanya memeriksa kembali susunan kata yang diselesaikannya. Memastikan bahwa pesan yang akan dikirimnya kembali ke kekasih temannya ini cukup mewakili keterkejutannya.

to : donghae lee

Oppa, kukira kau salah mengirimkan pesan. ini Ahra, bukan Yeonhee.

Baru saat Ahra menyingkap selimutnya, sebuah raungan dari ponselnya kembali mengusik ketenangan paginya. Setidaknya begitulah pemikirannya. Matanya terfokus pada nama yang tertera disana. ‘donghae lee‘. Tanpa sadar,tenggorokannya memberondong serentetan suara terbatuk-batuk. Memastikan suaranya baik-baik saja mungkin.

“Halo.” bukanya pelan. Dia masih sedikit takut sebenarnya. Mungkin karna insiden pesan singkat menggelikan tadi.

Morning beauty~”

Ahra meraih sandaran tempat tidurnya. Seakan dengan begitu bisa menahan dirinya ke kamar mandi, memuntahkan sesuatu. “Donghae oppa?”

“Iya.”

Ahra mendengus. Sepertinya orang di seberang sana belum menyadari sepenuhnya ucapannya tadi pertanyaan, bukan panggilan. “Maksudku, apa ini kau, Donghae oppa?”

Suara tawa ringan menyambutnya. “Tentu saja, Ahra-ya. Ah tunggu, jangan bilang kau lupa dengan ide bertukar pasangan itu?”

Deg. Ahra kembali tersadar. Menepuk jidatnya cukup keras. Menghasilkan bekas memerah di bagian tubuhnya itu. “Ah iya. Maaf oppa, aku lupa.”

“Sudah kuduga. Pantas saja kau membalas ‘morning text‘-ku seperti itu. Ah, kau ada rencana apa pagi ini beauty?”

“Tidak ada sepertinya. Hari ini aku free. Bagaimana denganmu oppa?”

“Hanya ada latihan pagi ini. Akan selesai pukul sebelas. Setelah itu aku akan menjemputmu. Kita makan siang bersama. Bagaimana?” tawaran Donghae sedikit menarik Ahra. Makan siang?

“Ah oke. Jemput aku sebelum jam dua belas tepat. Aku akan bersiap nanti.”

Ahra berjalan ke arah meja belajarnya. Melirik jam kecil di sudut meja itu. Saat ini masih pukul 7.30. Terlalu pagi untuk melakukan sebuah panggilan. Setidaknya itu yang dikenalnya selama ini.

“Oke beauty. Sampai bertemu.”

Oppa— Tunggu.” Ahra memotong ucapan Donghae, tepat sebelum laki-laki itu menutup panggilan. “Bisakah berhenti memanggilku beauty? Itu sedikit menggelikan kau tahu.”

Sekali lagi Donghae tertawa renyah sekali. Kata-kata Ahra benar-benar bukan seperti Ahra yang dikenalnya selama ini. Bukan Ahra yang keras, seperti yang dipikirkannya. “Kalau begitu, kau mau kupanggil apa?”

“Ahra. Ahra saja cukup.”

“Ya! Kalau begitu apa bedanya aku dengan yang lain? Aku ingin ada yang spesial.” sanggah Donghae. Ahra mendengus pelan. Sikap keras kepala Donghae mulai keluar sepertinya.

“Tapi kita hanya pasangan satu minggu oppa. Untuk apa ada panggilan yang spesial.”

Donghae lebih melembutkan suaranya. Gadis di seberang telepon ini sepertinya benar-benar tidak bisa bersikap seperti layaknya gadis lain. Efek dari terlalu lama bergaul dengan Cho Kyuhyun, setidaknya itulah yang berputar di otaknya.

“Tetap saja, mau itu satu minggu, satu hari, atau bahkan satu menit sekalipun kita tetap sepasang kekasih saat ini Lee Ahra. Dan aku ingin ada yang spesial selama kau menjadi kekasihku.”

Ahra menghembuskan napas berat. Pikirannya membayang ke kekasihnya yang sebenarnya. “Tapi Kyuhyun memanggilku begitu.”

“Jangan samakan aku dengan magnae kurang ajar itu. Sebenarnya dia memiliki panggilan spesial untukmu. Kau hanya, tidak menyadarinya saja.”

Dahi Ahra membentuk kerutan rapi. Menunjukkan keterkejutan dengan ucapan Donghae tadi. Setahunya Kyuhyun tak pernah memiliki sesuatu yang spesial.

Gadis bodoh, bukankah hanya dia yang memanggilmu begitu?”

Ahra menganggukkan kepalanya pasrah. Sebagian otaknya membenarkan ucapan Donghae itu.

“Walaupun terdengar mencela, tapi dia melakukannya Ahra-ya. Dia memanggilmu dengan panggilan spesial. Yang mungkin tidak sembarang orang memanggilmu seperti itu.”

Entah kenapa Ahra merasa jantungnya bekerja lebih cepat dari seharusnya. Dia sadar ucapan Donghae itu tak pernah sekalipun dipikirkannya. Gadis bodoh? Selama ini dia merasa itu hinaan dari seorang Cho Kyuhyun. Tapi benarkah itu sesuatu yang spesial?

“Ah, bukan oppa. Dia hanya mengejekku. Tidak ada yang spesial.” sanggahnya. Tapi jauh di lubuk hatinya dia tak semudah itu melepaskan pemikiran bodoh ini. Gadis bodoh? Spesial?

“Terserah apa katamu. Kujemput kau sebelum jam dua belas. Dan aku mau kau sudah menentukan panggilan apa yang harus kita lakukan seminggu ke depan. Aku tutup teleponnya.”

Ahra mendengus. Menjauhkan telepon itu dari wajahnya, lalu melemparnya asal ke arah ranjang. Sekali lagi ia disibukkan dengan pemikiran panggilan spesial tadi.

“Argh, ini benar-benar menggelikan. Untuk apa harus ada panggilan spesial. Memang Kihyun dan Yeonhee melakukannya? Babo.” Continue reading

Advertisements