[FF/Part2] Love’s Loan

Author : Aralee

Casts : Lee Sungmin, Song Saehee

N.O.T.E : hai haiiii kkk author bawa part kedua muhahahah setelah berapa bulan ya tau berapa bulan wkwk jeongmal mianhae author sibuk sama pengurusan skripsi ._.v jadi kalo mau nyentuh FF rasanya males buanget… tapi author janji sama diri sendiri kalo komen FF ini sampe 50 komen / readers sampe 150.000 author mau ngelanjutin ini FF sampe kemudian author ngecek wah blog ini udah nembus 150.000 o_o jadi buat memenuhi janji author ngepost part 2 FF ini… masih berapa part lagi author juga belum tau, tergantung dari ide😛

selamat membaca jangan lupa kritik saran 

DO NOT PLAGIAT

PREVIEW

Sungmin menarik lengan Saehee pelan, menarik agar tubuh dan kepala Saehee bersandar padanya. Ditahannya kepala Saehee dengan tangannya. Kepala Sungmin juga ikut bersandar pada kepala Saehee *bisa bayangin kaga?*

“Igen mwoya??” desis Saehee yang terbangun atas tingkah Sungmin, berusaha melepaskan diri namun tangan Sungmin dengan kuat menahan kepalanya.

“Tidurlah.” Jawab Sungmin singkat.

Saehee kembali berusaha menjauh dari Sungmin namun gagal, akhirnya ia hanya menyender pasrah, kembali menerawang sembari sesekali muncul dalam pikirannya kenapa Lee Sungmin melakukan hal-hal aneh, seperti sekarang ini misalnya.

Terlalu lelah berpikir, Saehee kembali terlelap. Sungmin tersenyum mengetahui gadis di sebelahnya tertidur.

“Tanpa disuruh pun aku akan melindunginya, ahjussi…”

***

“Kamarmu di sebelah kamarku,” Sungmin menunjuk ruangan di sebelah kamarnya.

Saehee berjalan menuju kamarnya ketika Sungmin menahannya.

“Besok, aku mau kau membangunkanku sebelum jam delapan. Aku agak terlalu sulit untuk tidur di tempat baru jadi kemungkinan aku akan bangun terlambat. Ingat, sebelum jam delapan, ini bawa kunci kamarku.” Sungmin melempar kunci master kamarnya yang langsung ditangkap dengan sigap oleh Saehee secara refleks.

“Tidurlah lagi, selamat malam …. Saehee-ya.” Ujar Sungmin lalu tersenyum dan masuk ke kamarnya.

Saehee masih terpaku di tempatnya, berusaha mencerna perkataan Sungmin dengan otaknya yang lamban ketika hari semakin malam. Ketika menyadarinya ia mengumpat pelan.

“Kenapa aku juga menerima saja kunci kamarnya astaga…”

Saehee menggelengkan kepalanya dan memasuki kamarnya, kembali beristirahat untuk sejenak.

***

Sungmin terbangun dengan mata yang sedikit berat untuk dibuka.

“Jam berapa sekarang..” gumamnya dengan suara serak sambil sebelah tangannya memegang kepalanya yang sedikit pusing.

07.55.

Sungmin mendecak kesal, terbiasa bangun pada jam yang sama setiap harinya membuatnya terbangun secara alami meski tidak tidur pada tempat yang sama.

“Kenapa Saehee belum juga membangunkanku?” Gumamnya lagi lalu mencoba bangun.

Sungmin melangkah ke kamar mandi sebelum kemudian terbersit olehnya sebuah ide baru, sebuah hukuman. Tersenyum, ia pun melanjutkan aktivitasnya membersihkan diri.

Sungmin sedang mengenakan kemejanya ketika Saehee terburu-buru membuka pintu kamarnya.

“Maaf aku kyaa!!”

Sungmin menoleh, melihat Saehee yang membalikkan badannya, membelakangi dirinya.

Tersenyum sekilas, Sungmin mendekati Saehee.

“Apa kau tahu pukul berapa sekarang?” tanyanya dengan suara rendah.

“Ma…maaf… aku tidak tahu kenapa aku bisa bangun terlambat, padahal aku sudah menghidupkan alarm tapi…”

“Sudahlah, lagipula aku sudah terbangun.” Potong Sungmin

“Eng..kalau begitu aku keluar dulu.” Ujar Saehee bergegas keluar tanpa menoleh ke arah Sungmin sedikit pun.

Namun Sungmin mencekal tangannya.

“Siapa yang mengijinkanmu keluar? Kau telah terlambat membangunkanku jadi…. Tentu saja ada hukuman…”

Sungmin membalikkan badan Saehee sehingga menghadapnya, memberikan senyum termanisnya yang membuat Saehee entah kenapa sedikit berdebar.

“Hu..hukuman?” susah payah Saehee bersuara.

Sungmin melepaskan pegangannya pada lengan Saehee.

“Kau tidak lihat pakaianku sekarang?”

Sungmin merentangkan kedua tangannya, memperlihatkan kemejanya yang masih belum terkancing sepenuhnya, intinya pakaiannya masih berantakan.

“Ma…maksudmu aku harus..?”

Sungmin tersenyum lagi.

“Aku tidak mau.” Ujar Saehee menatap Sungmin tajam.

“Jeaskan alasanmu.”

“Perjanjian, kau tidak bisa semena-mena terhadapku.”

“Perjanjian, baik, lalu dimana kedisiplinanmu ketika aku menyuruhmu membangunkanku tepat waktu? Apakah ini kesalahanku? Dan aku rasa ini bukan tindakan semena-mena mengingat kau tidak mematuhiku.”

Saehee terdiam, masih menatap Sungmin tajam seolah tidak terima dengan argumen Sungmin barusan.

“Dan kau tahu betul kau tidak bisa menolak perintahku.” Jawab Sungmin, senyum di wajahnya menghilang, balas menatap Saehee tajam.

Saehee memalingkan wajahnya entah kenapa ia tidak bisa membalas tatapan tajam Sungmin.

Mendecak kesal tanpa memandang wajah Sungmin ia maju, mulai mengancingkan kemeja Sungmin.

Sungmin tersenyum tipis, lalu diserahkan dasinya ketika kemejanya sudah selesai dikancingkan Saehee.

Saehee mengambil dasinya dengan malas-malasan, masih tanpa memandang Sungmin ia membenahi dasinya.

“Selesai. Aku bisa pergi sekarang bukan?” tanyanya.

“Dan membiarkanku pergi meeting seperti ini?”

Sungmin memandang ke arah bajunya yang belum dimasukkan ke dalam celana panjangnya lalu menatap Saehee dengan wajah inosennya.

Semburat merah muncul di wajah Saehee.

“lakukan sendiri kau gila.” Ujarnya lalu bergegas keluar dari kamar Sungmin.

Sungmin tersenyum lebar, ia senang telah menjahili Saehee, apalagi melihat pipi gadis itu yang berubah menjadi merah.

***

“Jadi cukup sekian saya kira pertemuan hari ini. Terima kasih.” Ujar Sungmin menutup pertemuan siang itu dengan beberapa dewan direksi lainnya.

Dengung suara memenuhi ruangan itu.

Sungmin membereskan berkas-berkasnya dibantu oleh Saehee ketika kemudian salah seorang dewan direksi menyeletuk.

“Sungmin-ah, pantas saja kau mengganti sekretaris lamamu.”

Sungmin mendongak menatap sang pembicara ketika dilihatnya orang tersebut sedang memandangi Saehee dari kepala sampai kaki.

Sungmin tersenyum singkat lalu merangkul pinggang Saehee, sedikit menariknya pergi.

“Terima kasih, ahjussi. Maaf saya duluan.” Ujar Sungmin.

Saehee yang merasa risih sedikit meronta dalam rangkulan Sungmin.

“Diamlah.” Bisik Sungmin.

“Ya, lain kali jika mengadakan pertemuan seperti ini ajak dia ya hahaha.”

Sungmin tersenyum lagi lalu mengangguk singkat dan akhirnya meninggalkan ruangan itu bersama Saehee.

“lepaskan.” Ujar Saehee ketika sudah berada di luar.

Sungmin melepaskan rangkulannya dalam diam, berjalan mendahului Saehee menuju mobil yang pintunya sudah dibukakan untuknya.

“Dasar genit. Memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan.” Gumam Saehee sebelum akhirnya menyusul Sungmin memasuki mobil.

***

“Kau kenapa?” tanya Sungmin melihat Saehee yang sedari tadi terus bergerak tidak nyaman dalam duduknya.

Saehee tidak menjawab, hanya memalingkan muka.

Seketika Sungmin mengetahui penyebabnya, ketika diliriknya spion tengah ia memergoki supirnya tengah mencuri-curi pandang dengan Saehee. Bukan, bukan menatap wajahnya.

Sungmin melirik dan menyadari arah pandangan supir tersebut.

“berhenti.” Perintahnya.

Mobil pun berhenti melaju.

“Turunlah.” Perintah Sungmin kepada sopirnya.

“Eh tapi tuan..”

“Aku ingin jalan-jalan sebentar. Kau kembalilah ke hotel.”

Sungmin mengeluarkan dompetnya, menarik beberapa lembar uang dan menyerahkannya kepada sopirnya.

“gunakan itu untuk ongkosmu ke hotel.”

Sopirnya menatap ragu lalu mengambil uang itu dan keluar dari mobil.

Sungmin memindahkan dirinya ke kursi kemudi lalu melanjutkan mengemudikan mobilnya. Penasaran, diliriknya kaca spion tengah dan memang pemandangan yang di dapatnya sungguh menggoda.

“Kenapa kau memakai rok sependek itu? Kau sengaja ingin menggoda lelaki?” Tanya Sungmin sarkastik.

Saehee menatapnya kesal.

“Bukankah menjadi peraturan perusahaanmu untuk berpakaian seperti ini?”

Sungmin kembali melirik Saehee dari spion tengah.

“Benarkah? Hmm.. Karena kau pekerja pribadiku jadi terserah aku bagaimana mengaturmu. Mulai sekarang kau tidak perlu memakai pakaian yang seksi,yang jelas sopan, kau tentu tahu bagaimana maksudku. Elegan, tapi sopan. “

Saehee mendecakkan lidahnya, menggumam kesal akan tingkah Sungmin yang seenaknya. Sebentar ini sebentar itu.

Tapi kemudian dia sadar apa yang Sungmin lakukan sebenarnya justru melindunginya. Melindunginya dari tindak pelecehan, mungkin dari tatapan pria jalang.

Saehee menatap Sungmin diam-diam.

“Mungkin aku tidak perlu bersikap terlalu keras padanya lagi.” Gumam Saehee dalam hati.

Keheningan merayap di antara mereka berdua yang dipecahkan oleh suara radio yang sengaja Sungmin putar.

Namun mobil tiba-tiba berhenti mendadak.

“ck. Pasti mogok.” Gumam Sungmin.

“Mobil sebagus ini bisa mogok juga.” Gumam Saehee yang didengar Sungmin.

“Manusia sebaik apapun juga bisa melakukan kesalahan. Turun.”

Saehee memajukan bibirnya, kebiasaannya ketika kesal.

Sungmin membuka kap mobil, mencoba melihat-lihat mesin mobilnya.

“Memangnya kau tahu mesin?” Tanya Saehee meragukan. Saehee melepas blazernya dan hanya mengenakan kemeja putih.

Sungmin melihatnya sedikit tergoda, menurutnya wanita itu seksi ketika hanya mengenakan kemeja putih.

Sungmin memalingkan muka.

“Lumayan, aku pernah bekerja di bengkel mobil setengah tahun.” Ujar Sungmin sambil mengutak-atik mesinnya.

Saehee membulatkan matanya, ia tidak percaya, seorang direktur perusahaan besar seperti dia bekerja di bengkel mobil?

“Ah dasi ini mengganggu.” Gumam Sungmin lalu menghampiri Saehee.

“Tolong lepaskan dasi dan lipatkan lengan bajuku. Tanganku kotor.” Ujar Sungmin. Saehee menatapnya sebentar lalu melepaskan dasinya.

Sungmin menatap wajah Saehee yang sedang serius melepaskan dasinya lalu pandangannya beralih.

“Itu..”

Saehee menatapnya. “apa?”

Sungmin memalingkan wajahnya ke arah lain.

“Tidak, cepatlah.”

Saehee bergumam pelan “Orang aneh”

“Ini sudah selesai.” Ujar saehee.

Sungmin kembali menuju kap mobil, namun ia berbalik.

“Oh ya, tolong belikan minuman dan makanan kecil. Untung dekat supermarket, belilah yang banyak.”

Saehee mengernyitkan dahi.

“Kenapa harus beli banyak-banyak?”

“Oh, nanti malam kau harus membantuku menyelesaikan beberapa laporan, mungkin kita akan sedikit lembur. Jadi lebih baik sedia minuman dan camilan. Pakai uangmu dulu nanti aku ganti, aku tidak bisa mengambil dompetku’. Atau.. kau mau mengambil sendiri dompetku? Ada di kantong celanaku sebelah kanan.” Ujar Sungmin sambil tersenyum menggoda Saehee.

Saehee memutar kedua bola matanya lalu segera pergi ke supermarket yang dimaksud.

***

“Ada apa?” Tanya Sungmin.

Mereka berdua sekarang berada di kamar Sungmin setelah makan malam, berusaha menyelesaikan beberapa laporan.

Beberapa kali Sungmin melihat Saehee mencuri pandang kepadanya.

Bahkan ketika ia sedang menyesap kopinya pelan seperti sekarang ini Saehee menatapnya penuh minat.

“Eh?” Gugup, Saehee memalingkan wajahnya.

“Kau memandangiku terus daritadi apa kau terpesona padaku?” Tanya Sungmin lagi sembari tersenyum.

Saehee mendengus.

“Aku hanya penasaran tentang umurmu.” Jawab Saehee.

“Umur? Kenapa kau penasaran apa kau tertarik padaku?” Lagi-lagi Sungmin tersenyum jahil.

Saehee memutar kedua matanya.

“27, itu umurku.” Lanjut Sungmin.

“Jinjja?”

“Kau bertanya membutuhkan jawaban atau sanggahan?” Tanya Sungmin sedikit kesal.

“Kau tidak tampak sebagai lelaki di umur yang ke 27 mu ini.”

Sungmin menoleh, menatap Saehee tepat ke manik mata.

“Jadi di matamu aku perempuan?” tanyanya dengan suara dalam.

Saehee menundukkan wajahnya, jantungnya berdegup kencang. Ia tahu ia telah salah bicara.

Sebenarnya ia justru suka dengan tingkah Sungmin, lucu, apalagi ketika pria itu sedang minum. Namun ia takut Sungmin akan menggodanya jika Ia mengatakan hal yang sejujurnya.

Dari sudut matanya Saehee melihat Sungmin membuka tiga kancing kemejanya.

“Ya! Apa yang kau lakukan?”

Sungmin melirik Saehee sekilas.

“Aku kepanasan. Kenapa? Kau menganggapku perempuan kan? Jadi tidak masalah walaupun sekarang aku telanjang di depanmu.”

“Ish..”

Saehee menunduk, kembali memusatkan perhatiannya kepada pekerjaannya.

Sungmin masih menatap Saehee, tertangkap oleh pandangannya sebelah kerah baju Saehee yang sedikit turun hingga menampakkan tali branya.

Sungmin pun mendekati Saehee.

“Ya, igen mwoya?” Tanya Saehee.

Sungmin menatapnya dalam, sebelah tangannya terangkat perlahan. Saehee memejamkan matanya mengantisipasi hal yang akan terjadi ketika kemudian dirasakannya tangan Sungmin yang berada di bahunya membenarkan kembali tali bra nya yang turun.

Perlahan Saehee membuka mata, melihat Sungmin yang menatapnya sambil menahan senyum.

“Kenapa kau? Berharap aku menciummu?” Tanya Sungmin dengan nada geli.

Saehee mendorong Sungmin pelan, berpura-pura membereskan kertas-kertas laporannya sambil menggerutu.

“Siapa yang berharap kau cium tch.”

Sungmin menahan tawanya, entah apa yang merasukinya tangannya menarik lengan Saehee, dan sebelah tangannya memeluk pinggang gadis itu dengan erat.

Saehee hanya bisa membelalak kaget saat kedua mata Sungmin menatapnya dalam lalu perlahan pria itu menciumnya bibirnya lembut. Nalurinya yang ingin mendorong Sungmin kalah oleh tenaga pria itu yang memeganginya erat.

Masih menciumnya lembut, Sungmin mulai menggerakkan bibirnya, mengusapkan bibirnya ke bibir Saehee, melahap bibir mungil gadis itu perlahan.

Saehee hanya bisa terdiam, antara terlalu shock dan menikmati ciuman Sungmin.

Tangan Saehee mencengkeram bagian depan kaos putih yang dikenakan Sungmin.

Namun ketika Saehee memejamkan kedua matanya untuk lebih meresapi ciumannya, Sungmin justru menghentikannya, melepaskan dirinya dari Saehee, berjaga akan respon dari gadis itu kalau-kalau akan meledak.

Namun yang dilihatnya gadis itu perlahan membuka matanya, menatap Sungmin dengan sorot mata… kecewa?

Namun Saehee hanya diam, sorot matanya berubah tajam ke Sungmin lalu ia membalikkan badannya membelakangi Sungmin.

Sungmin tidak bisa menebak ekspresi wajah Saehee sekarang namun dapat dilihatnya kedua tangan Saehee mengepal.

“Kau berbohong kan” ucap Sungmin memecah keheningan di antara mereka berdua.

“Kau tidak menganggapku sebagai perempuan. Aku tahu dari ciumanmu yang tergolong payah itu, aku bahkan yakin kau tidak pernah berciuman sebelum ini, kau menikmati ciumanku.”

Perlahan Sungmin berjalan tanpa suara mendekati Saehee yang masih membelakanginya.

“Jujur saja, Nona Song..” bisik Sungmin tepat di belakang Saehee yang langsung membuat gadis itu terkesiap dan refleks menjauhi Sungmin.

Sungmin kembali menarik tubuh Saehee ke dalam dekapannya, menatap lurus ke dalam manik mata.

Keduanya terdiam, untuk Saehee bahkan bernapas saja membuatnya sakit.

“Bukannya kau berdebar saat ini?” Tanya Sungmin dalam suara rendah.

Tangannya menelusuri lekuk wajah Saehee.

“Wajahmu memerah, malu?”

Saehee menundukkan kepala, berusaha menyembunyikan wajahnya dari pandangan Sungmin.

Sungmin memegang dagu Saehee, mengangkat wajah gadis itu, namun Saehee memalingkan wajahnya menolak beradu pandang dengan Sungmin.

Sungmin yang memahami kecanggungan situasi ini hanya mengusap kepala Saehee lalu kembali ke tempatnya, menampilkan ekspresi serius seolah ia benar-benar memusatkan perhatian pada pekerjaannya.

Sampai kemudian, keheningan menyebar ke seluruh ruangan, tidak ada lagi suara desah napas orang dan kertas yang dibolak-balik. Sungmin menoleh, mendapati kepala gadis itu tertelungkup di atas meja. Tersenyum simpul, didekatinya, dibopongnya tubuh Saehee dan dibaringkannya di atas ranjangnya. Dipandanginya sejenak wajah polos Saehee yang sedang tertidur lalu dilanjutkannya menyelesaikan pekerjaan.

***

Harum, bau apa ini?

Saehee mengendus hidungnya  lagi, bau ini bau yang lembut, namun menyegarkan, ia seolah tidak merasa asing dengan bau ini.

Refleks, ia justru mendekat ke arah bau tersebut.

Parfum? Parfum milikku sepertinya bukan seperti ini baunya..

Membuka matanya perlahan, lalu mengerjapkan matanya beberapa kali seolah berusaha meyakinkan dirinya bahwa di sampingnya nyata, sedang tertidur atasannya dengan mimik yang lucu.

Beberapa saat ia terhenyak, sedikit terpesona, hingga pikirannya berhasil menyadarkan dirinya.

Astaga……… apa yang….

“Ya!!! Ireona!!! Yaaa!!!!!”

Sungmin menggeram pelan, melepaskan pelukannya terhadap Saehee, dan membalikkan badannya.

Saehee memutar bola matanya.

Lelaki ini benar-benar…

Digoyangkannya tubuh Sungmin.

“Sajangnim ireona!!”

Sungmin mengambil bantalnya, berusaha menutup telinganya, menghindari teriakan gadis di sampingnya tanpa menyadari siapa gadis itu.

“Aish.. Lee Sungmin jeongmal…”

Menggunakan cara kasar namun cukup efektif, Saehee menampar Sungmin.

Suara tamparan yang cukup keras dan tangannya yang berdenyut menandakan sepertinya tamparan barusan cukup sakit, dan ia akan benar-benar heran jika itu belum juga berhasil untuk membangunkan pria ini. Mungkin pria ini kerbau.

Tapi, sedikit mengulas senyumnya, Saehee melihat Sungmin terbangun dengan cepat, duduk di hadapannya dengan memegang pipinya yang sedikit memerah, akibat tamparan tentunya, dan menatapnya tajam.

Sedikit gemetar menentang tatapan tajam Sungmin Saehee memberanikan dirinya bertanya.

“Apa yang telah kau lakukan padaku semalam? Kau tidak….? Kenapa kau tidak membangunkanku saja?”

Sungmin mendecak kesal.

“Kau membangunkanku hanya untuk bertanya hal yang tidak penting itu?”

Sungmin memposisikan tubuhnya untuk kembali tidur namun Saehee menahannya.

“Jawab aku!! Apa yang sudah kau lakukan semalam??”

Saehee memukul-mukul punggung Sungmin.

“Tsk!”

Sungmin menahan kedua tangan Saehee, menatap tajam.

“Aku tidak melakukan apa-apa kepadamu dan kalau kau ingin tahu yang sebenarnya justru kau lah yang terus menerus mendekatiku sewaktu aku tidur. Kau seperti anak yang ingin terus menempel ibunya waktu tidur sekalipun. Mengerti? Aku sama sekali tidak berbuat seperti, yang kau tahu jelas, apa yang kau pikirkan.”

Sungmin melepaskan cengkramannya pada tangan Saehee, lalu memposisikan kembali dirinya, berbalik ke dunia mimpi.

Mendecak kesal setelah memperoleh jawaban, entah melegakan atau bahkan mengecewakan dirinya sendiri juga tidak mengerti, Saehee memilih untuk kembali ke kamarnya. Sebelum pada akhirnya ia menoleh, menatap punggung Sungmin agak lama seolah mengharapkan pria itu untuk menahannya, dan menggelengkan kepalanya perlahan.

Akal sehat sepertinya sedikit bermusuhan dengannya akhir-akhir ini jika berhubungan dengan pria bernama Lee Sungmin itu.

***

84 thoughts on “[FF/Part2] Love’s Loan

  1. Eh, itu kok ada yang dobel ya tulisannya. Soalnya dag sampe tbc, eh ngulang lagi dari awal.

    Hehehehe, saehee ngarep tuh si umin ‘ngapa-ngapain’ kekekekeke
    akhhh, umin emang unyu-unyu.

  2. Akhirnya setelah 4bulan berlalu nongol juga part 2nya \O/ aaaaa ceritanyaa keren bgtttt, makin penasaran sama ceritanyaaa >< lanjutannya jgn lama2nya thor ._.V btw fighting ya thor sm skripsinya ^^9

  3. Author ceritanya kereeen!! Baru kali ini baca ff tokoh utamanya sungmin yg karakternya kayak gini. sok gak peduli tp mau. Trus suka deh sama alur ceritanya gak terburu buru & enak di bacanya. Part selanjutnya di tunggu yaa thor hwaiting!!

  4. . Daebakk thor ..
    ,, jujur aq nNggu bgtz Lnjtan’na ..
    , akhr’na qluar uga …
    , kya’na benih2 cinta ud mulay tmbuh nech d’hati saehee*halah bhsa’na
    ,, mudah2’n cee mrka cpt br’1 ….
    ,, pqo’na d’nggu bgtz klnjutan’na thor …
    , jgn lma2 ea . Hehehe

  5. aku suka banget karakter sungmin disini :)) biasanya dia cute dan lemah,. dsini evilmin!!!! dapet bgt feelnya :)) waiting next part🙂

  6. mmm…aku suka banget sama karakter dingin+perhatian Sungmin disini.
    Karena aku juga fansnya Sungmin dari dulu… Dari semua personil SuJu,aku juga lebih milih Sungmin.
    Tapi entah kenapa aku jadi ngerasa aneh, maaf ya author, aku cuma pengen ngungkapin unek dan coment aku aja…
    Kenapa peran utama perempuannya bukan Sunny SNSD aja?
    Toh, kita udah gak asing lagi bukan,dengan nama Sungmin Sunny couple?
    hehe..🙂 aku cuma mau usul kok,jangan di ambil batin ya thor🙂
    Karna di google ini udah jarang banget ff SunSun couple, kebetulan author bikin Sungmin..eh, Yeoja nya bukan Sunny. Padahal nama pasangan itu pengaruh juga loh🙂. Andaikan author bikin ff ini SunSun couple, aku yakin banyak yang respon. Karna faktornya: makin berkurangnya ff SunSun couple.
    Ketika author kembangin lagi ff SunSun couple,aku yakin pasti banyak yang seneng karena kehadiran mereka lagi…🙂
    tapi udah terlanjur dan aku telat ngasih usulnya, jadi tetap semangat chigu.
    thanks~
    maaf yang sedalam-dalamnya ya chigu dan jangan marah… oke?😉

  7. Suka sama karakter Sungmin disini,🙂
    Ceritanya juga keren,rapi,gak ngebosenin,dan yg pasti bikin penasaran pake banget,,🙂

    Ditunggu kelanjutannya ya?!!
    Jangan lama-lama ya thor,,
    keburu lempem ntar,
    #kerupuk kali, -_-

  8. Huwaa author keren banget iniT.T tbc nya cepet aja T.T
    Next part! kajja hwaiting eonni(ganti ne heheeh)><9

  9. Author kapan next partnya di post (-̩̩̩-̩̩̩_-̩̩̩-̩̩̩)‎ ga sabar pengen sungmin Sama saehee “bersatu” (?) (‾⌣‾)♉

  10. annyeong onnie^^
    aq reader baru
    wah aku bner2 suka sama ff dri onnie
    bhasanya enak, dan gampang dipahami
    onnie juga keren mendeskripsikan critanya
    apa lagi onnie juga pinter bikin reader penasaran
    pkoknya DAEBAK BGT deh

  11. AUTHOR ini dah 7 bulan knpa part 3 nya gak d’terusin !!!

    Keep writing please !!!
    LOVE LOAN 3 …..
    Buruan d’lnjt !!
    ” guling2an d’tanah “

  12. AUTHOR ini dah 7 bulan knpa part 3 nya gak d’terusin !!!

    Keep writing please !!!
    LOVE LOAN 3 …..
    Buruan d’lnjt !!

  13. Omo, omo, part waktu Sungmin ngerjain laporan ama Saehee sedikit mencekam dan mesum, hahaha, jd inget senior Sungmin di FF yg berbau NC..
    Sama2 sudah mulai jatuh cinta, huwaaa, manisnya mereka..
    Author fighting ne!!!! ^^//

  14. heyyy apa apaan ini, author tega ihh .masa iya pas lagi seru baca malah abis :3
    duhhh penasaran lanjutannya . Umin tergoda, tapi bisa nahannya. Hahha good umin😀
    tapi sebenernya dalam hati saya pingin d lanjutin loh kissnya #plakkkk xD
    ohh iya, pas bagian umin terlambat bangun + saehee dihukum sama umin pas mau akhir buat masukin bajunya sempet deg degan pas baca. Hahhha😀 #yadong kumat xD

  15. WOW makin keren,makin seru and makin suka ama ceritanya,gila fell nya dapet banget alurnya juga aku suka ga buru buru jadi fell nya hidup banget,well thor kapan part 3di post nya,penasaran nih:-)🙂

  16. min ,,,, part 3 nya kapan keluar ??? penasaran nih ..
    jangan lama lama ya .. dah lewat 1 tahun nih ,, aku yg gak pernah komen ff tapi gara gara love loan aku jd komen ,, hanya untuk love loan loh .. please min , keluarin part 3 nya yaa … *puppy eyes

  17. Next thorrr aku sukaaaa.. aaaa sungmin oppaa♥♥ jebal thorr lanjutin ke part 3nyy.. neomu daebakkkk jjang!!

  18. Jangan2 Saehee mulai menyukai Sungmin oppa Sajangnim nya, penasaran pasti sblmnya keluarga Saehee mempunyai hub dgn keluarga Lee, smp2 Sungmin oppa memang ingin melindungi Saehee

  19. hallo saya reader baru disini saya gak sengaja mampir terus nemuin ff ini,cerita nya bagus baca nya juga enak(?),romance nya juga ngefeel banget.suka bgt deh pokoknya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s