[FF/ONESHOT] LOVING YOU

Cast  ; Victoria Song, Lee Hyukjae, Cho Kyuhyun

Rated ; buat yang merasa sudah berumur

Author        ; @snsmpsica

(( a/n ; ini HUTANG. Berhubung gue menganggur lagi, mager dirumah jadi seonggok manusia yang gapunya kerjaan, mending gue nerusin ini. Kebetulan ini udah dibikin dari kapan tau, dan kebetulan alurnya ngga usah dirubah. Cuma sedikit yang dirubah. Lo harus ngakak baca ini. Ga ngakak? Sini gue cakar pake besi panas. Terutama Vic ~_~ enjoy! ))

 

“Kau dicium dan kau tidak menolak?? Wanita macam apa kau ini??? Keterlaluan…”

Yeoja itu menghela napas berat. Mengucek matanya untuk menegaskan pandangan di hadapannya sebelum kemudian menggigit bibirnya, menatap namja yang duduk beberapa meter di depannya. Victoria menelan ludah.

Kata-kata itu masih saja terdengar jelas di telinganya walaupun sudah seminggu. Berkali-kali teringat pada kejadian itu, berkali pula ia merasa hancur dan tidak bisa menata hatinya lagi. Pikirannya seolah kosong. Karena selama ini dia hanya memikirkan namja itu. Lee Hyukjae.

“Song-ssi!”

Vic tidak mendengar.

“Victoria Song-ssi!”

Sungmin, teman sebelahnya, menyenggol lengannya sehingga Vic tersadar.

“N-ne Seonsaengnim!”

“Jika kau tidak fokus dengan mata kuliahku, sebaiknya kau keluar saja dan cuci wajahmu. Mengerti?”

Vic menunduk, ini semua gara-gara Hyukjae… “Ne, jweosonghaeyo Seonsaengnim..” ujarnya pelan.

****

Harus satu kelas di beberapa mata kuliah sampai akhir semester depan. Apa-apaan ini.. kenapa keadaan senang sekali menyiksaku sih?

Vic menggebrak pintu loker setelah dia selesai mengganti bajunya dengan baju yang akan dia pakai untuk kelas dance. Ditatapnya sepatu yang sekarang dia pakai. Sepatu yang Hyukjae berikan padanya dua bulan yang lalu. Vic meringis kesal sebelum kemudian melempar sepatu itu ke sembarang arah.

“YYAA! SONG QIAN!!”

Suara teriakan seseorang membuatnya tersadar kalau sepatunya hampir mengenai sahabatnya, Hyoyeon. Vic menghela napas berat dan duduk bersandar di pintu loker. Hyoyeon mengambil sepatu yang di lemparnya sebelum kemudian memakaikannya kembali ke kaki Victoria.

“Neon mwoya? Michyeosseo??” Hyoyeon menekan kepala Vic dengan satu jari sehingga gadis itu oleng.

“Na eottohke Hyoyeon ah? Na eottohkeya… jigeum…”

Vic memeluk betis Hyoyeon dan membuat yeoja itu kaget.

“Yaish! Lepaskan kakiku!” Vic membuat suara seperti orang menangis sambil masih terus mempererat pegangannya pada kaki Hyoyeon.

“Qian lepaskan aku! Aish kau ini-“

Perlahan terdengan suara isakan. Dan Hyoyeon baru menyadari bahwa sahabatnya itu menangis sungguhan. Yeoja itu menggigit bibirnya sebelum kemudian menunduk dan memeluk Vic yang sedang tersedu.

“Gwaenchanha Qian ah… Gwaenchanha…”

“Aku… Ini bukan salahku tapi dia tidak ingin mendengarkanku. Hyoyeon ah. Kyuhyun hanya meminta aku memeluknya dan aku pikir hanya sebatas itu. Aku tidak mungkin berbuat apapun dengan dia tapi tiba-tiba Kyuhyun begitu dan Hyukjae datang. Aku mencintai namja bodoh itu bagaimana ini, Hyo… tolong aku…”

Hyoyeon menggigit bibir dan menghela napas.

“Sekarang aku tanya padamu, apa kau menyukai Kyuhyun?”

Vic terdiam. Tangisnya meredam. Dengan itu, Hyoyeon melepaskan pelukannya.

“Aku…. Aku tidak…”

Hyoyeon menungu. Namun Vic tak kunjung menjawab.

***

Jam menunjukan pukul 1 pagi ketika Vic terbangun dari tidurnya. Televisi masih menyala. Dvd player sudah dalam bentuk sleep mode. Ada beberapa keeping dvd berserakan di meja. Romeo And Juliet. Twilight. 500 Days. If Only. Vic hanya tertawa garing. Dia mematikan televisi sebelum kemudian pergi ke dapur untuk minum susu. Di lemari esnya, ada sticker photonya bersama Hyukjae waktu mereka masih berhubungan.

Vic terdiam. Dia meraba meja dapur yang terbuat dari keramik sekilas, sebelum kemudian melihat pada pantulan tubuhnya di lemari es yang berkilap. Di ambilnya fotonya dan Hyukjae yang sudah agak pudar itu.

“Waktu itu, kau sering makan malam bersamaku disini kan..” Vic tersenyum nanar.

“Dulu juga…” Yeoja itu menghela napas, “Ciuman pertama kita…”

-flashback-

“Hyukjae, kenapa kau duduk disini? Seperti anak kucing saja…”

Vic menghampiri Hyukjae yang tubuhnya basah kuyup, terduduk di pojokan dapur seperti kucing kehujanan. Vic membantunya berdiri dan duduk di kursi makan. Menyerahkan satu handuk untuk mengeringkan tubuhnya, lalu satu handuk lagi untuk kepalanya.

“Kalau aku duduk di sofa nanti sofamu basah. Gomawo Viccie.” Vic mengangkat sebelah alisnya, lalu mengangguk dan berbalik ke kompor untuk membuat bubur.

“Kau lebih baik mandi dulu, kau putar krannya ke kanan untuk air hangat. Kau bisa pakai pakaian milik Sungmin yang pernah tertinggal disini. Sudah ada di toilet juga. Kalau sudah, handuknya biarkan di sana saja. Masukkan ke keranjang berwarna biru di sebelah wastafel. Arasseo?”

Tak ada sahutan, yeoja itu membalikkan badan. Dan terkejut karena Hyukjae sudah ada di hadapannya, tersenyum manis.

“Gomawo… Saranghae…” ucapnya pelan. Victoria merasa ada yang aneh. Ini bukan Hyukjae yang biasanya. Yeoja itu merinding.

“H-hyukjae ya.. k-kau kenap-“

Vic terdiam ketika Hyukjae menempelkan bibirnya pada bibir Victoria. Yeoja itu kaget, namun Hyukjae mengelus pipinya dan menciumnya lebih dalam. Victoria menutup mata.

-end of flashback-

Vic mengambil tissue dan segera mengelap air matanya. Susu dingin yang sudah dia ambil dari lemari es, dibiarkannya begitu saja sambil berlalu ke kamarnya. Vic tidak bisa menahannya lagi. Terlalu banyak kenangannya bersama Hyukjae di rumah ini. Tidak bisa dilupakan begitu saja. Vic sendiri tidak menyangka bisa berakhir seperti ini. Padahal baginya, tidak ada Hyukjae sehari saja dia sudah bingung.

Hyukjae bukan tipe orang yang setia. Dia tau itu. Makanya Vic tidak menuntut Hyukjae untuk begini begitu padanya. Untuknya, selama Hyukjae masih menganggap Vic kekasihnya, itu sudah cukup. Namun orang-orang disekitar mereka melihatnya berbeda. Mereka merasa Vic dipermainkan oleh Hyukjae. Karena seringkali, jika Vic tidak bisa menemani Hyukjae, makan wanita lain yang akan menemaninya. Hyoyeon bahkan pernah melihat Hyukjae mabuk dengan teman-temannya dan beberapa wanita di club, namun Victoria hanya bisa menangis dan mengatakan, ‘tidak apa, dia sedang mabuk. Aku tidak bisa melarangnya. Orang mabuk kan pasti bertindak seenaknya.’

**

Vic masuk ke kelas dengan lesu dan mata yang mengerikan. Setelah menangis semalaman, Vic tidak sempat memakai eye patch ataupun mengompres matanya, sehingga sekarang kantung matanya menghitam dan matanya memerah. Tidak cerah seperti biasa.

“Aigoo ada apa denganmu Qian. Matamu… astaga! Kau kenapa??” Sungmin meraba wajah Vic, hampir meremasnya. Vic menyingkirkan tangan sahabatnya itu sambil bercermin.

“Aku tidak apa-apa! Tenang saja!” kemudian menelungkupkan wajahnya di atas meja.

“Dia habis menangis tadi malam. Itu sudah pasti.” Hyoyeon menghampiri Sungmin dan Vic lalu duduk di meja Sungmin. “Sudahlah Vic, kau tidak pantas terus begini. Apa lagi … untuk dia.”

Hyoyeon menunjuk Hyukjae, mengisyaratkan dengan matanya. Sungmin membelalakkan matanya; mengerti. Lalu mencibir.

“Sudahlah. Kau dan dia sudah selesai. Dia, dan wanita sepertimu itu tidak pantas, Vic.”

Mata Vic memicing, “Wanita seperti aku? Maksudnya?”

“Maksudku wanita baik-baik sepertimu. Kenapa kau galak sekali sih.. tch..”

Victoria menjulurkan lidah dan langsung keluar kelas. Membuat Sungmin dan Hyoyeon berpandangan.

*

Kyuhyun melihat Vic baru saja keluar dari kelas dengan lunglai. Segera saja dia menyudahi pembicaraan dengan temannya dan langsung mengejarnya. Dia harus bicara.

“Qian ah!”

Vic berpura-pura tidak mendengar dan berjalan makin cepat ke lift. Dengan terburu-buru dia menekan tombol 8, lantai aula dan atap kampus, lalu menekan “close” pada tombol lift. Pintu sudah sedikit tertutup ketika Kyuhyun terlihat di hadapannya. Namun dengan sigap Kyuhyun menahan lift dengan lengannya sehingga dia bisa masuk ke dalam. Berdua. Bersama Victoria.

“Neoneun mwoya??? Kau ini mau apa???” Victoria baru mau keluar namun dia sadar bahwa pintu lift sudah tertutup. Vic mendengus kesal.

“Kenapa kau menghindariku terus???” tanya Kyuhyun bingung. Vic tidak menjawab.

“Jawab atau aku akan mencium-“

PLAK

Pipi Kyuhyun memerah. Vic menatap Kyuhyun dengan marah. “Kau mau apa? Menciumku? Kau pikir aku ini wanita macam itu ya? Yang bisa seenaknya kau cium? Kau mau menciumku di dalam lift sini? Benar-benar kau ini…”

Ting Tong

Lift berbunyi, tanda sudah sampai pada lantai yang dituju. Vic keluar duluan, lalu Kyuhyun yang  baru tersadar, langsung menyusulnya.

“Mau apa kau mengikutiku?? Apa yang tadi belum cukup??”

Kyuhyun mengguncangkan bahu sang yeoja, “Qian kau ini kenapa sih?? Kenapa tiba-tiba kau jadi seperti ini padaku??” Victoria memberontak.

“Lepaskan aku!!” Kyuhyun mundur karena Vic mendorongnya. “Aku putus dengan Hyukjae karena kejadian itu! Sekarang kau masih berani bertanya aku kenapa? Kau tidak sadar? Kau membuatku putus dengan Hyukjae! Brengsek!”

Kyuhyun terdiam ketika melihat Vic terisak, “Kau tidak pernah merasakan yang aku rasakan! Aku sangat sayang pada Hyukjae! Dia tidak seperti yang orang-orang pikirkan! Dia menyayangiku dan kalian semua tidak tau tentang itu! Kau dan yang lainnya hanya selalu menganggap Hyukjae seorang player! Dan kau! Kau memanfaatkan itu supaya dia memutuskanku!”

Kyuhyun mengernyitkan dahi, “Qian aku tidak-“

“DIAM!!!” Vic berteriak. Airmatanya semakin banyak terbuang. “Dia selalu ada di dekatku. Dia selalu membantuku. Dia tidak pernah mengeluhkan apapun dariku! Dia memperlakukan aku seperti itu! Dan itu hanya aku yang tau!”

“HYUKJAE BUKAN PRIA YANG BAIK UNTUKMU!!”

“LALU SIAPA YANG BAIK UNTUKKU?? KAU?? PRIA YANG MENIPU BAHWA DIA SEDANG SEDIH DAN MEMINTA WANITA MEMELUKNYA, LALU KAU MENCIUMNYA??? PRIA YANG SEPERTI ITU??”

Kyuhyun lagi-lagi terdiam.

“Maaf aku…”

“Aku akan memaafkanmu kalau ternyata kau bisa membuat Hyukjae kembali padaku lagi. Sudah jelas kan?”

Kyuhyun menggeleng, “Kenapa kau sangat keras kepala Song Qian! Lihat sekelilingmu! Aku memang brengsek tapi Hyukjae sering menyakitimu tanpa kau tau!”

Vic geram dan mendorong Kyuhyun sampai pria itu jatuh membentur tembok. “Kau lebih brengsek dari dia.” Ucapnya dingin sebelum kemudian kembali ke bawah.

Vic mengusap air matanya berkali kali sambil berlari mencari Hyukjae. Pandangannya buram karena terisak. Dia tidak peduli lagi soal penampilannya. Dia tidak peduli orang-orang disana melihatnya seperti apa. Hyoyeon dan Sungmin yang melihatnya dari koridor segera menghampirinya.

“Astaga Qian kau kenapa??” Hyoyeon kaget. Sungmin menopangnya.

“Lepaskan aku!”  Qian berontak dari kedua sahabatnya ketika dia melihat punggung Hyukjae di kejauhan.

“Lee Hyukjae!!!” Vic berlari mengejarnya. Hyukjae yang memakai headphone nampaknya tidak mendengar. Vic berlari sekuat tenaga sebelum kemudian memeluknya dari belakang.

“H-hyuk…hyukjae…”

Namja itu kaget dan kemudian membalikkan tubuhnya, melepaskan headphonenya dan melihat siapa yang memeluknya.

“Mwoya… viccie apa yang kau lakukan??”

Vic terisak, “Aku… aku tidak bisa. Kembali… jangan pergi dariku lagi…”

Hyukjae mengernyitkan dahi, dan kemudian mendengus, “Mwoya… ini sudah selesai kan? Ayolah jangan membuatku susah..”

“Ta-tapi Hyuk aku-“

“Victoria Song Qian…” Hyukjae menatap Victoria lekat dan mengelus pipinya. Hyukjae mendekat dan mengecup pipinya sambil berbisik, “Kau ini wanita baik-baik. Aku? Aku tidak terbiasa dengan wanita baik-baik sepertimu. Aratji?”

Hyukjae menepuk bahunya, “Jalga~”

Hyukjae memasang headphonenya lagi dan berbalik, berjalan meninggalkan Victoria yang terisak. Orang-orang melihatnya iba. Hyoyeon dan Sungmin menahan marahnya, lalu beranjak menghampiri Vic. Namun Kyuhyun tiba-tiba datang dan menahannya.

“Biarkan aku. Aku akan mengikutinya.” Ujar namja itu, ketika melihat Vic sudah tak ada di tempatnya.

~~~~

“Lee Hyukjae!!! Kajima!!” Vic mengejar Hyukjae yang menghilang ke parkiran. Senyumnya sedikit terkembang ketika dia melihat namja itu masuk ke mobilnya. Namun betapa kagetnya dia saat melihat di dalam mobil itu bukan hanya Hyukjae seorang, namun ada wanita lain.

Dan wanita itu mencium Hyukjae dengan sangat mesra.

Vic terdiam melihat hal itu. Sampai kemudian mobilnya pergi meninggalkan pelataran parkiran, pertahanannya runtuh.

Semua kenangannya bersama Hyukjae selama tiga bulan kebelakang serasa berputar di kepalanya. Ketika Vic ulang tahun, Hyukjae membuatkan pesta kejutan bahkan dengan Sungmin dan Hyoyeon. Ketika mereka merayakan hari jadi mereka. Ketika Eunhyuk tertidur di apartemennya saat diminta Vic menemaninya menonton dvd yang baru dia beli. Senyumnya. Perlakuan romantisnya. Kejahilannya. Keseriusannya. Semua tentang Hyukjae yang dia ingat, tidak bisa dia bendung lagi. Vic lunglai dan menangis kencang.

“Aku bodoh! Dia tidak mencintaiku! Selama ini… aku.. tidak..”

Ketika itu Kyuhyun datang dan langsung memeluknya, menopangnya supaya Vic tidak terjatuh. Namja itu menutup mata, memeluknya erat dan mengelus punggungnya. Vic ingin melawan. Sangat ingin. Namun dia tau saat ini dia tidak bisa berdiri. Dia butuh seseorang untuk menangis. Dia butuh seseorang untuk bersandar. Dalam hatinya, Vic sedikit bersyukur karena Kyuhyun ada disana.

“Gwaenchanha Qian ah… kau tidak sendirian. Aku ada disini. Menangislah sekarang. Tapi jangan menangisinya besok-besok lagi. Dia tidak pantas untuk air matamu. Menangislah, tidak apa-apa…”

Mendengar suara Kyuhyun yang begitu tenang, tanpa sadar Vic memeluk Kyuhyun dan menangis lebih keras. Dia harus menghabiskan air matanya untuk Hyukjae. Tidak boleh lagi ada airmata yang terbuang untuk pria yang tidak mencintainya. Tidak boleh lagi…

#END

7 thoughts on “[FF/ONESHOT] LOVING YOU

  1. aku kira HyukToria bakalan sampai akhir, eh si babeh datang ahay kapel otp KyuQian❤

    sequel juseyoooo~~ tp KyuQian yak, enyak jgn dibikin balik ama Hyukjae
    enyak sama babeh aja *peluk KyuQian*😄

  2. Apanya yang bisa ngakakk ketawa -_-

    Mengharukan gini T^T*elap ingus

    Sequel donk mamih vic sama babeh kyu dbuat happy ending jgn gantung gini yakyakyaks*maksa mode on

    Dtunggu sequelnya biar nmbh keceh n FF Kyutorianya diperbanyak *amin (˘ʃƪ˘)​

    ~HangengAnae , Aegi Kyutoria~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s