ngeng ngeeng… brem brem numpang lewat

sesuai judul lagi lagi cuma numpang lewat wkwkwk

dan waw funtastic baby dance uhu~ /bukan/ kaget angka viewers sampe 200ribuan demi apa?? demi Tuhaaaan! *gebrak meja*

thanks buat readers yang udah mampir baca, mampir nengok, bahkan mampir nungguin wkwk

terus soal yang ff lanjutan ternyata banyak yang minta lanjutan love loan /yaialah

yah well gimana ya lanjutin ga yaaa… /bikin reader galau/

jujur rada susah dapetin feel buat ngetik ff itu, kenapa? karena itu sungmin saudara saudara.

ya kenapa kalau sungmin?

karena image yang udah melekat ke sungmin ga gitu hadirin sekalian.

ibaratnya kaya mecahin karang di laut /lebay

yah bocoran aja author lagi ngerjain love loan part 3 tapi jangan bilang bilang ya /bocoran macam apa/

keep viewing keep reading keep commanting

kalo komen love loan 2 sampe 100 ntar publish deh yang part 3 wakakakak /jk readers~

see you later! mmwach ❤

Advertisements

[Kihyun – Kyuhyun Scene] Wish You Were Here (or wish you were not?)

Casts :

  • Han Kihyun
  • Cho Kyuhyun
  • Lee Donghae
  • Lee Ahra
  • Lee Hyukjae
  • Shin Yeonhee

Author : ninasomnia a.k.a. ninanino

Summary : It’s about an idea that come from girl named Kihyun. She wants exchange dates between them. Those’re supposed to be Donghae and Yeonhee, Kyuhyun and Ahra, and last Eunhyuk and Kihyun. But everything that un-usual, sometimes really enjoyable and also…different. Get it?

________________________________________________________________________________ 

Kyuhyun POV

“Ah sial, kalah lagi.”
Kutendang botol minuman di dekatku. Kondisinya yang kosong membuatnya dengan mudah terlempar ke sembarang arah.
“Kyuhyun-ah, hentikan kebiasaan burukmu itu. Atau ruangan ini akan berubah menjadi lapangan bola.”
Aku melemparkan pandangan ke arah Ryeoseok. Leluconnya sangat tidak beralasan, “Berlebihan.”
Kulihat dia mulai menarik diri mendengar komentar singkatku itu. Memilih berbalik mencari keberadaan pasangan terkasihnya, Yesung hyung.
“Dasar manja.” Kukembalikan fokus pikiranku ke arah game konsol. Baru beberapa detik, kurasakan seseorang menepuk bahuku. Meski enggan, mataku tetap beranjak meneliti sosok yang menganggu waktu berhargaku bersama game kesayanganku ini.
“Kyuhyun-ah, aku lapar. Ayo temani aku makan siang.”
Aku memilih mengikutinya. Lagipula tidak ada salahnya, aku juga lapar saat ini. Latihan tadi cukup menguras energiku.
Dia terus mencecarku dengan berbagai pertanyaan mengenai dirinya sendiri. Sedikit terdengar sombong sebenarnya, tapi aku mengenal sosok kakakku yang satu ini. Dia memang seperti ini. Alih-alih mendengarkannya, aku lebih memilih memusatkan perhatian pada permainan di tanganku. Level terakhir.
Kurasakan sebuah tangan terulur tepat di depan dadaku. Menahanku untuk melanjutkan langkah.
“Rapi sekali, ada fanmeeting?” suara Siwon hyung sedikit bersemangat. Mungkin ini yang menahan langkah kami.
“Ah Siwon-nie, Kyu-nie…kalian disini?”
Aku menyipitkan mata mendengar suara itu. Donghae hyung.
“Kau ada jadwal?” Siwon hyung masih berusaha mengorek informasi darinya. Dan entah kenapa, meski tak begitu tertarik, aku tetap saja mendengarkan pembicaraan mereka.
“Tidak ada. Tapi aku ada kencan spesial hari ini.”
Deg. Perasaanku sedikit tak enak disini. Seperti ada yang terlupakan.
“Dengan Yeonhee?” aku belum melihat reaksi Siwon hyung saat menanyakan ini. Kukira ini pertanyaan bodoh. Dengan siapa lagi Donghae hyung akan berkencan kecuali dengan kekasihnya itu.
“Ahra. Ah aku pergi dulu. Bye.”
Kepalaku terangkat sempurna tepat saat mendengar nama itu meluncur dari bibir Donghae hyung. Mengabaikan satu pukulan yang siap kulayangkan di permainan terakhir yang sedang kulakukan.
Aku merasa Siwon hyung memperhatikanku. Melempar pandangan dariku lalu ke Donghae hyung, dan kembali padaku. Begitu seterusnya.
“Donghae hyung—” panggilku lemah. Entah kenapa aku bersikap seaneh ini. Kukontrol nada dinginku. Mengembalikan Kyuhyun yang sebenarnya. “—jangan terlalu percaya diri dengan penampilanmu. Asal kau tahu saja, kau itu bukan tipe idaman Lee Ahra. Mengerti?”
Aku tidak tahu dari mana asalnya aku bisa berucap seperti itu. Yang jelas disini ada rasa tidak terima.
Donghae tersenyum. Bukan senyuman mencibir kukira. “Aku tahu. Karna itu, aku akan mencoba menjadi keinginannya. Aku pergi.”
Punggungnya terlihat semakin menjauh dari pandanganku. Dan entah kenapa ada rasa takut disini. Sampai kusadari ada orang lain, yang masih menungguku menjelaskan semuanya.
“Tidak ada yang perlu dijelaskan Siwon hyung.” Continue reading