[BTS] Coffee Shop

author : AraLee

Casts : Jung Daehyun, You

Hanya iseng membuatnya setelah melihat dan mendengar MV dan lagu Coffee Shop B.A.P yang baru rilis hari ini.

anw, Happy Birthday Daehyun❤

daehyn26

Aku membuka mata. Entahlah rasanya ada sesuatu yang membuatku terbangun.

Mengerjapkan mataku beberapa kali agar tidak kembali tertidur, lalu kebiasaanku melihat jam di layar ponselku.

“Sial.” Umpatku.

Aku berencana bangun pagi tadi malam dan sekarang hampir pukul Sembilan pagi. Sekali lagi aku mengumpat sembari memakai baju. Yah kebiasaanku tidak memakai baju saat tidur terkadang merugikan tapi bagaimanapun orang harus berganti baju setelah tidur bukan? Jadi sama saja tidak perlu memakai baju.

Aku sendiri juga tidak tahu kenapa aku terlihat terburu-buru seperti ini, dalam sudut pikiranku  bertanya

Apakah ada seseorang yang menungguku?

Dan aku terkejut karena aku mengetahui jawabannya, hanya saja aku mengharapkan kejadian yang sebaliknya.

Aku keluar dari kamar hotel, hanya membawa ponsel dan dompet. Aku tidak berencana pergi jauh. Tapi mungkin aku akan pulang saat malam, lagipula siapa yang peduli?

Kontras degan kelakuanku saat di kamar aku berjalan santai, berusaha menikmati pemandangan familiar di sekelilingku dengan memori yang terus membanjiri pikiranku.

“Hmmm too young, too dumb to realize
That I should have bought you flowers and held your hand
Should have gave you all my hours when I had the chance
Take you to every party cause all you wanted to do was dance” [Bruno Mars – When I Was Your Man]

Aku bersenandung kecil, menghibur diriku sendiri yang seolah seperti orang tersesat di antara jalanan yang penuh orang ini.

Aku menutup kedua mataku, menghirup udara perlahan.

Hey…. Aku sudah bisa tertawa sekarang…

Aku membuka mata, lalu tersenyum teringat pertemuan yang menyenangkan dengan teman-teman lama ku. Menyenangkan, ya menyenangkan karena sejenak aku sempat lupa dengannya.

Sejenak aku bisa tertawa, sejenak aku bisa melempar lelucon konyol entah lah bagiku tidak terlalu lucu namun teman-temanku tertawa hingga menangis.

Mungkin aku sudah lebih baik.

Aku duduk di sebuah kolam, dimana ada patung cupid di tengahnya. Orang-orang menyebutnya kolam cupid.

Aku tersenyum.

Di tempat ini kau pernah merengek untuk melempar koin dan berdoa. Kau percaya itu akan terkabul karena orang-orang di sekitar sini yang mengatakannya padamu.

Aku hanya menertawaimu dalam hati yang percaya hal konyol seperti itu.

Aku tidak tahu bagaimana dengan permohonanmu, tapi permohonanku saat itu tidak terkabul, apa karena aku terlalu meremehkan?

Aku duduk di tepi kolam, memegang sebuah koin, tersenyum menertawai diri sendiri berusaha untuk mempercayai hal konyol ini. Aku tidak akan meminta banyak. Aku juga tidak akan meminta hal yang mustahil.

Aku melempar koinku ke dalam kolam tanpa melihatnya.

semoga dia bahagia.

Kemudian berdiri, melangkahkan kaki meninggalkan kolam cupid.

Aku menyebutnya hal konyol, tapi hal konyol itu sudah aku lakukan beberapa tahun terakhir.

Aku menghela napas berat.

Sejak hari itu hingga sekarang bukanlah waktu yang singkat, aku tahu. Tapi aku, dengan sifat keras kepalaku, atau mungkin aku bodoh atau keduanya, aku masih berharap agar bisa melihatmu lagi, bertemu denganmu, bercakap denganmu, melihat senyuman manismu dan mendengar tawamu.

Lalu aku terhenti melihat bangunan di depanku. Bangunan yang sering aku datangi, dulu denganmu, sekarang sendirian, tidak, sekarang bersama dengan kenanganku akan dirimu.

Aku, sekali lagi menemukan diriku tersenyum, bahkan kakiku sudah tahu kemana ia harus melangkah tanpa kedua mataku mengarahkan.

Aku melangkah masuk kedai kopi ini.

“masih sama.” Gumamku pada diriku sendiri.

Berjalan menuju tempat favoritku, tidak, favoritmu, ujung sebelah jendela. Kau bilang kau suka mengamati orang berlalu lalang. Mengamati kehidupan orang lain.

Aku selalu mengusikmu, mempertanyakan hobi anehmu. Untuk apa mengamati kehidupan orang lain, kehidupanmu sendiri sungguh rumit.

Dan kau hanya menjawab dengan senyumanmu.

Aku tersenyum kepada waiter yang mendatangiku, menanyakan pesanan. Aku hanya memesan minuman yang biasa, dengan cake yang juga seperti biasa. Kau pasti tahu apa kesukaanku.

Aku memejamkan kedua mataku.

Sekali lagi untuk kesekian kalinya hal yang aku lakukan di tempat ini.

Aku melihatmu, berjalan memakai kaos putih favoritmu dengan sepasang sepatu sneaker yang pas di kedua kakimu. Kasual, sungguh kasual dibanding penampilan gadis lain yang mungkin akan mengenakan sesuatu yang lebih feminim. Dan ketika rambutmu tertiup pelan oleh angin hingga kau harus merapikannya lagi….. Aku tersenyum melihat wajah kesalmu, entah kenapa aku justru mengiranya cantik.

Dan ketika kau memasuki kedai kopi ini, aku mencium aroma caramel, bukan dari kopi, aroma ini darimu. Aroma favoritmu.  Dan ketika kau berjalan mendekatiku aroma itu menguat.

Aku tersenyum lalu membuka mata. Namun bayanganmu musnah.

Waiter itu tersenyum kepadaku, meletakkan secangkir kopi pesananku beserta cheesecake favoritku. Lalu meninggalkanku sendiri, kembali bersama kenangan.

Aku mendesah.

Halusinasiku tentangmu masih begitu kuat.

Aku bertanya-tanya apakah kau mencemaskanku. Tapi aku merasa aku baik-baik saja.

Aku memang belum bisa melupakanmu, atau mungkin tidak akan bisa, aku tidak tahu. Tapi aku tidur cukup nyenyak. Dan aku masih tidak menangis ketika menonton film sedih.

Kau ingat kan kau pernah bertanya padaku kenapa aku tidak pernah menangis keika melihat film sedih. Yah aku bahkan tidak tahu kenapa aku harus menangis.

Aku menatap jalanan dan bangunan di luar dari jendela, ada sedikit perubahan.

Beberapa gedung mungkin baru saja di cat dengan warna baru, papan iklan juga bertambah. Mungkin hanya tempat ini yang tidak berubah.

Aku mengalihkan pandang ke kopiku yang mulai dingin, mengaduknya pelan lalu menyesapnya.

Rasanya masih sama, seperti biasa.

Aku bersandar ke kursiku, menatap langit yang cerah berawan.

Bagaimana kabarmu? Banyak hal yang ingin aku ceritakan padamu.

Tahukah kau kini aku sudah bisa makan pizza? Haha lucu bukan, aku yang dulu mati-matian kau paksa makan sampai aku marah padamu, ya aku marah selama tiga hari padamu hanya gara-gara itu, sekarang aku sudah bisa makan tanpa paksaan. Agak aneh memang, aku lebih menyukai cheesecake ku tapi bukan berarti aku membenci pizza.

Kau sendiri bagaimana? Sudahkah kau makan acar? Kau paling benci itu kan haha

Aku mendengus menahan tawa teringat bagaimana terakhir kali kau mengomel karena aku menyelipkan acar dalam makananmu.

Aku yang sekarang bisa hidup tanpa dirimu, aku yang sekarang bisa tersenyum saat mendengar yang lain cerita tentangmu.

Aku mengambil ponselku, memasang kedua earphone pada telingaku, memutar lagu yang sama, lagu favoritmu.

Menyenderkan kepalaku pada kaca jendela dan memejamkan kedua mataku.

Jangan mencemaskan aku, aku baik-baik saja.  Aku masih akan terus datang ke sini, bukan apa-apa, ini sudah menjadi kebiasaanku dan pasti akan sulit meninggalkan atau mengganti sebuah kebiasaan. Aku menyukai tempat ini, tempat kenangan kita…

***

I open my eyes to the morning sunlight
I look at the time on my phone
I put on the clothes I laid out last night
And I hurry out the door

By myself, I hum along to the song I like to listen to everyday
By myself, I walk in between these familiar buildings

Monday, Tuesday, Everyday
I get by and I am well
I meet up with a lot of friends
These days, a lot of things make me laugh

Summer,Winter,Spring & Fall
Time goes so fast
But why I am at the same place
Waiting for you?

The coffee shop that we used to go to
Our coffee shop
I’m blankly sitting here, where I can smell your scent

I still can’t forget you
Our memories still remain
So without knowing, like a habit
I came here

Your silky hair
Your white t-shirt and sneakers
Your coy walk
I see you in my dreams but it doesn’t make my heart rush anymore girl
Just like how the strong coffee aroma disappears
You have faded as well, I’ve become indifferent
I was perfectly fine as I walked into this coffee shop
I’m used to it, the caramel scent that came from your body, right?

Monday, Tuesday, Everyday
I get by and I am well
I sleep well at night
I watch sad movies without crying

Summer,Winter,Spring & Fall
Everything is changing
But why am I at the same place
Waiting for you?

The coffee shop that we used to go to
Our coffee shop
I’m blankly sitting here, where I can smell your scent

I still can’t forget you
Our memories still remain
So without knowing, like a habit
I came here

Sometimes, I want to ask you how your day was today
Now I’m good at eating greasy pasta
How about you? Do you still not like pickles?
I’m eventually getting used to life without you, it’s pretty decent
When I hear about you, I can laugh now
I lean against the sunny window and put in my earphones
Again today

The coffee shop that we used to go to
Our coffee shop
I’m blankly sitting here, where I can smell your scent

I still can’t forget you
Our memories still remain
So without knowing, like a habit
I came here (B.A.P Coffee Shop Eng Translation Lyric. cr : popgaza)

 

3 thoughts on “[BTS] Coffee Shop

  1. Aa keren thor fell nya dapet banget apalagi sambil denger lagu and mv nya,nyesss banget rasanya,
    kata kata nya juga ringan sukaaa:-)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s