[FF/Shinee] STALKER Part 1

Tittle : Stalker
Casts : SHINee, Yoo Minji

Author : hwaeji

[2013]

 Gadis itu melangkah lalu bersembunyi dibalik pohon seterusnya pun ia juga melakukan hal yang sama. Dikeluarkannya kamera yang sudah ia siapkan,lalu dengan cepat memfoto obyek didepannya itu. Ia terkikik geli lalu melangkah lagi. Kali ini ia memasuki sebuah cafe dan duduk disalah satu meja yang kosong,tangannya tak henti-hentinya menekan tombol kamera yang ia sembunyikan dibalik tas jinjingnya. Continue reading

Advertisements

[DRABBLE/SHINee] Everything… For You…

Casts : Kim Jonghyun, Kim Sooyeo

FF ini request’an dari @shinsfriend nae dongguridong XD

emang ga sesuai req dia, tapi hanya ada ide cerita ini hahahaha ~

thanks buat temenku ruth yang udah ngetikin ff ini

komen pls~~

have a nice reading !! 🙂

Aku melihatnya duduk termenung sendirian. Aneh, padahal beberapa minggu lagi ia berniat mengikuti perlombaan band, biasanya ia akan berlatih gila-gilaan sampai mengabaikan kesehatan dirinya sendiri. Kalau dia sampai seperti itu, berarti karena ‘itu’.

***

Sooyeo berjalan mendekati Jonghyun, berusaha tidak menimbulkan suara agar tidak mengusik namja itu.

“Jonghyunnie?” panggil Sooyeo pelan

Jonghyun menoleh dan sedikit terkejut mendapati Sooyeo yang sudah duduk di sebelahnya,

“Sejak kapan kau datang, Jagi?”

Sooyeo tersenyum.

“Apa yang kau pikirkan sampai-sampai hanya meninggalkan jasadmu disini?”

Jonghyun menghela napas panjang, tapi ia tidak menjawab pertanyaan Sooyeo, ia justru terlihat menerawang kembali.

“Apa karena uang lagi?” Tanya Sooyeo yang berhasil mengembalikan perhatian Jonghyun kepada dirinya.

“Apa terlihat begitu jelas?” Tanya Jonghyun disambut tawa kecil Sooyeo.

“Dipikiranku seperti ada buku yang terbuka, dan di buku itu tertulis semua kepribadianmu, kebiasaanmu, segalanya tentangmu.”

Jonghyun tersenyum lembut.

“Geuraeyo… Kau tahu kan aku akan mengikuti perlombaan band beberapa minggu lagi? Kami sudah mengumpulkan uang untuk pendaftaran, tapi tiba-tiba tadi pagi ibu Hyungshik jatuh pingsan dan dibawa ke rumah sakit, kau tahu sendiri bagaimana kondisi keuangan Hyungshik, apalagi dia sudah tidak punya ayah. Kami sepakat menyerahkan uang pendaftaran itu padanya. Aku tidak menyesal tentang uang itu, tapi bagaimanapun aku masih ingin mengikuti perlombaan itu. Konon katanya banyak pencari bakat disana, siapa tau itu menjadi jalan band kami. Kalau kami terkenal, kami tidak akan susah seperti ini, apalagi Hyungshik, ia terus merasa tidak enak katanya dia selalu merepotkan. Tapi aku bingung dimana harus mendapatkan uang untuk pendaftaran itu. Persediaan terakhir sudah aku belikan untuk perlengkapan, yang lain juga begitu. ”

Sooyeo mendengarkan dengan seksama.

“Berapa?” tanyanya kemudian.

Kepala Jonghyun menoleh dengan cepat.

“Mwo? Kenapa kau menanyakan itu jagi? Ani, ani, aku tidak mau menggunakan uangmu lagi, aku terlalu banyak berhutang padamu, jangan paksa aku Sooyeo-ah…”

Sooyeo tersenyum lalu mencubit kedua pipi Jonghyun.

“Kau boleh menggantinya kalau kau terkenal. Kim Jonghyun. Anggap saja sekarang aku sponsornya.”

“Hajiman…”

“Aku tidak bisa membantumu apa-apa, aku hanya bisa mendukungmu dengan cara ini, kalau kau menolak seperti ini Jonghyunnie, aku merasa tidak berguna.”

Sooyeo membalas tatapan ragu milik Jonghyun, ia tahu seberapa besar obsesi namja itu untuk mengikuti perlombaan itu dan memenangkannya.

Jonghyun menghela napas.

“Kalau aku lupa mengembalikannya, tolong bunuh aku.” Ujarnya

Sooyeo kembali tersenyum.

“Kalau aku membunuhmu, aku akan bunuh diri pada keesokan harinya, jadi tidak, mungkin aku akan mengadukanmu ke polisi. ”

“Ah? Kau tega melihatku mendekam di penjara?”

“Asal aku masih bisa melihatmu setiap hari, tidak masalah bagiku.”

Jonghyun tertawa melihat jawaban tidak sinkron milik Sooyeo, tangannya mengacak rambut Sooyeo pelan.

Sooyeo mengerucutkan bibirnya kesal, tapi kemudian ia tersenyum.

‘Asal aku bisa melihatmu seperti ini Jonghyunnie, apapapun akan aku lakukan…’ Continue reading

How Precious You Are..!!


This FF dibuat oleh saeng, member shinee yadong rangers sekaligus bawahanku

Nina a.k.a sekseh a.k.a alay a.k.a minho *whatever u call her* XD

thanks for ur precious story :’]

comment for readers are very needed

and dont plagiat this FF ^^

Casts:

  • Cho Kyuhyun
  • Lee Ahra


***

Kuhempaskan tubuhku kasar ke sofa yang tersedia di ruang tunggu member SHINee. Sedikit iri, kenapa mereka yang notabene-nya masih hoobae malah mendapatkan pelayanan lebih daripada kami.

“Oh hyung, kau disini ?” Kubuka mataku pelan. Meski sempat terpejam beberapa saat, sepertinya ini memang bukan waktu yang tepat untuk tidur meskipun yang kutahu, otakku tidak dengan mudah merespon penalaran itu.

“Nde Jonghyun-nie. Mana yang lain ?”

Kulihat dia mengendikkan bahunya segan. Perubahan raut wajahnya terlihat kentara sekali. Entah karena apa, aku sendiri tidak yakin. Mengurusi masalah pribadi orang lain, sama sekali bukan tipeku. Kurasakan dia telah berpindah posisi. Terduduk tepat disampingku. Merilekskan tubuhnya, dan memejam matanya. Seperti yang kulakukan barusan. Benar-benar pengcopy-an kejadian tadi yang sempurna.

“Jonghyun-nie, aku kembali dulu. Aku harus menemui member yang lain.” Pamitku undur diri. Terlalu lama disini dalam keheningan sama sekali tidak menarik. Meskipun sebenarnya tujuan awalku kesini untuk beristirahat sejenak. Aku bangkit dari tempatku. Berjalan segan bersikap seolah tanpa beban di hadapan dongsaengku ini. Setidaknya.

Hyung, ceritakan padaku.” Aku terhenyak. Suaranya yang besar membuat kalimat barusan terdengar seperti memerintah tak sopan. Tapi aku mengenal Jonghyun. Ia tidak bermaksud seperti itu.

“Apa maksudmu Jonghyun-nie ? Cerita apa ? Jangan yadong. Kau itu minor. Hahaha.” Aku melihatnya sudah membusungkan tubuhnya. Bukan dalam posisi bersantai seperti tadi.

“Ya ! Aku tidak berminat dengan hal seperti itu hyung. Jangan samakan aku dengan dia.”

Deg.

Sialan sekali kau Jonghyun. Mau cari mati denganku. Seenaknya saja mengungkit hal yang bahkan menjadi tujuanku kesini. Melupakan dia.

“Jonghyun-nie, mungkin saat ini Teuki hyung sedang mencariku. Aku tidak sempat berpamitan tadi. Aku pergi dulu.” Kutinggalkan Jonghyun sendiri di tempat itu. Aku tahu Jonghyun bukan namja bodoh. Dia pasti sadar dengan perubahan sikapku. Tapi, aku tidak peduli. Sama sekali. Continue reading