[FF/Shinee] STALKER Part 1

Tittle : Stalker
Casts : SHINee, Yoo Minji

Author : hwaeji

[2013]

 Gadis itu melangkah lalu bersembunyi dibalik pohon seterusnya pun ia juga melakukan hal yang sama. Dikeluarkannya kamera yang sudah ia siapkan,lalu dengan cepat memfoto obyek didepannya itu. Ia terkikik geli lalu melangkah lagi. Kali ini ia memasuki sebuah cafe dan duduk disalah satu meja yang kosong,tangannya tak henti-hentinya menekan tombol kamera yang ia sembunyikan dibalik tas jinjingnya. Continue reading

Advertisements

[FF/Gift/OneShot] My Girl

Tittle : My Girl
Author : ninasomnia
Casts : Cho Kyuhyun, Lee Ahra (@kyu8823)
Lenght : oneshot
Genre : a fail romance
Disclaimer : this story based on a romance movie within Adam Sandler and Drew Barrymore as the casts. Yeah, that’s 50 first date. I didn’t do plagiarism, I even take a credit on those movie (?). And btw, I still do a make over on it. Respect me by giving your opinions. And for, Ahra. Sist, sorry for taking too much time for this story. And sorry for made a fail-fiction ;~~;. don’t hate me okay? *eh
Summary : Cho Kyuhyun is a member of a Korean Boy Band named Super Junior. And Lee Ahra is a college student that had a short-term-memory-loss. They fall in love, and then Ahra will forget him after she wake up.

♡♥♡♥♡♥♡♥♡♥♡♥♡♥♡♥

“Aku ingin, suatu saat nanti aku punya kekasih yang mengenalku sebagai Cho Kyuhyun, laki-laki yang dicintainya sepenuh hati. Bukan seseorang yang ‘mengenalku’ sebagai anggota Super Junior. Aku hanya pria biasa, dan dengan begitu aku bisa merasakan kehidupan cinta yang biasa.”
Kyuhyun menutup ucapannya dengan bungkukkan kecil tanda hormat. Kemudian disusul tepukan riuh dari barisan penonton. Beberapa member Super Junior lain hanya bisa berdecak kagum. Tidak menyangka ucapan semanis dan sedalam itu keluar dari bibir Kyuhyun, magnae evil mereka. Pembawa acara mendekat ke arah Kyuhyun menepuk punggung Kyuhyun lembut sambil melontarkan beberapa kalimat pujian. Meski disela-sela itu sengaja dibubuhkan godaan-godaan kecil.
“Jadi, apakah kekasih yang kau inginkan itu sudah kau temukan?” pancing sang pembawa acara ingin tahu. Puluhan penonton terlihat begitu antusias mendengar pertanyaan provokasi ini. Terlihat dari pembesaran mata serta senyum yang tergambar di wajah mereka. Kyuhyun tersenyum, sembari menundukkan kepalanya. Menahan kamera menangkap semburat memerah yang mungkin muncul di wajahnya.
“Belum. Tapi aku yakin aku akan menemukannya. Gadis yang menatapku sebagai Cho Kyuhyun saja. Bukan dengan embel-embel lain.” ucapnya yakin. Kali ini tepukan lebih riuh daripada sebelumnya. Beberapa gadis bahkan berteriak senang saat mendengar kata ‘belum’ di awal permulaan jawabannya.
“Baiklah, kita doakan saja Kyuhyun-sshi bisa mendapatkan gadis impiannya itu.”
Acara berakhir tak lama setelah itu. Semua orang kembali ke aktivitas mereka. Kyuhyun menelusuri lorong, mencoba mencari sesuatu yang tidak sengaja ia jatuhkan di suatu tempat. Sebuah kenangan.
♡♥♡♥♡♥♡♥♡♥♡♥♡♥♡♥
Ponsel itu nyaris melekat pada tubuh Kyuhyun. Decakkan kecil penuh emosi terdengar jelas keluar berulang-ulang dari mulutnya. Baru sesaat setelah mendengar jawaban dari seberang dia menghentikan langkahnya.
“Hyung, mobilku rusak. Aku sekarang masih di jalan. Bagaimana ini?” Kyuhyun mengeluarkan semua yang menjadi ganjalannya. Emosinya memuncak seiring dengan sengatan matahari yang menerpanya. Tak ada penyamaran bearti. Hanya kacamata hitam dan masker yang tergenggam sempurna di tangannya.
“Baiklah. Aku akan mengirimkan alamatnya. Jemput aku, karena sepertinya aku tidak melihat ada angkutan lewat di sekitar sini.”
Dia menutup panggilan itu. Matanya beredar. Berusaha mencari tempat yang lebih baik, bisa menjadi tempat untuk sekedar berteduh dari halauan panas. Sampai kemudian matanya menemukan kedai kecil tepat beberapa meter di seberang jalan tempatnya berdiri saat ini. Dia memutuskan untuk berjalan ke tempat itu sembari menunggu seseorang menjemputnya.
Gemerincing lonceng yang tergantung tepat di balik pintu kedai menyambut kedatangan Kyuhyun. Matanya masih berusaha beradaptasi dengan keadaan di dalam kedai. Dua orang pengunjung dengan sepasang suami istri yang disimpulkannya sebagai sang pemilik kedai. Kyuhyun berjalan pelan menuju meja yang letaknya disudut kedai itu. Tempat yang sekiranya dianggap aman dari beberapa orang yang kemungkinan mengenalinya.
Kurang beberapa langkah sebelum dia mencapai tempat itu, seseorang menabraknya dan menumpahkan sesuatu ke arahnya. Tidak mengotori bajunya memang, namun cukup membuatnya merasakan percikan-percikan kecil air yang mengenai tubuhnya.
“Maaf tuan. Aku benar-benar tidak melihatmu. Maaf, benar-benar maaf.” Gadis itu meraih tisu dari dalam tasnya. Mengulurkan sembari menggosokkan lembut ke tempat dia tak sengaja menumpahkan minumannya tadi.
“Ah tidak apa-apa.” Kyuhyun meraih uluran tisu dari tangan gadis itu. Menggantikannya membersihkan bagian yang dianggapnya terkena noda minuman itu.
“Sekali lagi maaf tuan.” Gadis itu membungkukkan badannya rendah. Membuat Kyuhyun mau tak mau mendongakkan kepala untuk melihat gadis itu. Cantik. Itulah kesan yang didapatnya.
“Ah, aku baik-baik saja nona. Tidak perlu khawatir.” Tangan Kyuhyun meraih bahu gadis itu. Menegakkan tubuh gadis itu, membuatnya menghadap tepat ke arah Kyuhyun.
“Sekali lagi aku minta maaf. Oh iya, aku tidak pernah melihatmu disini?”
Kyuhyun tersenyum penuh arti mendengar pertanyaan gadis itu. Dia merasa gadis ini gadis polos. Beberapa saat lalu merendah meminta maaf, tapi sekarang menyapa seperti layaknya teman lama. Tak berapa lama dia mengangguk singkat. Mengiyakan sesuatu.
“Ini pertama kalinya aku kesini. Mobilku rusak…” Kyuhyun menunjuk ke luar jendela tepat dimana mobilnya berada. “…dan aku perlu berteduh dari sengatan matahari.” lanjutnya.
“Oh. Kau memilih tempat yang tepat. Kedai milik paman Kim memang sangat nyaman untuk melepas penat. Oh iya, namaku Ahra. Lee Ahra. Kau?”
Kyuhyun mengernyitkan kening mendengar ucapan gadis itu. Apa penyamarannya cukup berhasil mengelabui gadis ini atau memang dia sedang terdampar di tempat dimana tak ada yang mengenal Super Junior?
Dia menarik kacamatanya. Melepaskannya karena sekiranya dianggap perlu. “Aku…”
Ucapannya terpotong saat dia mendengar teriakan dari mulut kecil gadis itu. “OMMONA… Kau Cho Kyuhyun Super Junior?”
Entah perasaan apa yang dirasakan Kyuhyun saat ini. Dia tersenyum meski tak yakin dengan senyuman itu sendiri. Di satu sisi dia senang kepopulerannya sedikit menolongnya. Meski di sisi lain, dia baru saja kehilangan impiannya. Gadis di hadapannya, yang sekiranya nyaris menjadi kandidat gadis impiannya, mendadak musnah saat dia menyebut nama Cho Kyuhyun Super Junior. Bukannya menunggu dia memperkenalkan diri.
“Ah, mimpi apa aku semalam bisa bertemu dengan artis sepertimu tuan.” Ahra memainkan kakinya sendiri. Wajahnya sedikit tertunduk. Kali ini dengan artian yang berbeda dari sebelumnya.
“Ah, terima kasih Ahra-sshi. Ngomong-ngomong apa kau mau menemaniku duduk terlebih dahulu?” tawar Kyuhyun kepada Ahra. Meski sedikit kecewa, Kyuhyun masih menaruh harapan gadis ini bisa menjadi gadis impiannya itu. Ahra mengangguk, lalu mengikuti Kyuhyun yang berjalan mendahuluinya ke meja yang dilirik Kyuhyun sedari tadi. Ahra memutuskan duduk di seberang Kyuhyun. Sedikit mendekat pada jendela, berbeda dengan Kyuhyun yang memilih menjauhi jendela.
Tak lama setelah itu bibi pemilik kedai mendekat ke arah mereka. Menanyakan pesanan Kyuhyun. Bibi itu sendiri mengenalnya. Meski tidak menyebutkan nama Super Junior, bibi itu yakin bahwa pelanggannya kali ini pernah menjadi bintang tamu salah satu acara favoritnya.
“Jadi nona, apa kau ini ELF?” tanya Kyuhyun sopan, sesaat setelah bibi itu beranjak meninggalkan mereka berdua.
“ELF? Apa itu?”
Kyuhyun kembali mengernyitkan keningnya. Gadis di hadapannya ini benar-benar penuh kejutan. “Everlasting Friends nona. Sebutan untuk fans Super Junior.”
Ahra tertawa renyah. Satu tangannya reflek beralih ke arah mulutnya. Menutupi tawanya, menjaga sedikit rasa sopan santun. Satu hal lagi yang membuat Kyuhyun jatuh ke pesonanya.
“Bukan. Aku ini fans SHINee. Bahkan aku tidak hafal beberapa member Super Junior.” ungkapnya jujur. Kyuhyun menundukkan kepala. Menahan rasa malu yang menjalari dirinya.
“Ah ye? Maaf Ahra-sshi. Aku tidak tahu.” Tangan Kyuhyun terkepal sempurna tepat di bawah meja. Mencoba menahan emosinya. Entah kenapa dia merasa menjadi seperti bukan dirinya saat ini. Padahal pada saat biasa dia akan meluapkan kalimat bernada kasar, meski dia tidak benar-benar bermaksud mengatakannya.
“Tidak apa-apa. Dan ngomong-ngomong kalian satu manajemen bukan?” cecar Ahra lagi. Kali ini Kyuhyun hanya mampu membulatkan mata tak percaya.
“Nde?” Kyuhyun mencoba meyakinkan pemikirannya. Belum sempat Ahra menjawab, pembicaraan mereka terhenti sementara. Tepat saat bibi pemilik kedai mengantarkan pesanannya.
“Terima kasih bibi.” ucap Kyuhyun sesaat setelah bibi itu selesai meletakkan minuman untuknya. Merasa tak dibutuhkan bibi itu segera undur diri dari pembicaraan itu.
“Ah maksudku, Super Junior dan SHINee. Bukankah kalian satu manajemen?”
Kyuhyun tak bisa menahan diri lagi. Gadis ini mengenalnya sebagai member Super Junior. Lalu mengaku kalau dia tak begitu hafal dengan member Super Junior. Dan sekarang, sepertinya sedang mencari alasan untuk memanfaatkan kedekatannya dengan juniornya satu manajemen, SHINee. Continue reading

Please Believe…. 3rd Step

“mwoya hyung? Dia bilang dia terkena goresan kuku, tadi ada beberapa yeoja yang..”
“ah!! aku haus.. boleh aku minta minum?” tanya Ahra menyela ucapan Kyuhyun.
Kyuhyun menatap Ahra heran, kenapa yeoja itu tidak mau mereka tahu bahwa dia sudah mengalami perlakuan yang tidak menyenangkan? yeoja aneh.
Kyuhyun mengangkat bahu kemudian berkonsentrasi kembali pada pspnya.
Tak lama bel berbunyi.
Ahra sedikit shock mendapati dirinya bertemu idolanya.
“omona… onew.. aigoo..” gumamnya pelan.
Mereka datang berpasangan, kecuali Onew. Continue reading