[FF/Gift/OneShot] My Girl

Tittle : My Girl
Author : ninasomnia
Casts : Cho Kyuhyun, Lee Ahra (@kyu8823)
Lenght : oneshot
Genre : a fail romance
Disclaimer : this story based on a romance movie within Adam Sandler and Drew Barrymore as the casts. Yeah, that’s 50 first date. I didn’t do plagiarism, I even take a credit on those movie (?). And btw, I still do a make over on it. Respect me by giving your opinions. And for, Ahra. Sist, sorry for taking too much time for this story. And sorry for made a fail-fiction ;~~;. don’t hate me okay? *eh
Summary : Cho Kyuhyun is a member of a Korean Boy Band named Super Junior. And Lee Ahra is a college student that had a short-term-memory-loss. They fall in love, and then Ahra will forget him after she wake up.

♡♥♡♥♡♥♡♥♡♥♡♥♡♥♡♥

“Aku ingin, suatu saat nanti aku punya kekasih yang mengenalku sebagai Cho Kyuhyun, laki-laki yang dicintainya sepenuh hati. Bukan seseorang yang ‘mengenalku’ sebagai anggota Super Junior. Aku hanya pria biasa, dan dengan begitu aku bisa merasakan kehidupan cinta yang biasa.”
Kyuhyun menutup ucapannya dengan bungkukkan kecil tanda hormat. Kemudian disusul tepukan riuh dari barisan penonton. Beberapa member Super Junior lain hanya bisa berdecak kagum. Tidak menyangka ucapan semanis dan sedalam itu keluar dari bibir Kyuhyun, magnae evil mereka. Pembawa acara mendekat ke arah Kyuhyun menepuk punggung Kyuhyun lembut sambil melontarkan beberapa kalimat pujian. Meski disela-sela itu sengaja dibubuhkan godaan-godaan kecil.
“Jadi, apakah kekasih yang kau inginkan itu sudah kau temukan?” pancing sang pembawa acara ingin tahu. Puluhan penonton terlihat begitu antusias mendengar pertanyaan provokasi ini. Terlihat dari pembesaran mata serta senyum yang tergambar di wajah mereka. Kyuhyun tersenyum, sembari menundukkan kepalanya. Menahan kamera menangkap semburat memerah yang mungkin muncul di wajahnya.
“Belum. Tapi aku yakin aku akan menemukannya. Gadis yang menatapku sebagai Cho Kyuhyun saja. Bukan dengan embel-embel lain.” ucapnya yakin. Kali ini tepukan lebih riuh daripada sebelumnya. Beberapa gadis bahkan berteriak senang saat mendengar kata ‘belum’ di awal permulaan jawabannya.
“Baiklah, kita doakan saja Kyuhyun-sshi bisa mendapatkan gadis impiannya itu.”
Acara berakhir tak lama setelah itu. Semua orang kembali ke aktivitas mereka. Kyuhyun menelusuri lorong, mencoba mencari sesuatu yang tidak sengaja ia jatuhkan di suatu tempat. Sebuah kenangan.
♡♥♡♥♡♥♡♥♡♥♡♥♡♥♡♥
Ponsel itu nyaris melekat pada tubuh Kyuhyun. Decakkan kecil penuh emosi terdengar jelas keluar berulang-ulang dari mulutnya. Baru sesaat setelah mendengar jawaban dari seberang dia menghentikan langkahnya.
“Hyung, mobilku rusak. Aku sekarang masih di jalan. Bagaimana ini?” Kyuhyun mengeluarkan semua yang menjadi ganjalannya. Emosinya memuncak seiring dengan sengatan matahari yang menerpanya. Tak ada penyamaran bearti. Hanya kacamata hitam dan masker yang tergenggam sempurna di tangannya.
“Baiklah. Aku akan mengirimkan alamatnya. Jemput aku, karena sepertinya aku tidak melihat ada angkutan lewat di sekitar sini.”
Dia menutup panggilan itu. Matanya beredar. Berusaha mencari tempat yang lebih baik, bisa menjadi tempat untuk sekedar berteduh dari halauan panas. Sampai kemudian matanya menemukan kedai kecil tepat beberapa meter di seberang jalan tempatnya berdiri saat ini. Dia memutuskan untuk berjalan ke tempat itu sembari menunggu seseorang menjemputnya.
Gemerincing lonceng yang tergantung tepat di balik pintu kedai menyambut kedatangan Kyuhyun. Matanya masih berusaha beradaptasi dengan keadaan di dalam kedai. Dua orang pengunjung dengan sepasang suami istri yang disimpulkannya sebagai sang pemilik kedai. Kyuhyun berjalan pelan menuju meja yang letaknya disudut kedai itu. Tempat yang sekiranya dianggap aman dari beberapa orang yang kemungkinan mengenalinya.
Kurang beberapa langkah sebelum dia mencapai tempat itu, seseorang menabraknya dan menumpahkan sesuatu ke arahnya. Tidak mengotori bajunya memang, namun cukup membuatnya merasakan percikan-percikan kecil air yang mengenai tubuhnya.
“Maaf tuan. Aku benar-benar tidak melihatmu. Maaf, benar-benar maaf.” Gadis itu meraih tisu dari dalam tasnya. Mengulurkan sembari menggosokkan lembut ke tempat dia tak sengaja menumpahkan minumannya tadi.
“Ah tidak apa-apa.” Kyuhyun meraih uluran tisu dari tangan gadis itu. Menggantikannya membersihkan bagian yang dianggapnya terkena noda minuman itu.
“Sekali lagi maaf tuan.” Gadis itu membungkukkan badannya rendah. Membuat Kyuhyun mau tak mau mendongakkan kepala untuk melihat gadis itu. Cantik. Itulah kesan yang didapatnya.
“Ah, aku baik-baik saja nona. Tidak perlu khawatir.” Tangan Kyuhyun meraih bahu gadis itu. Menegakkan tubuh gadis itu, membuatnya menghadap tepat ke arah Kyuhyun.
“Sekali lagi aku minta maaf. Oh iya, aku tidak pernah melihatmu disini?”
Kyuhyun tersenyum penuh arti mendengar pertanyaan gadis itu. Dia merasa gadis ini gadis polos. Beberapa saat lalu merendah meminta maaf, tapi sekarang menyapa seperti layaknya teman lama. Tak berapa lama dia mengangguk singkat. Mengiyakan sesuatu.
“Ini pertama kalinya aku kesini. Mobilku rusak…” Kyuhyun menunjuk ke luar jendela tepat dimana mobilnya berada. “…dan aku perlu berteduh dari sengatan matahari.” lanjutnya.
“Oh. Kau memilih tempat yang tepat. Kedai milik paman Kim memang sangat nyaman untuk melepas penat. Oh iya, namaku Ahra. Lee Ahra. Kau?”
Kyuhyun mengernyitkan kening mendengar ucapan gadis itu. Apa penyamarannya cukup berhasil mengelabui gadis ini atau memang dia sedang terdampar di tempat dimana tak ada yang mengenal Super Junior?
Dia menarik kacamatanya. Melepaskannya karena sekiranya dianggap perlu. “Aku…”
Ucapannya terpotong saat dia mendengar teriakan dari mulut kecil gadis itu. “OMMONA… Kau Cho Kyuhyun Super Junior?”
Entah perasaan apa yang dirasakan Kyuhyun saat ini. Dia tersenyum meski tak yakin dengan senyuman itu sendiri. Di satu sisi dia senang kepopulerannya sedikit menolongnya. Meski di sisi lain, dia baru saja kehilangan impiannya. Gadis di hadapannya, yang sekiranya nyaris menjadi kandidat gadis impiannya, mendadak musnah saat dia menyebut nama Cho Kyuhyun Super Junior. Bukannya menunggu dia memperkenalkan diri.
“Ah, mimpi apa aku semalam bisa bertemu dengan artis sepertimu tuan.” Ahra memainkan kakinya sendiri. Wajahnya sedikit tertunduk. Kali ini dengan artian yang berbeda dari sebelumnya.
“Ah, terima kasih Ahra-sshi. Ngomong-ngomong apa kau mau menemaniku duduk terlebih dahulu?” tawar Kyuhyun kepada Ahra. Meski sedikit kecewa, Kyuhyun masih menaruh harapan gadis ini bisa menjadi gadis impiannya itu. Ahra mengangguk, lalu mengikuti Kyuhyun yang berjalan mendahuluinya ke meja yang dilirik Kyuhyun sedari tadi. Ahra memutuskan duduk di seberang Kyuhyun. Sedikit mendekat pada jendela, berbeda dengan Kyuhyun yang memilih menjauhi jendela.
Tak lama setelah itu bibi pemilik kedai mendekat ke arah mereka. Menanyakan pesanan Kyuhyun. Bibi itu sendiri mengenalnya. Meski tidak menyebutkan nama Super Junior, bibi itu yakin bahwa pelanggannya kali ini pernah menjadi bintang tamu salah satu acara favoritnya.
“Jadi nona, apa kau ini ELF?” tanya Kyuhyun sopan, sesaat setelah bibi itu beranjak meninggalkan mereka berdua.
“ELF? Apa itu?”
Kyuhyun kembali mengernyitkan keningnya. Gadis di hadapannya ini benar-benar penuh kejutan. “Everlasting Friends nona. Sebutan untuk fans Super Junior.”
Ahra tertawa renyah. Satu tangannya reflek beralih ke arah mulutnya. Menutupi tawanya, menjaga sedikit rasa sopan santun. Satu hal lagi yang membuat Kyuhyun jatuh ke pesonanya.
“Bukan. Aku ini fans SHINee. Bahkan aku tidak hafal beberapa member Super Junior.” ungkapnya jujur. Kyuhyun menundukkan kepala. Menahan rasa malu yang menjalari dirinya.
“Ah ye? Maaf Ahra-sshi. Aku tidak tahu.” Tangan Kyuhyun terkepal sempurna tepat di bawah meja. Mencoba menahan emosinya. Entah kenapa dia merasa menjadi seperti bukan dirinya saat ini. Padahal pada saat biasa dia akan meluapkan kalimat bernada kasar, meski dia tidak benar-benar bermaksud mengatakannya.
“Tidak apa-apa. Dan ngomong-ngomong kalian satu manajemen bukan?” cecar Ahra lagi. Kali ini Kyuhyun hanya mampu membulatkan mata tak percaya.
“Nde?” Kyuhyun mencoba meyakinkan pemikirannya. Belum sempat Ahra menjawab, pembicaraan mereka terhenti sementara. Tepat saat bibi pemilik kedai mengantarkan pesanannya.
“Terima kasih bibi.” ucap Kyuhyun sesaat setelah bibi itu selesai meletakkan minuman untuknya. Merasa tak dibutuhkan bibi itu segera undur diri dari pembicaraan itu.
“Ah maksudku, Super Junior dan SHINee. Bukankah kalian satu manajemen?”
Kyuhyun tak bisa menahan diri lagi. Gadis ini mengenalnya sebagai member Super Junior. Lalu mengaku kalau dia tak begitu hafal dengan member Super Junior. Dan sekarang, sepertinya sedang mencari alasan untuk memanfaatkan kedekatannya dengan juniornya satu manajemen, SHINee. Continue reading

[FF/Introduction] Our Different World

Adoption : Twilight Saga

Main Cast : Cho Kyuhyun, Lee Ahra

Read, Comment, Do not Copy without permission ^^

Lee Ahra’s POV

Sakit!! Tubuhku sakit!!! panas!! tidak!! seseorang tolong hentikan!! bunuh saja aku!! kumohon!!!
Aku tidak tahu kenapa, aku hanya merasa di dalam kegelapan ini api besar yang tidak kelihatan membakarku,memusnahkan organ-organ dalamku.
Aku mencoba berteriak, tapi aku merasa tidak ada yang mendengarku.
Kalaupun ada, mereka membiarkanku terbakar.
Tidak…..kumohon…langsung bunuh saja aku…..jangan siksa aku….
pelan tapi pasti api yang membakarku perlahan-lahan redup, sebagai gantinya degup jantungku yang tadinya cepat berubah pelan.
Lalu api padam bersamaan dengan degup jantung terakhirku.
Apa aku sudah mati? Continue reading

[FF] That Place, I give it up ! (Sequel The Promise)


Author : ninanino a.k.a. ninasomnia

Genre : romantic, sad ending

Cast :

  • Park Soonhee
  • Lee Sungmin a.k.a. Sungmin Super Junior
  • other Super Junior’s members

Backsong : 8eight – Farewell is Coming (I use the translation here to make my story feel ‘alive’) =))

***

READ-COMMENT-NO COPY-ING 🙂


I love you

Don’t leave me

Without you, I am nothing

Please don’t do this to me

How can you just leave me like this

***

Ia bekerja keras malam ini. Raut wajahnya berbeda dari biasanya. Sedikit lebih serius. Senyuman itu, sesuatu yang hampir membuatku lupa akan kenyataan yang terjadi pada diriku, tetap ia sunggingkan tulus sekali. Benar-benar sempurna. Atau aku bisa menyebutnya alasanku hidup.

Ia sudah berdiri dari tempatnya. Ikut bertepuk tangan riuh dengan beberapa orang lainnya. Sengaja aku mengikutinya. Berdiri tepat disampingnya.

Flashback

“Soonhee-ya. Kenapa kau selalu mengikutiku?”

Waeyo oppa? Kau tidak suka?” Aku mengerucutkan bibirku. Membuat kedua pipiku semakin menggembung. Aku yakin wajahku terlihat sangat aneh saat ini.

Anni.” Ia menggelengkan kepalanya pelan. Merentangkan kedua tangannya lebar-lebar hingga mampu mendorong tubuhku tersorong ke samping. “Ya! Kenapa oppa mendorongku? Oppa sengaja?”

Ia tertawa ringan. Lalu membalikkan tubuhnya tepat di hadapanku. “Inilah maksudku Park Soonhee. Kenapa kau selalu berdiri di sampingku? Bukan di depan atau di belakangku.”

Aku menarik napas ringan. Pertanyaan bodoh.

“Karena aku ingin melihat diri oppa yang seutuhnya.”

Nde?” Ia mengernyitkan kepala bingung. Memaksaku mau tak mau menjelaskan pernyataan tadi.

“Saat aku berdiri di sampingmu, itulah saat-saat paling bahagia dalam hidupku. Aku bisa melihat oppa tersenyum, tertawa, menangis, eh meski aku tak tahu apa aku pernah melihat oppa menangis. Dengan berdiri di sampingmu, itu membuatku percaya bahwa oppa nyata.”

“Hahaha. Kau itu ada-ada saja Park Soonhee.”

Oppa~ aku serius. Saat aku berdiri di sampingmu, aku merasa menemukan kembali oksigenku. Seluruh rasa sedih atau apapun seakan hilang saat posisi disampingmu itu aku yang mengisi.”

Dia meraih tubuhku. Menariknya ke dalam dadanya. “Oppa, apapun yang terjadi aku akan mempertahankan diriku tepat di samping oppa. Maaf, kalau itu mengganggu. Tapi sampai kapanpun aku tidak akan melepaskan posisi itu begitu saja. Tidak akan pernah.”

Flashback end.

Semua orang mendekatinya. Menghiraukan keberadaanku di sampingnya. Meski aku sendiri tak yakin, apa mereka tahu keberadaanku itu.

Zhùhè. Super Junior M is the BEST.” Teriakan itu terdengar semakin riuh. Membuatku (mau tak mau) ikut menepukkan tangan hampa. Memaksa ikut larut ke dalam kebahagiaan ini walau tak sepenuhnya tahu apa yang dimaksud dengan bahagia itu.

“Sungmin hyung, setelah acara ini kita makan di luar bersama member ya? Merayakan kesuksesan kita.” Kulihat ia sekilas. Matanya mengatakan ia tidak bisa. Tapi senyuman itu menolaknya melakukan hal itu. Menyakiti hati saudaranya, yang saat ini tengah berbahagia.

Mian Siwon-nie. Aku sebenarnya ingin, tapi sepertinya aku akan langsung ke hotel. Aku… merasa tidak enak badan.”

Hyung, kau sakit?” Aku mengerjabkan mata tak percaya. Pertanyaan Cho Kyuhyun tadi membuatku khawatir. Dia sakit. Dan bahkan aku tidak menyadarinya.

Anni. Hanya ingin beristirahat.” Sanggahannya tak lantas membuatku tenang. Kulangkahkan kakiku semakin mendekat mereka. Memutuskan mengambil resiko kehilangan dia dalam jarak pandang terbaikku dan menerobos sekumpulan laki-laki yang disebutnya saudaranya itu.

Gwenchana. Aku baik-baik saja.” Ia menepuk bahu beberapa member. Aku tidak yakin siapa, karna aku tak bisa melihat hal itu dengan jelas. Ya, lebih baik aku langsung mengikutinya ke hotel daripada mencari tahu siapa saja yang terkena tepukan lembut tangan Sungmin oppa tadi. Continue reading

super junior 5jib thanks to

Here is i give to u what could i find with super junior 5 jib translation

eteuk’s,donghae’s and wookie’s are very touching!! ELF cried a lot when they read it

however we must proud of them and always believe them…

ELF+super Junior = 1 forever and ever

 

LEETEUK : 2005 November 6th.. the day Super Junior Was born, after that we somehow came out with 5jib. Really did a great thing!!

Just to be able to debut is a good thing… wished to release and album…wished to stand on the stage, by having these wishes… prayed sincerely day by day when going to sleep… came to this point with dreams… Continue reading

How Precious You Are..!!


This FF dibuat oleh saeng, member shinee yadong rangers sekaligus bawahanku

Nina a.k.a sekseh a.k.a alay a.k.a minho *whatever u call her* XD

thanks for ur precious story :’]

comment for readers are very needed

and dont plagiat this FF ^^

Casts:

  • Cho Kyuhyun
  • Lee Ahra


***

Kuhempaskan tubuhku kasar ke sofa yang tersedia di ruang tunggu member SHINee. Sedikit iri, kenapa mereka yang notabene-nya masih hoobae malah mendapatkan pelayanan lebih daripada kami.

“Oh hyung, kau disini ?” Kubuka mataku pelan. Meski sempat terpejam beberapa saat, sepertinya ini memang bukan waktu yang tepat untuk tidur meskipun yang kutahu, otakku tidak dengan mudah merespon penalaran itu.

“Nde Jonghyun-nie. Mana yang lain ?”

Kulihat dia mengendikkan bahunya segan. Perubahan raut wajahnya terlihat kentara sekali. Entah karena apa, aku sendiri tidak yakin. Mengurusi masalah pribadi orang lain, sama sekali bukan tipeku. Kurasakan dia telah berpindah posisi. Terduduk tepat disampingku. Merilekskan tubuhnya, dan memejam matanya. Seperti yang kulakukan barusan. Benar-benar pengcopy-an kejadian tadi yang sempurna.

“Jonghyun-nie, aku kembali dulu. Aku harus menemui member yang lain.” Pamitku undur diri. Terlalu lama disini dalam keheningan sama sekali tidak menarik. Meskipun sebenarnya tujuan awalku kesini untuk beristirahat sejenak. Aku bangkit dari tempatku. Berjalan segan bersikap seolah tanpa beban di hadapan dongsaengku ini. Setidaknya.

Hyung, ceritakan padaku.” Aku terhenyak. Suaranya yang besar membuat kalimat barusan terdengar seperti memerintah tak sopan. Tapi aku mengenal Jonghyun. Ia tidak bermaksud seperti itu.

“Apa maksudmu Jonghyun-nie ? Cerita apa ? Jangan yadong. Kau itu minor. Hahaha.” Aku melihatnya sudah membusungkan tubuhnya. Bukan dalam posisi bersantai seperti tadi.

“Ya ! Aku tidak berminat dengan hal seperti itu hyung. Jangan samakan aku dengan dia.”

Deg.

Sialan sekali kau Jonghyun. Mau cari mati denganku. Seenaknya saja mengungkit hal yang bahkan menjadi tujuanku kesini. Melupakan dia.

“Jonghyun-nie, mungkin saat ini Teuki hyung sedang mencariku. Aku tidak sempat berpamitan tadi. Aku pergi dulu.” Kutinggalkan Jonghyun sendiri di tempat itu. Aku tahu Jonghyun bukan namja bodoh. Dia pasti sadar dengan perubahan sikapku. Tapi, aku tidak peduli. Sama sekali. Continue reading

The Jumper

Inspirated by “The Jumper” movie

Cast : Yesung a.k.a Kim Jongwoon

Yoon Shina

Semoga kita bisa bertemu lagi suatu hari nanti


“Hyung, kenapa hyung tidak pernah cerita soal yeochin hyung?” tanya Sungmin kepadaku.

Pertanyaan yang sering ditanyakan kepadaku dan selalu kuberikan jawaban yang sama.

“Apa yang harus aku ceritakan? Kau kan selalu tahu apa yang kami lakukan. Iya kan nae yeochin, ryeowookie?”

Wook yang sedang menonton drama menoleh.

“Ne hyung? Hyung memanggilku?”

Aku tidak menjawab pertanyaannya, beralih menatap Sungmin.

Sungmin hanya menggelengkan kepala sebagai responnya.

Aku memang tidak mempunyai yeoja chingu, bagiku keberadaan Ryeowook dan member Super Junior lainnya, keluargaku juga kura-kura dan anjingku sudah cukup.

Namun tak urung juga pertanyaan itu menyeretku ke peristiwa masa lalu, yang aku yakin jika orang tahu mereka akan menganggapku gila, halusinasi waktu tidur atau apa.

Gadis itu, Yoon Shina, gadis yang bisa aku katakan ajaib. Continue reading