Please Believe… 1st Step

Casts : Leeteuk-Yoora, Heechul-Nayoung ,Yesung-Jongmi, Hangeng-Eunwoo,Shindong-Nari,Sungmin-Kihyun,Eunhyuk-Yeonhee, Donghae-Haerim, Siwon-Jongsi, Ryeowook-Songphae, Kibum-Jieun, Kyuhyun-Ahra, Onew,Jonghyun-Sekyung, Key-Nichan ,Minho-Hyuna,Taemin-Eunhye *banyak amat yak?*

Note : yg gak puas sama pairingnya mianhae~~ kkkk

Ahra memandangi bangunan-bangunan yg dilewatinya di sepanjang jalan

‘sudah banyak yg berubah hanya dalam waktu setahun’,pikirnya

“berterimakasihlah padaku krn sudah menjemputmu. aku heran,aku tidak diijinkan membawa mobil hanya untuk menjemput orang.”

Ahra menoleh,menatap si pembicara, dongsaengnya Lee Yoora.

Tersenyum geli Ahra menjawab

,”mungkin kau tidak bisa dipercaya? oh jgn memandangku seperti itu, kau tahu itu benar.”

Yoora tidak berkata apa-apa lagi.

Pandangan Ahra kembali pada bangunan-bangunan di sepanjang jalan

.

selama 2 tahun ia tinggal menyandang status mahasiswi di Jepang,dan kini karena titah sang eomma ia kembali ke korea,seoul.

Ahra mendesah.

Jujur saja ia benci menuruti perintah ini.

“aku ingin mampir ke suatu tempat,mumpung aku diperbolehkan membawa ini.” ujar Yoora memecah keheningan.

Ahra menyenderkan tubuhnya, ia mengangkat bahunya sebagai jawaban.

“terserah kau saja.” ujarnya kemudian.

Yoora melajukan mobilnya memasuki sebuah gedung,Ahra mengenalnya sebagai kantor sebuah majalah.

“untuk apa kita ke sini?” tanya Ahra

Sepanjang yg Ahra ingat saengnya tidak pernah tertarik dalam dunia jurnalistik.

“menemui naui namchin.”

Ahra menatapnya heran.

“neoui namchin? hah jgn bercanda.”

Yoora menatapnya dgn tatapan yg seolah berkata ‘tolong jangan meremehkan aku’

“aku sudah berhubungan hampir setahun ini dengannya,dan lagi dia seorang artis. sudah,aku mau turun.”

“apa kau akan lama? boleh aku di sini saja? aku capek.”

yoora mengangkat bahu.

“terserah,kalau kau ingin mati bosan,tunggu saja.”A

hra mendecakkan lidah,terburu-buru turun dan bergegas mengejar saengnya.

Ahra melihat ada banyak poster suatu boy band di suatu lorong.super junio

rIa tau tentang boyband itu,salah seorang sahabatnya diJepang fans berat dan berusaha mencekoki Ahra

.sayang sekali sampai kepindahannya pulang kembali ke seoul ia tidak tertarik pada boyband itu.

Ia sedang mengamati ke 13 member suju di poster itu ketika mendengar Yoora bercakap-cakap dengan seseorang.

Ia tidak tertarik untuk melihat siapa yang sedang berbicara dengan saengnya karena saat itu perhatiannya terhisap oleh salah 1 member suju.

Ia mengamati wajah namja itu di poster.

“ya! onni ppali! atau kau ku tinggal!”

Ahra berjalan lagi namun masih menatap poster itu sehingga ia menabrak seseorang.

“ups..mian hamnida..” ujarnya

ia tidak melihat wajah orang yg ia tabrak krn pandangannya menangkap bayangan yoora menghilang.

‘gawat,aku bisa tersesat di sini.’ pikirnya.

Buru-buru ia berlari mengejar Yoora.

Ahra kehilangan jejak Yoora, kepalanya menoleh kesana kemari mencari sisa keberadaan saengnya.

“onni kesini!” bisik Yoora di ruangan sebelah kirinya.

Ahra bergegas memasuki ruangan itu.

“kenapa harus berbisik?” tanya Ahra heran.

“nanti gawat kalau ketahuan fans dia.”

Baru Ahra sadari ada seseorang lain di ruangan itu.

Ahra mengangguk sopan kepada namja yang kelihatan lebih tua darinya itu.

Namja itu tersenyum dan mendekati Ahra, kemudian mengulurkan tangannya.

“Park Jungsoo imnida.. tapi orang-orang lebih mengenalku dengan sebutan Leeteuk. Aku dengar dari Yoora kau tidak mengenal kami ^^”

Ahra menjabat tangan Leeteuk sekilas.

“Ahra imnida, bangapseumnida Leeteuk-ssi..ah mianhaeyo.. *bow*”

Leeteuk tertawa

“gwaenchanayo.. Jangan terlalu resmi, panggil saja aku oppa.. asal jangan ahjussi saja.”

Ahra mengernyit.

“oh baiklah oppa..”

Ahra duduk di sebuah kursi yang tidak terlalu jauh dari Yoora, ia mengeluarkan ponselnya dan malas-malasan memainkannya ketika saengnya dan Leeteuk mengobrol seru.

“onni, kajja, kita pulang.”

“mwo? cepat sekali?”

“aku ada jadwal lain” sahut Leeteuk sembari tersenyum.

‘oh aku lupa, kalau kekasih Yoora adalah seorang artis.’ pikir Ahra.

“nanti aku telepon.” ujar Leeteuk pada Yoora lalu mencium kening Yoora sekilas.

Ahra hanya geleng-geleng kepala.

“bagaimana kau bisa berhubungan dengannya?” tanya Ahra ketika Leeteuk sudah pergi.

“nanti aku ceritakan di rumah.” jawab Yoora singkat.

————————————————————–

“Mianhae onni, aku ada seminar, kau cari kelasmu sendiri.” ujar Yoora ketika mereka berjalan memasuki universitas.

“mwo?? tidak bisakah kau mengantarku setidaknya ke ruang dekan?”

Yoora menggeleng, wajahnya mengisyaratkan permintaan maaf.

“aku sudah sangat terlambat, mianhae..”

Dan Yoora pun berlalu meninggalkan Ahra yang menekuk wajahnya karena kesal.

“aish..dimana sih ruang dekan..omona.. kenapa juga fakultas ini besar -_-”

Ahra berniat menaiki tangga ketika dilihatnya seorang namja turun.

Ia tertegun sejenak

‘rasanya wajahnya tidak asing..’ batin Ahra.

Namja itu juga melihatnya, mengernyitkan kening.

Bergegas Ahra menaiki tangga.

Ahra memasuki ruangan bersama dosen.

“Hari ini ada mahasiswi pindahan dari Jepang..” ujar dosen itu.

Ahra membungkuk pada teman-teman kuliahnya yang baru.

“duduklah dimana saja.” ujar dosen itu lagi.

“gamsa hamnida, seongsaenim.”

Ahra memilih tempat duduk barisan tengah agak ke belakang.

Ia melihat sekeliling sejenak, banyak diantara mereka yang masih memperhatikannya namun ada juga yang tidak mempedulikannya lagi.

Perhatian Ahra jatuh pada namja yang duduk di dekat jendela.

‘itu bukannya namja yang berpapasan denganku tadi?’

Ahra memandangi wajah namja itu.

‘kakkoi otoko *namja ganteng, bahasa jepang*’ pikir Ahra tanpa sadar

Namja itu mungkin merasa diperhatikan karena tiba-tiba ia menoleh beradu pandang dengan Ahra.

Namja itu tersenyum.

Ahra buru-buru memalingkan wajah.

‘Kenapa dia tersenyum? Gawat jangan-jangan dia mengira aku menyukainya atau apa.. omo.. -_- ‘

Seongsaenim ternyata hanya masuk sebentar, beliau meninggalkan beberapa tugas untuk dikerjakan.

Dari sudut mata Ahra melihat namja itu berdiri dan berjalan mendekatinya.

‘omo..dia mau apa?’

“ah…anyyeong haseyo.. apakah kau mau minta tanda tanganku?” #JDEERRRR

Ahra mengernyit.

‘apa-apaan dia ini.. memang dia siapa?’

“neo nuguya?” tanya Ahra

Ganti namja itu yang mengernyitkan kening.

“Kau tidak tahu siapa aku?” tanyanya.

Ahra menggeleng.

“Jeongmal mollasseo?”

Ahra menaikkan salah satu alisnya.

Namja itu mendesah.

Belum pernah ia mengalami kekecewaan seperti ini, kecuali beberapa tahun yang lalu sebelum ia terkenal seperti sekarang ini.

“arrasseo..Cho Kyuhyun imnida.”

“Lee Ahra imnida.Memangnya kau ini siapa? Kenapa aku harus minta tandatanganmu?”

Kyuhyun mengangkat bahu.

“Lupakan saja. Ngomong-ngomong tadi kau memperhatikanku kenapa? Apa kau naksir padaku?”

Kyuhyun tersenyum menggoda.

‘kegeeran ini namja -_- ‘pikir Ahra

“aniyo..aku hanya merasa pernah melihat wajahmu sebelum ini dan sebelum kita berpapasan tadi pagi.”

‘dia ini babo atau apa? tentu saja pernah melihat wajahku yang tampan *(-___________-)*ini di mana-mana’ pikir kyuhyun.

“Apa kau mencoba untuk merayuku Ahra-ssi? Bukankah itu kalimat yang sering diucapkan oleh namja hidung belang?” *kyu..yg namja itu elu -_-*

Ahra keheranan.

“Apa untungnya merayumu? ckck.. sudahlah aku harus pergi sekarang.”

Ahra membereskan barang-barangnya.

“apalagi?” tanya AHra ketika dilihatnya Kyuhyun masih berdiri di sampingnya.

“Kau mau menemaniku makan siang?” tanya Kyuhyun.

Ahra melongo.

“Kau mengajakku kencan di hari pertama kita kenal? ckck aku heran kenapa sekarang namja jauh lebih agresif..pantas saja saengku sudah punya pacar..” *apa hubungannya??*

“hah!itu bukan salah saengmu itu sih kaunya yang tidak laku*jlebb!* aku tidak mengajakmu kencan,hanya menemaniku makan siang.. lagipula kau tidak ada teman kan? berterima kasihlah aku mau jadi teman pertamamu.”

‘Dia ini benar-benar tanpa basa basi.. dalam satu kalimat dia menyindirku 2 kali -___- ‘

Ahra berpikir, memang sangat kebetulan namja itu menawarinya makan siang, sedari pagi ia belum makan, uangnya juga dibawa Yoora yang langsung pergi.

“oke…aku mau..tapi ada syaratnya..” ujar Ahra

“Jangan minta aku jadi namja chingumu karena lebih baik aku makan sendirian.” cetus Kyuhyun

“omo…kau kira aku sebegitu inginnya punya namchin? itu ada di urutan terakhir dalam hidupku. Ani, bukan itu. Syaratnya kau harus mentraktirku makan, eottohkae?”

“mwo??? kau ini…”

“tidak mau juga tidak apa.. aku tidak memaksa..” ujar AHra lalu berdiri, melenggang meninggalkan Kyuhyun.

Kyuhyun berjalan menyusulnya.

“arrasseo.. kau ini yeoja matre ya?”

Ahra tersenyum sinis.

“senang sekali aku mendapat teman yang baik di hari pertama aku masuk. Gomawoyo Kyuhyun-ssi.” ujar Ahra ironi.

“gwaenchanayo.. tidak usah terlalu resmi, karena aku teman yang baik,kau boleh memanggilku oppa.”

“HAH! mimpi…”

Ahra tidak melanjutkan kalimatnya karena ia melihat tatapan sadis dari sekelilingnya.

Rasanya seperti dilingkupi aura membunuh.

Yeoja-yeoja di sekitarnya menatapnya tajam, namun tersenyum manis pada Kyuhyun.

‘apa-apaan ini? si Cho Kyuhyun ini orang terkenal?’

Ahra mundur, memilih berjalan di belakang Kyuhyun, Kyuhyun menatapnya heran.

“waeyo?”

Ahra menggelengkan kepalanya.

Kyuhyun menjejeri langkah Ahra.

Ahra kembali mundur.

“Wae geurae? kita tidak akan pernah sampai kantin kalau kau terus mundur karena aku juga akan mundur.”

Ahra mendesah.

Tanpa berkata apa-apa ia langsung berjalan cepat. Kyuhyun yang masih heran menyusulnya dengan langkah lebar.

“katakan ada apa.” tanya Kyuhyun ketika mereka sudah duduk di kafetaria.

Ahra tidak menjawab, ia memandang sekelilingnya yang juga memberinya dengan pandangan tajam.

Ahra mendesah.

“Ya! kau Lee Ahra jawab pertanyaanku.”

Belum sempat Ahra menjawab ponselnya berdering. Yoora.

“yeoboseoyo? hmm.. eodisseo? oh.. oke..hmm.”

“Kyuhyun-ah apa kau tahu kedai kopi di depan kampus kita yang bernuansa putih?”

Kyuhyun tidak menjawab, memandang Ahra dingin.

“Arrasseo.. mianhaeyo kalau aku ada salah padamu, tapi sekarang aku harus pergi sendiri karena kau tidak mau menunjukkan tempat itu dan sayang sekali kau harus makan siang sendirian.”

“Kau berutang penjelasan padaku.” sahut Kyuhyun singkat lalu berjalan mendahului Ahra.

5 thoughts on “Please Believe… 1st Step

  1. Omo O.O
    ahra eonni g ngenalin kyuppa dlm jarak dekat gtu??
    Ckckck..lw aq,radius 200 m msh keliatan jelas.
    WkwkwkwkXD

    ups,mianhae eonni..
    *bow*
    *digetok ahra eonni*

    eonni,nice ff^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s